
Bola.net - Bek Arsenal, Riccardo Calafiori, kini bersiap menghadapi laga final Liga Champions. Pemain kelahiran 2002 tersebut akan mengawal lini pertahanan The Gunners untuk melawan PSG pada 30 Mei 2026 mendatang.
Sebelum duel akbar itu dimulai, ia menyempatkan diri berbicara dalam acara media day. Mantan pemain akademi Roma tersebut membagikan banyak cerita menarik mengenai perjalanan karier terbarunya. Perjalanannya dari Basel menuju London kini berbuah manis dengan raihan trofi bergengsi.
Karier sepak bola sang pemain memang berubah drastis setelah meninggalkan kompetisi Italia. Walau sempat bermimpi menjadi pilar utama di Roma, takdir justru membawanya menuju panggung tertinggi Inggris.
Kini dirinya sudah resmi menyandang status sebagai juara Premier League bersama skuad The Gunners. Prestasi mentereng tersebut menjadi modal berharga sebelum tampil di partai puncak kompetisi Eropa. Dalam wawancara terbarunya bersama Sky Sport, ia mengungkapkan kerinduan sekaligus dukungannya untuk mantan klubnya.
Dukungan Penuh untuk AS Roma

Riccardo Calafiori menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melupakan asal-usulnya sebagai pesepak bola profesional. Di tengah kesibukannya di Inggris, ia mengaku masih rutin memantau perkembangan kompetisi Serie A.
Ia berharap mantan timnya tersebut bisa segera kembali bersaing di level tertinggi Eropa. Menurutnya, sudah terlalu lama klub serigala ibu kota itu absen dari kompetisi kasta tertinggi. Oleh karena itu, ia berjanji akan menyaksikan laga krusial mereka akhir pekan nanti.
"Saya sesekali menonton pertandingan Roma dan Bologna. Saya berharap Roma bisa masuk ke Liga Champions, mereka sudah lama absen dan saya akan senang," ujar bek Arsenal tersebut.
"Pada hari Minggu, saya akan merayakannya, tetapi saya akan menonton pertandingan melawan Verona di ponsel saya karena itu akan sangat penting," sambungnya.
Kekecewaan Bersama Timnas Italia dan Motivasi Heinze
Perjalanan karier Calafiori pada musim ini sebenarnya tidak selalu berjalan dengan mulus tanpa hambatan. Ia sempat melewati periode yang sangat kelam dan menguras emosi pada Maret lalu. Kegagalan di level klub dan internasional menjadi pukulan telak yang harus diterimanya dengan lapang dada.
Beruntung, dirinya mendapatkan suntikan motivasi berharga dari sosok penting seperti Heinze untuk bangkit kembali. Wejangan tersebut terbukti ampuh membantunya melewati masa-masa sulit hingga sukses mengamankan kesuksesan besar sekarang.
"Saya mendapati bulan Maret yang cukup sulit antara Italia dan Arsenal, di mana kami tersingkir dari kompetisi piala. Heinze memberi tahu saya pada minggu-minggu itu bahwa sesuatu yang baik akan terjadi pada saya," ungkap Calafiori.
"Satu hal telah terjadi, sekarang saya berharap sesuatu yang lain datang. Namun, ada kekecewaan untuk Italia; saya bahkan tidak tahu apakah saya bisa menonton pertandingan Piala Dunia," lanjutnya.
Sensasi Luar Biasa Menjuarai Premier League
Terlepas dari kegagalan bersama tim nasional, Calafiori sukses mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola Inggris. Ia berhasil membantu Arsenal memutus dominasi rival mereka demi mengamankan takhta tertinggi Premier League.
Pesta juara tersebut terasa sangat emosional karena harus ditentukan hingga detik-detik terakhir kompetisi. Ketegangan yang luar biasa selama perburuan gelar juara memberikan kepuasan tersendiri bagi sang pemain. Kini, ia siap mengalihkan fokus sepenuhnya demi menghadapi laga final di depan mata.
"Itu berjalan sangat baik, sebuah perayaan luar biasa yang akan sulit untuk ditandingi," kata pemain timnas Italia tersebut.
"Dalam beberapa hal, lebih baik menang seperti itu daripada di atas lapangan. Antisipasi dan kesialan City terasa sangat luar biasa," tutup Calafiori.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pesan Riccardo Calafiori untuk AS Roma: Semoga Lolos Liga Champions!
Liga Italia 22 Mei 2026, 14:13
-
Tanpa Liga Champions, Juventus Terancam Gagal Dapatkan Bernardo Silva
Liga Italia 21 Mei 2026, 17:30
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR