
Bola.net - Chelsea gagal memetik kemenangan ketika meladeni Burnley dalam duel pekan ke-11 Premier League 2021/22, Sabtu (6/11/2021). The Blues ditahan 1-1 di Stamford Bridge.
Chelsea unggul terlebih dahulu lewat Kai Havertz di menit ke-33, tapi tidak bisa membuat pukulan pemungkas. Akibatnya, Burnley menemukan celah untuk mencetak gol balasan menjelang akhir laga.
Hasil imbang ini terbilang buruk untuk ukuran Chelsea. Pasukan Thomas Tuchel punya segalanya untuk menang, tapi tidak bisa bermain maksimal untuk memanfaatkan keunggulan mereka.
Skor imbang ini juga menyisakan 5 pelajaran penting terkait duel Chelsea vs Burnley. Apa saja sih? Yuk scroll ke bawah, Bolaneters!
25 tembakan gagal menang
25 - Chelsea had 25 shots in their 1-1 draw with Burnley, their most in a Premier League home game they failed to win since August 2015 against Crystal Palace (26 shots, lost 2-1). Blue.
— OptaJoe (@OptaJoe) November 6, 2021
Dominasi Chelsea terlihat jelas dari total upaya tembakan mereka. Menurut Opta, Chelsea membuat total 25 tembakan selama 90 menit.
Sayangnya 25 tembakan itu tidak cukup untuk memetik kemenangan. Catatan itu adalah upaya terbanyak Chelsea tanpa kemenangan sejak Agustus 2015.
Artinya, Tuchel punya PR untuk memaksimalkan kemampuan timnya dalam mencetak gol. Bermain tanpa striker terbukti menyulitkan The Blues.
Burnley bikin frustrasi

Burnley lagi-lagi membuktikan diri sebagai lawan merepotkan untuk tim-tim besar. Reputasi ini sudah dimiliki Burnley sejak beberapa tahun terakhir.
Pasukan Sean Dyche bermain dengan taktik yang membuat lawan frustrasi. Burnley merusak tempo permainan Chelsea dengan upaya melambatkan permainan setiap kali membawa bola.
Bahkan taktik ini dimulai Burnley ketika skor masih 0-0 di babak pertama. Chelsea tampak frustrasi menghadapi permainan khas pasukan Dyche.
Reece James main apik
7 - Only Mohamed Salah (16), Michail Antonio (9) and Jamie Vardy (8) have been directly involved in more Premier League goals this season than Chelsea's Reece James (7 - 4 goals, 3 assists). Delivery. pic.twitter.com/ySHKbBLino
— OptaJoe (@OptaJoe) November 6, 2021
Reece James melanjutkan performa apiknya di laga ini. Dia membuat assist sempurna dengan umpan silang yang disambut sundulan Havertz.
James bermain sangat baik dalam naik membantu serangan dan turun ketika tim lawan mendapatkan celah. Dia tampil solid, bahkan melebihi ekspektasi.
Tercatat, assist kali ini sekaligus jadi kontribusi gol ketuuh James di Premier League. Dia hanya kalah dari tiga pemain: Mohamed Salah, Jamie Vardy, dan Michail Antonio.
Reaksi berlebihan Tuchel

Thomas Tuchel tampak kehilangan kontrol ketenangan di pertandingan ini. Dia sering bereaksi berlebihan di tepi lapangan, termasuk saat mencoba mengejek Dyche.
Tuchel berteriak emosi ketika wasit memberikan pelanggaran untuk Burnley dalam duel Barkley vs Ben Mee. Lalu dia melakukan selebrasi gila-gilaan ketika Chelsea mencetak gol, termasuk melakukannya di depan para staf Burnley.
Reaksi berlebihan Tuchel ini menimbulkan konflik kecil dengan Dyche. Nahasnya, Tuchel harus menahan malu karena Chelsea gagal menang.
Sulit tanpa striker

Chelsea punya banyak pencetak gol. Kali ini giliran Havertz yang menjebol gawang lawan. Mereka juga masih punya Hakim Ziyech, Christian Pulisic, dan para bek.
Sayangnya, The Blues terlihat jelas masih membutuhkan striker pencetak gol. Mereka dirugikan dengan absennya Romelu Lukaku dan Timo Werner karena cedera.
Kali ini, Chelsea juga kesulitan bermain tanpa striker. Ada begitu banyak peluang, tapi eksekusi akhir kurang maksimal.
Sumber: Football London, Opta
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Havertz Frustrasi, Tuduh Burnley Tak Niat Main Bola
Liga Inggris 7 November 2021, 14:37
-
Tahan Imbang Chelsea, Tuchel: Burnley Beruntung
Liga Inggris 7 November 2021, 13:12
-
5 Pelajaran dari Hasil Imbang Chelsea: 25 Tembakan, Burnley Alot!
Liga Inggris 7 November 2021, 06:00
-
Chelsea Imbang, Clean Sheet Stop, Fans: Barkley Kok Masih Main, Tuchel Telat!
Liga Inggris 7 November 2021, 00:56
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Reece James
Liga Inggris 7 November 2021, 00:22
LATEST UPDATE
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR