8 Klub yang Diduga Paling Terdampak Kasus Manchester City, Ada Manchester United dan Liverpool

8 Klub yang Diduga Paling Terdampak Kasus Manchester City, Ada Manchester United dan Liverpool
Bendera sepak pojok berlogo Manchester City di Etihad Stadium. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Kasus pelanggaran aturan finansial yang melibatkan Manchester City berpotensi berdampak kepada sejumlah klub Premier League. Jika putusan terhadap City akhirnya membawa konsekuensi lebih lanjut, beberapa rival dapat kembali mempertanyakan kerugian yang mereka alami selama periode tersebut.

City dinyatakan bersalah atas sebagian besar dari 115 dakwaan Premier League yang diajukan terhadap mereka. Perkembangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengaruh kesuksesan City terhadap posisi klub-klub lain dalam kompetisi.

Tottenham Hotspur dan Manchester United termasuk klub yang disebut dapat memiliki kepentingan besar dalam perkembangan kasus tersebut. Liverpool, Arsenal, Chelsea, Everton, Sunderland, dan Stoke City juga masuk dalam daftar klub yang berpotensi terdampak.

Kerugian yang mungkin muncul tidak hanya berkaitan dengan trofi. Pendapatan dari kompetisi Eropa, hadiah kompetisi domestik, serta peluang bermain di turnamen UEFA juga menjadi bagian dari perhitungan yang masih bersifat perkiraan.

1 dari 5 halaman

Tottenham dan Manchester United

Pemain Manchester United berkumpul sebelum pertandingan Premier League melawan Manchester City di Old Trafford, Minggu (13/9/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Pemain Manchester United berkumpul sebelum pertandingan Premier League melawan Manchester City di Old Trafford, Minggu (13/9/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Tottenham disebut sebagai salah satu klub yang berpotensi mengalami kerugian finansial terbesar. Spurs beberapa kali gagal lolos ke Liga Champions selama periode yang diperiksa dalam kasus City.

Tottenham finis di posisi kelima pada musim 2010/2011, 2012/2013, dan 2014/2015. Situasi pada musim 2011/2012 juga disebut sebagai salah satu faktor yang dapat diperhitungkan dalam potensi kehilangan pendapatan Eropa.

Jika seluruh posisi tersebut dihitung berdasarkan skenario tanpa City, potensi pendapatan yang hilang bagi Tottenham diperkirakan bisa mencapai lebih dari 100 juta pounds. Namun, angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan posisi alternatif dan bukan kerugian yang sudah dikonfirmasi.

Manchester United memiliki kaitan berbeda dengan kasus tersebut. Mereka kehilangan gelar Premier League 2011/2012 dari City hanya karena selisih gol dan kembali finis di bawah rival sekota tersebut pada 2017/2018.

United juga finis di posisi kelima pada 2015/2016 ketika City berada satu tingkat di atas mereka. Kondisi tersebut membuat klub berpotensi mempertanyakan peluang pendapatan Liga Champions yang mungkin hilang pada periode tersebut.

2 dari 5 halaman

Liverpool dan Arsenal

Pemain Liverpool Alexander Isak (tengah) merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth, Minggu (20/9/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Pemain Liverpool Alexander Isak (tengah) merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth, Minggu (20/9/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Liverpool menjadi salah satu klub yang memiliki catatan persaingan langsung dengan City dalam perebutan gelar. Pada musim 2013/2014, Liverpool hanya tertinggal dua poin dari City sehingga gagal menjadi juara bersama Brendan Rodgers.

Selisih tersebut membuat Liverpool kehilangan sekitar 1,2 juta pounds dalam hadiah. Jika gelar jatuh ke Liverpool, penantian mereka untuk kembali menjadi juara liga juga akan tercatat berbeda.

Liverpool juga kalah dari City pada final Piala Liga 2016. Selain itu, posisi keenam pada musim 2010/2011 berpotensi dikaitkan dengan hilangnya kesempatan memperoleh pendapatan tambahan dari kompetisi Eropa.

Arsenal memiliki persoalan yang berkaitan dengan berakhirnya catatan panjang mereka di Liga Champions. The Gunners finis kelima pada 2016/2017 sehingga kehilangan kesempatan untuk mempertahankan tradisi 20 musim beruntun tampil di kompetisi tersebut pada era Arsene Wenger.

Tanpa City dalam perhitungan tersebut, Arsenal secara hipotetis dapat memperoleh peluang berbeda untuk lolos ke Liga Champions. Mereka juga kalah dari City pada final Piala Liga 2018, yang membuat trofi tersebut masuk dalam kemungkinan lain yang dapat diperdebatkan.

3 dari 5 halaman

Everton, Chelsea, Sunderland, dan Stoke City

Pemain Chelsea Joao Pedro merayakan gol bersama Reece James (kanan) dalam pertandingan Premier League kontra Hull City, Sabtu (12/9/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Pemain Chelsea Joao Pedro merayakan gol bersama Reece James (kanan) dalam pertandingan Premier League kontra Hull City, Sabtu (12/9/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Everton juga beberapa kali berada dalam situasi yang berpotensi terpengaruh oleh posisi City. Salah satunya terjadi pada 2013/2014 ketika Everton mengakhiri musim di peringkat kelima dan gagal mendapatkan tiket kompetisi Eropa yang lebih tinggi.

Mereka juga disingkirkan City pada semifinal Piala Liga 2016. Kekalahan tersebut secara hipotetis membuat Everton kehilangan kesempatan tampil di final kompetisi tersebut.

Chelsea finis kelima pada Premier League 2017/2018, tepat di belakang City. Posisi itu membuat Chelsea berpotensi memperhitungkan pendapatan Liga Champions yang mungkin mereka dapatkan dalam skenario berbeda.

Chelsea juga kalah dari City dalam Community Shield 2012. Namun, nilai kerugian yang berkaitan dengan pertandingan tersebut berbeda dengan perhitungan pendapatan kompetisi Eropa dan tetap membutuhkan proses penentuan tersendiri.

Sunderland kalah dari City pada final Piala Liga 2014. Kekalahan itu juga berarti mereka kehilangan peluang tampil di Liga Europa yang berpotensi menghasilkan pendapatan jutaan pounds.

Stoke City mengalami situasi serupa setelah kalah dari City pada final Piala FA 2011. Stoke tetap lolos ke Liga Europa, tetapi kekalahan tersebut disebut membuat mereka kehilangan tambahan hadiah lebih dari 1 juta pounds sekaligus kesempatan mengangkat trofi utama.

4 dari 5 halaman

Potensi Kompensasi Masih Belum Pasti

Pemain Manchester City merayakan gol Antoine Semenyo ke gawang Sunderland dalam pertandingan Premier League, Minggu (20/9/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Pemain Manchester City merayakan gol Antoine Semenyo ke gawang Sunderland dalam pertandingan Premier League, Minggu (20/9/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Dampak kasus City dapat berkembang menjadi persoalan hukum yang lebih luas jika klub-klub rival mengajukan tuntutan kompensasi. Namun, besaran kerugian yang disebut dalam berbagai skenario saat ini masih berupa perkiraan.

Perhitungan tersebut didasarkan pada kemungkinan perubahan posisi klasemen dan kelolosan ke kompetisi Eropa. Karena itu, angka tersebut belum dapat dianggap sebagai kerugian yang telah terbukti atau nilai kompensasi yang pasti diterima klub terkait.

Proses banding City dan tahapan hukum berikutnya juga masih dapat berlangsung dalam waktu yang panjang. Sanksi olahraga maupun hukuman finansial terhadap City akan bergantung pada perkembangan proses tersebut.

Bahkan jika putusan akhirnya tetap berlaku, persoalan kompensasi kepada klub rival masih harus ditentukan melalui proses tersendiri. Penentuan klub yang berhak mendapatkan kompensasi dan jumlah yang dapat dituntut berpotensi menjadi proses panjang serta kompleks.

Sumber: Sports Mole

5 dari 5 halaman

Klasemen Premier League


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL