
Bola.net - Pelatih kiper Persib Bandung, Luizinho Passos, terkenal sebagai pencetak kiper yang mumpuni. Lewat tangan dinginnya, Passos bahkan telah mengantarkan dua orang penjaga gawang menembus Timnas Indonesia.
Mereka adalah Nadeo Argawinata dan Mochammad Ridho. Kini, dia juga bertekad membantu Teja Paku Alam.
Passos memang memiliki rekam jejak yang ciamik di tampatnya bekerja, dengan sederet kiper berkualitas seperti Fabio, Rafael, dan Gabriel Brasso di Cruzeiro, Helton Leite dan Douglas de Jesus di Ipatinga.
Kiper-kiper lain di Brasil yang juga diakui Passos merupakan kiper dengan kualitas teknik dan karakter yang hebat. Tak heran, saat menapaki karir di Indonesia, Passos sudah mencetak kiper-kiper yang ciamik dan hebat.
Menanggapi hal itu, Passos yang dikontrak Persib selama dua musim ini menyebut untuk menyiapkan kiper muda tidak mudah, khususnya dari aspek mental bermain.
Butuh Waktu dan Kerja Keras
"Selama saya melatih di Brasil dan sekarang di Indonesia, saya senang bisa berhasil mengembangkan potensi kiper muda seperti Nadeo dan Ridho. Mereka butuh waktu dan kerja keras untuk bisa masuk ke tim nasional," jelas Passos saat dihubungi Rabu (13/5/2020).
Passos mengaku sudah menyiapkan proyeksi untuk kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, agar bisa menembus Timnas Indonesia seperti Nadeo dan Ridho.
"Tapi, untuk semua itu perlu kerja keras. Harus fokus agar bisa bermain di level tertinggi untuk melakukan semuanya," seloroh pelatih yang berpenampilan plontos ini.
Ia pun berharap suatu saat bisa kembali mengantarkan anak asuhnya ke Timnas Indonesia, satu di antaranya kiper Persib Bandung, seperti Teja Paku Alam. "Sejak 2017 saya mendapat tantangan untuk bekerja di Indonesia. Saya rasa itu cukup menarik karena di sini orang sangat menggilai sepak bola," kata Passos.
Perkembangan Sepak Bola Indonesia
Selain itu, ketertarikan Passos berkarier di Indonesia karena perkembangan sepak bola di Indonesia sangat baik.
"Saya melihat itu kesempatan yang bagus buat saya, untuk menunjukkan kualitas saya, dan saya sangat senang bisa berkarier di sini," ungkap Passos yang dikontrak Persib Bandung selama dua musim.
Passos mengakui klub Cruzeiro di Brasil sangat berpengaruh terhadap karier profesionalnya karena bisa merasakan pengalaman bekerja dengan profesional-profesional yang hebat.
"Saya pernah bekerja dengan kiper seperti Fabio, Rafael, Lucas Franca, dan Gabriel Brasao. Cruzeiro adalah tim besar dengan suporter yang fanatik," kata Passos.
Passos pun menilai di Indonesia terlihat kiper-kiper yang mumpuni dan berkualitas, bahkan berpeluang untuk bermain di klub luar negeri.
"Saya suka kiper indonesia. Saya pikir mereka punya peluang untuk bermain di klub luar negeri. Sekarang contohnya seperti Nadeo, Ridho, kemudian di Persib ada Teja. mereka punya peluang untuk bisa bermain di tim-tim luar negeri," jelas Passos.
"Aspek yang paling penting tentu fisik dan teknik, serta yang terutama mental. Ketika memiliki mental yang kuat, ada kemungkinan kiper akan bermain bagus dalam satu pertandingan. Setiap pertandingan, saya selalu melihat mental lebih dulu untuk memutuskan siapa kiper yang akan tampil," pungkasnya.
Disadur dari: Bola.com/Erwin Snaz/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 14 Mei 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Sriwijaya atau Arema, Mana yang Dipilih Keith Kayamba Gumbs?
- Persebaya Akan Kembali Latihan Online Usai Lebaran
- Sepak Bola Indonesia Punya Potensi Besar Kata Dragan Djukanovic, Tapi...
- Winger Barito Putera Kehilangan Dua Tradisi Ramadhan Akibat Pandemi Corona
- Ini Program Latihan Online Terakhir Persebaya pada Bulan Ramadhan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Perangi Virus Corona, Bek Persebaya Lelang Jersey Timnas Indonesia
Bola Indonesia 14 Mei 2020, 16:42
-
Bima Sakti Terpikir Tiru Program Shin Tae-yong
Tim Nasional 12 Mei 2020, 15:10
-
PSSI Ungkap Penyebab Gaji Pelatih Timnas Indonesia Tertunggak
Tim Nasional 11 Mei 2020, 17:45
LATEST UPDATE
-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR