Arsenal Menang Lagi Lewat Bola Mati, Pelatih Fulham Sampai Angkat Tangan untuk Gabriel: Dia Terlalu Kuat!

Bola.net - Manajer Fulham, Marco Silva, memberikan sebuah pengakuan jujur usai timnya dikalahkan oleh Arsenal. Ia tanpa ragu menyebut satu bintang The Gunners mustahil untuk bisa dihentikan.
Fulham harus menyerah dengan skor tipis 0-1 di Craven Cottage pada Sabtu malam. Gol tunggal dari Leandro Trossard menjadi satu-satunya pembeda dalam laga ketat tersebut.
Silva secara khusus menyoroti proses gol yang lagi-lagi lahir dari skema bola mati. Sosok bek tangguh Arsenal, Gabriel Magalhaes, disebutnya sebagai ancaman utama yang sangat sulit dikendalikan.
Meskipun merasa sangat frustrasi dengan hasil akhir, Silva mengakui kekuatan luar biasa Arsenal dari situasi bola mati. Ia bahkan menyebutnya sebagai tantangan berat bagi tim manapun di Premier League.
Mustahil Mengawal Gabriel

Marco Silva menyoroti betapa sulitnya tugas untuk menjaga Gabriel Magalhaes dalam situasi bola mati. Menurutnya, atribut fisik bek asal Brasil itu, terutama lompatannya, menjadi pembeda utama.
Meskipun timnya sudah berusaha keras untuk memblokir pergerakannya, satu momen keunggulan udara sudah cukup. Bola sundulan dari tiang dekat sangat sulit diantisipasi oleh para pemainnya di tiang jauh.
"Gabriel melompat sangat tinggi, mustahil untuk menghentikannya," ujar Silva kepada BBC Match of the Day.
"Sangat sulit untuk mengawalnya," lanjutnya dengan tegas.
Satu Momen Kelengahan yang Fatal
Silva menjelaskan bahwa hampir sepanjang pertandingan, timnya sebenarnya berhasil menjalankan strategi dengan sangat baik. Mereka mampu membatasi pergerakan lari dari Gabriel dalam banyak kesempatan.
Akan tetapi, pada satu momen krusial yang berujung gol, pertahanan mereka dinilai terlalu terbuka. Celah itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh Gabriel untuk bisa berlari dan melompat dengan kekuatan penuh.
"Cara kami mencoba memblokir larinya, hampir sepanjang pertandingan, kami melakukannya dengan sangat baik," kata Silva.
"Kami terlalu terbuka dan membiarkan jalur untuk Gabriel. Kami tidak ingin dia berlari di area itu," jelasnya.
Kekuatan Paripurna Set-Piece Arsenal
Lebih lanjut, Silva mengakui bahwa ancaman Arsenal dari situasi bola mati bukan hanya soal satu atau dua pemain. Kualitas dari para pengambil tendangan juga menjadi faktor kunci keberhasilan mereka.
Menurutnya, ini adalah tantangan yang sangat berat bagi semua tim yang menghadapi Arsenal, bukan hanya Fulham. Statistik gol mereka dari bola mati menunjukkan betapa berbahayanya mereka pada momen tersebut.
"Ini adalah tantangan berat bagi Anda, ketika Arsenal menghadapi tim lain itu juga tantangan berat bagi mereka," ujar Silva dalam konferensi persnya.
"Saya pikir mereka telah mencetak 60 persen gol mereka dari bola mati, itu menunjukkan kekuatan mereka pada momen tersebut," tambahnya.
Frustrasi di Balik Persiapan Matang
Rasa frustrasi Silva menjadi semakin besar karena ia merasa timnya sudah sangat siap menghadapi ancaman ini. Mereka telah mempersiapkan diri secara khusus untuk bisa mengantisipasi momen bola mati Arsenal.
Namun, ia juga menekankan bahwa dalam pertandingan seketat ini, fokus harus bisa terjaga selama 95 menit penuh. Satu detik saja kehilangan konsentrasi bisa berakibat fatal saat melawan tim sekelas Arsenal.
"Frustrasinya bagi kami adalah bahwa kami menunjukkan sepanjang pertandingan bahwa kami sudah sangat siap untuk momen itu," kata Silva.
"Tetapi ini adalah jenis permainan di mana Anda harus menjaga fokus selama 90, 95 menit, hampir sepanjang waktu kami melakukan pekerjaan yang sangat baik," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Fulham vs Arsenal: Gabriel Magalhaes
Liga Inggris 19 Oktober 2025, 07:01
LATEST UPDATE
-
Chelsea Resmi Lepas Raheem Sterling, Akhiri Hubungan Lewat Pernyataan Singkat
Liga Inggris 29 Januari 2026, 02:43
-
Arsenal Tanpa Declan Rice di Laga Terakhir Liga Champions, Ini Penyebabnya
Liga Champions 29 Januari 2026, 02:40
-
Kenapa Pedri Absen di Laga Barcelona vs FC Copenhagen?
Liga Champions 29 Januari 2026, 02:36
-
Tempat Menonton PSV vs Bayern: Jam Berapa dan Nonton Live Streaming di Mana?
Liga Champions 29 Januari 2026, 01:19
-
Tempat Menonton Club Brugge vs Marseille: Duel Hidup Mati Menuju Fase Gugur UCL
Liga Champions 29 Januari 2026, 01:14
-
Tempat Menonton Dortmund vs Inter: Jam Berapa dan Nonton Live Streaming di Mana?
Liga Champions 29 Januari 2026, 00:58
-
Tempat Menonton PSG vs Newcastle: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 29 Januari 2026, 00:16
-
Tempat Menonton Eintracht Frankfurt vs Tottenham: Misi 8 Besar The Lilywhites
Liga Champions 29 Januari 2026, 00:04
-
Tempat Menonton Napoli vs Chelsea: Jam Berapa dan Nonton Live Streaming di Mana?
Liga Champions 28 Januari 2026, 23:24
-
Harry Maguire, Kontrak Baru, dan Dilema Manchester United
Liga Inggris 28 Januari 2026, 22:53
LATEST EDITORIAL
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
























KOMENTAR