Bola.net - - Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, diyakini sedang pusing karena memiliki banyak gelandang dengan kualitas yang mumpuni. Hal itu sampai membuat mantan pemain Arsenal, Martin Keown, yakin pria asal Italia itu menyesal meminjam Matteo Kovacic.
Pada bursa transfer musim panas lalu, Kovacic direkrut oleh The Blues dari Real Madrid dengan status pinjaman. Dengan karakteristik permainan yang mengandalkan penguasaan bola, pemain asal Kroasi tersebut dianggap sebagai aset penting bagi Sarri.
Sayangnya, ia justru harus berhadapan dengan persaingan ketat di lini tengah Chelsea. Performa Kovacic sejatinya tidak buruk, namun gelandang lainnya seperti Ross Barkley dan Ruben Loftus-Cheek ternyata tidak kalah kelas dibanding dirinya.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Penyesalan Sarri
Hal itu lalu membuat Martin Keown yakin peminjaman Kovacic hanya akan jadi penyesalan Sarri musim ini. Apalagi ditambah dengan tuntutan publik yang ingin melihat Barkley dan Loftus-Cheek bermain lebih sering.
"Saya yakin jika Maurizio Sarri tahu betapa bagusnya Ross Barkley dan Ruben Loftus-Cheek dulu, Chelsea tidak akan meminjam Kovacic," ujar Keown kepada Daily Mail.
"Bila Chelsea harus membuat pilihan antara Kovacic dan Loftus-Cheek, saya lebih baik memulangkan Kovacic ke Real Madrid ketimbang melepas Loftus-Cheek dengan status pinjaman," lanjutnya.
Saat Barkley Bermain
Keown lalu teringat masa-masa saat dirinya melihat permainan Barkely untuk pertama kalinya. Baginya, pemain berumur 24 tahun tersebut merupakan salah satu sosok terbaik yang pernah lahir di tanah Inggris.
"Saya tak akan pernah lupa saat pertama kali saya melihatnya bermain. Dia adalah pemain pinjaman di Sheffield Wednesday dan saya menghabiskan satu pertandingan penuh untuk mengetahui apakah dia menggunakan kaki kiri atau kanan," tambahnya.
"Maurizio Sarri berhasil mengeluarkan kemampuan terbaiknya dengan memainkannya di posisi gelandang yang lebih maju. Itu cocok dengan segala kualitasnya dan menaruhnya di depan sehingga dia bisa melakukan magisnya," tandasnya
Barkley, Loftus-Cheek, dan Kovacic memperebutkan satu tempat dengan formasi tiga gelandang Sarri. Dua posisi lainnya sudah diokupasi oleh Jorginho dan N'Golo Kante yang perannya sulit untuk digantikan.
Saksikan Juga Video Ini
Ternyata, ada banyak pelatih asal Italia yang sempat mencicipi kesuksesan di kompetisi tertinggi Inggris, Premier League. Siapa saja mereka? Simak informasi selengkapnya melalui tautan video di bawah ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Chelsea Mundur Perlahan Dari Perburuan Aaron Ramsey
Liga Inggris 2 November 2018, 20:40
-
Cesc Fabregas Ingin Kembali, Arsenal Katakan Tidak
Liga Inggris 2 November 2018, 18:00
-
Bertahan di Chelsea, Cesc Fabregas Harus Rela Potong Gaji?
Liga Inggris 2 November 2018, 16:40
-
Angka-angka yang Jadi Bukti Hebatnya Gaya Sepak Bola Chelsea
Liga Inggris 2 November 2018, 16:00
-
5 Calon Pengganti Jangka Panjang David Luiz di Chelsea
Editorial 2 November 2018, 15:45
LATEST UPDATE
-
Mengapa Liam Rosenior Tak Langsung Debut Usai Resmi Tukangi Chelsea?
Liga Inggris 6 Januari 2026, 20:31
-
Manchester United Pilih Pelatih Interim Sampai Akhir Musim?
Liga Inggris 6 Januari 2026, 19:58
-
Live Streaming Sassuolo vs Juventus - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 6 Januari 2026, 19:45
-
Liam Rosenior Boyong 3 Staf dari Strasbourg ke Chelsea, Debut Resmi di Piala FA
Liga Inggris 6 Januari 2026, 19:42
-
Daftar Pemain Voli Putra Surabaya Samator di Proliga 2026
Voli 6 Januari 2026, 19:31
-
IBL Indonesia 2026 Dimulai 10 Januari 2026, Total Gelar 137 Pertandingan
Basket 6 Januari 2026, 19:15
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 6 Januari 2026, 19:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40























KOMENTAR