
Bola.net - Winger anyar Chelsea, Hakim Ziyech, dikenal sebagai salah satu pemain dengan visi terbaik. Ziyech bisa melihat celah umpan yang tak terlihat pemain lain dan punya akurasi tinggi untuk mengirim bola ke titik itu.
Kemampuan ini sudah dimiliki Ziyech sejak masih membela Ajax Amsterdam beberapa tahun terakhir. Kini dia membawanya ke Chelsea dan jadi salah satu senjata The Blues.
Biasanya Ziyech bermain di kanan, menerima bola, melihat celah, lalu mengirim umpan jauh yang akurat untuk para penyerang.
Tidak semua pemain bisa mengirim umpan seakurat Ziyech, lalu apa rahasianya?
Kemampuan natural
Bicara di laman resmi Chelsea, Ziyech mengaku tidak ada rahasia khusus pada satu kemampuan istimewanya tersebut. Dia hanya terus mencoba, yakin selalu bisa, dan kemampuan itu terbentuk dengan sendirinya.
"Saya kira keterampilan operan saya datang secara alamiah karena saya selalu senang bermain dengan apa yang bisa saya lihat," ujar Ziyech.
"Bahkan ketika orang lain tidak melihat celah, saya selalu mencoba menemukan celah tersebut. Bahkan ketika orang lain merasa tidak mungkin, saya merasa selalu mungkin."
Terkadang gagal
Ziyech pun tidak mau besar kepala. Banyak operannya yang melenceng atau tidak sampai target. Namun, baginya yang paling penting adalah terus mencoba sampai berhasil.
"Ini [operan] adalah satu hal yang selalu saya latih, bahkan jika terkadang bola mengarah tidak seperti yang Anda inginkan," sambung Ziyech.
"Saya adalah tipe orang yang terus mencoba dan terus berusaha, pada akhirnya itu akan berhasil."
Terus mencoba dan mencoba
Singkatnya, tidak ada rahasia di balik kualitas operan Ziyech selain latihan terus-menerus dan percobaan tak kenal lelah. Baginya hanya itu yang perlu dilakukan.
"Bahkan ketika Anda sudah enam atau tujuh kali gagal, mungkin yang kedelapan akan berhasil dan Anda memenangi pertandingan," lanjut Ziyech.
"Saya merasa bahwa jika Anda tidak mencoba, Anda tidak akan punya kemungkinan," tutupnya.
Sumber: Chelsea
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dipecat Chelsea, Ini 3 Calon Klub Baru Frank Lampard
Editorial 4 Februari 2021, 18:39
-
Terungkap, Barcelona Sempat Coba Bajak Marcos Alonso dari Chelsea
Liga Spanyol 4 Februari 2021, 18:20
-
Akurasi Umpan Jauh Impresif, Hakim Ziyech Ternyata Tidak Punya Rahasia Khusus
Liga Inggris 4 Februari 2021, 14:30
-
5 Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Chelsea
Editorial 4 Februari 2021, 13:58
LATEST UPDATE
-
Prediksi Osasuna vs Real Madrid 22 Februari 2026
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 00:30
-
Prediksi Lecce vs Inter 22 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 00:00
-
Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan Usai Cedera Otot
Liga Italia 20 Februari 2026, 23:57
-
Bek Barcelona Ini Tegaskan Tak Akan Pernah Gabung Real Madrid
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 23:43
-
Gavi Kian Dekat Kembali, Barcelona Dapat Kabar Baik dari Ruang Medis
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 23:29
-
Ramadhan di Eropa, Strategi Khusus untuk Pemain Muslim
Liga Inggris 20 Februari 2026, 22:58
-
Hasil Persija Jakarta vs PSM Makassar: Gol Dramatis Warnai Kemenangan Macan Kemayoran
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 22:38
-
Prediksi Chelsea vs Burnley 21 Februari 2026
Liga Inggris 20 Februari 2026, 22:00
-
Xabi Alonso Tolak Marseille, Sinyal Tunggu Peluang Terbuka di Liverpool?
Liga Inggris 20 Februari 2026, 21:54
-
Julian Alvarez dan Rumor Barcelona, Agen Tegaskan Tidak Ada Negosiasi
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 21:45
-
Prediksi Bayern vs Eintracht Frankfurt 21 Februari 2026
Bundesliga 20 Februari 2026, 21:30
-
Wojciech Szczesny Ungkap Alasan Gabung Barcelona Usai Sempat Pensiun
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 21:14
-
Prediksi Juventus vs Como 21 Februari 2026
Liga Italia 20 Februari 2026, 21:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR