
Bola.net - Arema FC tercatat dua kali berganti pelatih hingga pekan ke-22 BRI Liga 1 2022/2023. Klub berjuluk Singo Edan itu seolah melanjutkan tradisi ganti pelatih seperti yang terjadi pada musim-musim sebelumnya.
Arema FC memulai musim dengan Eduardo Almeida sebagai pelatih kepala. Setelah itu, Singo Edan menunjuk Javier Roca sebagai penggantinya. Lantaran kalah lima laga beruntun, Roca undur diri dan kini diganti I Putu Gede.
Pergantian pelatih sampai tiga kali tentu bukan persoalan teknis semata, tetapi juga ada faktor lain yang jadi penyebabnya. Lima musim terakhir, Arema FC memang seolah punya tradisi berganti pelatih.
Mayoritas di antaranya berakhir dengan pengunduran diri atau pemecatan. Hanya Milomir Seslija dan Eduardo Almeida yang sempat merasakan satu musim penuh menangani Arema. Mereka juga sukses meraih gelar juara turnamen pramusim.
Nah, Yang jadi pertanyaan besar, kenapa mayoritas pelatih tidak bisa bertahan lama di Arema FC? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Target dan Tekanan Publik yang Tinggi

Jawabannya adalah ekspektasi yang tinggi ditambah tekanan dari suporter. Sejauh ini, belum ada pelatih yang bebas dari kritikan. Bisa jadi karena setiap musim, target dari manajemen Arema FC di Liga 1 tak bisa terpenuhi.
Dalam lima musim terakhir, Arema selalu menargetkan bisa lolos ke Piala AFC. Jadi, Tim Singo Edan minimal harus finis di posisi runner-up untuk memenuhi target tersebut.
Arema FC mematok target tinggi karena saat pramusim masih sering jadi jawara, terutama di Piala Presiden. Pada 2019 dan 2022, Seslija dan Almeida memberikan gelar pramusim paling bergengsi. Namun di kompetisi, Tim Singo Edan seperti kehabisan bensin.
Eduardo Almeida Sempat Jadi Anomali

Dari delapan pelatih yang menangani Arema FC dalam lima musim terakhir, hanya satu nama yang dapat perpanjangan kontrak, yakni Eduardo Almeida. Pelatih asal Portugal itu membawa Arema finish di urutan keempat pada musim 2021 sampai 2024.
Bagi Tim Singo Edan, posisi teratas adalah yang terbaik dalam lima musim terakhir. Manajemen Arema FC kemudian memberikan reward dengan perpanjangan kontrak sampai 2024.
Bagi Arema, itu merupakan sebuah rekor baru. Sejak era Liga 1, Arema FC tak pernah memberikan perpanjangan kontrak untuk pelatihnya. Almeida menjawabnya dengan gelar juara Piala Presiden 2022. Namun, Arema kesulitan bersaing di BRI Liga 1.
Pelatih Termahal pun Gagal

Arema sempat mengambil kebijakan dengan mengontrak pelatih mahal. Tujuannya untuk mengangkat performa tim. Arema FC mendatangkan Mario Gomez dari Borneo FC pada musim 2020.
Waktu itu pelatih asal Argentina tersebut berstatus sebagai pelatih termahal sepanjang sejarah Arema. Gomez disinyalir mendapatkan kontrak dengan berkisar Rp 2,5 miliar. Gomez juga membawa gerbong pemain dan asisten pelatih ke Arema FC.
Hasilnya juga tidak memuaskan. Liga 1 2020 baru berjalan tiga pertandingan, Arema berada di urutan ke-12 dengan hanya meraih satu kemenangan.
Setelah itu kompetisi berhenti karena pandemi COVID-19. Namun, akhirnya Mario Gomez mengundurkan diri dari Arema FC, karena tidak setuju manajemen klub memangkas gajinya sebesar 75 persen ketika kompetisi berhenti.
Status Legenda Bukan Jaminan

Pada musim 2018, Arema mengawali kompetisi dengan Joko Susilo sebagai pelatih kepala. Dia merupakan legenda klub, karena pernah cukup lama berseragam Arema. Setelah pensiun, Getuk, sapaan akrabnya juga mengabdi sebagai pelatih akademi dan asisten pelatih di tim senior Arema FC dalam waktu yang lama.
Namun, posisi Getuk sebagai pelatih kepala hanya bertahan delapan pertandingan. Arema ada di dasar klasemen karena hanya sekali menang.
Torehan itu juga mengulang musim 2017, di mana Aji Santoso mundur di tengah jalan karena Singo Edan berkutat di papan tengah.
Daftar Pelatih Arema FC dalam 5 Musim Terakhir
- Musim 2018: Joko Susilo (8 pertandingan), Milan Petrovic (26 pertandingan)
- Musim 2019: Milomir Seslija (34 pertandingan)
- Musim 2020: Mario Gomez (3 pertandingan), Carlos Oliveira (-)
- Musim 2021/2022: Eduardo Almeida (34 pertandingan)
- Musim 2022/2023: Eduardo Almeida (8 pertandingan), Javier Roca (12 pertandingan), I Putu Gede
Klasemen BRI Liga 1 2022/2023
Disadur dari Bola.com: Iwan Setiawan/Gregah Nurikhsani, 8 Februari 2023
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manajemen Arema FC Tunjuk I Putu Gede untuk Gantikan Javier Roca
Bola Indonesia 6 Februari 2023, 14:31
-
Nasib Buruk Arema FC: Kalah, Tumpul, dan Kushedya Haru Yudo Cedera Lagi
Bola Indonesia 5 Februari 2023, 12:51
-
Kalah Lima Kali Berturutan, Pelatih Arema FC Akui Timnya Bermasalah
Bola Indonesia 4 Februari 2023, 21:45
LATEST UPDATE
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
-
Battle of WAGs Liga Inggris 2025/2026: Arsenal vs Liverpool
Bolatainment 8 Januari 2026, 19:55
-
Live Streaming Milan vs Genoa - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 8 Januari 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR