4 Hal Penting Terjadi Sejak Man City Diduga Lakukan 115 Pelanggaran: Trofi Bertambah, 2 Klub Kena Sanksi

4 Hal Penting Terjadi Sejak Man City Diduga Lakukan 115 Pelanggaran: Trofi Bertambah, 2 Klub Kena Sanksi
Bendera sepak pojok berlogo Manchester City di Etihad Stadium. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Kasus dugaan pelanggaran Financial Fair Play (FFP) Manchester City memasuki babak yang kembali menjadi perhatian. The Athletic melaporkan panel independen telah mencapai keputusan dan menyatakan City bersalah atas semua dakwaan kecuali satu, meski sanksinya belum diputuskan.

Perjalanan kasus ini sendiri berlangsung sangat panjang sejak Premier League mengumumkan 115 dakwaan pada Februari 2023. Investigasi, proses banding, hingga persidangan berjalan tertutup sehingga perkembangan perkara sulit diketahui publik secara utuh.

Menariknya, kehidupan sepak bola Manchester City tetap berjalan seperti biasa di tengah proses hukum tersebut. Klub asal Manchester itu bahkan mampu menambah koleksi trofi, melakukan aktivitas transfer bernilai besar, dan menyaksikan banyak perubahan di klub-klub Premier League lainnya.

Berikut empat hal penting yang terjadi sejak Manchester City didakwa atas 115 pelanggaran yang berkaitan dengan periode 2009 hingga 2013.

1 dari 4 halaman

Manchester City Menambah Delapan Trofi

Pemain Manchester City Erling Haaland menyapa para suporter usai laga final FA Cup/Piala FA antara Chelsea vs Man City di London, Sabtu, 16 Mei 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Pemain Manchester City Erling Haaland menyapa para suporter usai laga final FA Cup/Piala FA antara Chelsea vs Man City di London, Sabtu, 16 Mei 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Di tengah proses hukum yang belum menemui keputusan akhir, Manchester City justru menikmati periode penuh kesuksesan di lapangan. Sejak dakwaan diumumkan, mereka telah memenangkan delapan trofi.

Salah satu yang paling bersejarah adalah Liga Champions 2023. Trofi tersebut menjadi gelar Liga Champions pertama dalam sejarah City sekaligus melengkapi pencapaian treble.

Kesuksesan itu membuat City menyamai pencapaian rival sekota mereka sebagai klub Inggris kedua yang mampu meraih treble. Prestasi di lapangan tersebut menjadi kontras dengan ketidakpastian yang masih menyelimuti perkara hukum klub.

2 dari 4 halaman

Dua Klub Premier League Dihukum Pengurangan Poin

Pemain Everton memeluk Thierno Barry setelah mencetak gol ke gawnag Manchester City di Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pemain Everton memeluk Thierno Barry setelah mencetak gol ke gawnag Manchester City di Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Ketika proses hukum Manchester City terus berjalan, dua klub Premier League lainnya telah menerima hukuman pengurangan poin karena pelanggaran Profit and Sustainability Rules (PSR). Everton menjadi salah satu klub yang mengalami dampak paling besar.

Everton awalnya mendapat pengurangan 10 poin beberapa bulan setelah dakwaan City diumumkan. Setelah mengajukan banding, hukuman tersebut dikurangi menjadi enam poin, tetapi mereka kemudian kembali kehilangan dua poin akibat pelanggaran kedua.

Nottingham Forest juga menerima pengurangan empat poin pada musim 2023-24 karena melanggar aturan PSR. Leicester kemudian turut masuk dalam daftar setelah mendapat pengurangan poin pada musim ini, meski mereka kini bermain di Championship.

3 dari 4 halaman

47 Manajer Premier League Kehilangan Pekerjaan

Jose Mourinho ketika bertugas sebagai pelatih Real Madrid musim 2026/2027 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Jose Mourinho ketika bertugas sebagai pelatih Real Madrid musim 2026/2027 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Lamanya proses kasus Manchester City juga dapat dilihat dari perubahan besar yang terjadi di bangku kepelatihan Premier League. Sejak 115 dakwaan tersebut diumumkan pada awal Februari 2023, sebanyak 47 manajer telah kehilangan pekerjaan.

Chelsea dan Nottingham Forest menjadi dua klub dengan jumlah pergantian manajer terbanyak dalam periode tersebut. Masing-masing mencatatkan empat pemecatan, sama seperti Southampton.

Wolves, West Ham, Tottenham, dan Leicester juga mengalami pergantian pelatih berulang kali. Keempat klub tersebut masing-masing telah memecat tiga manajer sejak dakwaan terhadap Manchester City diumumkan.

4 dari 4 halaman

Manchester City Menghabiskan Lebih dari 1 Miliar Paun

Bek Manchester City, Josko Gvardiol bereaksi setelah gagal memaksimalkan peluang melawan West Ham, 21 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bek Manchester City, Josko Gvardiol bereaksi setelah gagal memaksimalkan peluang melawan West Ham, 21 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Dave Thompson

Aktivitas Manchester City di bursa transfer juga terus berlangsung dalam skala besar selama perkara hukum berjalan. Dalam tujuh jendela transfer sejak dakwaan diumumkan, City telah mengeluarkan lebih dari £1 miliar untuk biaya transfer.

Enzo Fernandez dan Elliot Anderson disebut menjadi dua perekrutan paling mahal dengan total nilai mencapai £240 juta. Sementara itu, Ayyoub Bouaddi didatangkan dengan biaya £81,4 juta.

Josko Gvardiol dan Omar Marmoush menghabiskan total £145 juta, sedangkan City kembali mengeluarkan £62,5 juta untuk merekrut Antoine Semenyo pada Januari. Besarnya aktivitas transfer tersebut menunjukkan bahwa proses hukum yang panjang belum menghentikan City untuk tetap bergerak agresif di pasar pemain.

Sumber: Planet Football


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL