
Bola.net - Manchester United sedang aktif membangun ulang lini depannya untuk musim mendatang. Salah satu target utama mereka adalah penyerang muda asal Slovenia, Benjamin Sesko.
Sesko menjadi sorotan berkat kombinasi fisik dan teknik yang menjanjikan. Dengan tinggi mendekati dua meter, kecepatan luar biasa, dan tendangan keras, ia dianggap cocok dengan gaya Premier League.
Setelah sempat diminati Arsenal, kini Manchester United menjadi kandidat terkuat untuk mendapatkan tanda tangannya. Klub berharap bisa mengembangkan potensinya menjadi striker top Eropa.
Namun, keputusan untuk merekrutnya bukan tanpa risiko. Meski menjanjikan, Sesko masih dalam tahap perkembangan dan belum konsisten di level tertinggi.
Paket Lengkap di Usia Muda

Benjamin Sesko adalah tipikal penyerang modern dengan atribut lengkap. Ia bisa turun menjemput bola maupun berlari menusuk ke ruang kosong di belakang pertahanan lawan.
Dalam dua musim di RB Leipzig, Sesko menunjukkan perkembangan signifikan. Ia datang dari Red Bull Salzburg pada 2023 dan langsung menjadi bagian penting lini depan Leipzig.
Musim pertamanya begitu impresif dengan catatan 14 gol, 13 di antaranya berasal dari dalam kotak penalti. Ia juga mencatat rasio 0,82 gol per 90 menit, hanya kalah dari Harry Kane dan Serhou Guirassy.
Statistik tersebut menunjukkan potensinya sebagai predator kotak penalti. Namun, gaya permainannya berkembang di musim berikutnya, dengan kontribusi lebih variatif di seluruh area lapangan.
Dari Finisher Menjadi Playmaker?

Pada musim 2024/2025, peran Sesko tampak lebih fleksibel. Ia lebih sering menyentuh bola di luar kotak penalti, dan frekuensi sentuhan di area berbahaya menurun drastis.
Akibatnya, rasio tembakan dari dalam kotak juga menurun dari 2,4 menjadi 1,5 per 90 menit. Hanya 76,9% golnya berasal dari dalam area penalti, salah satu yang terendah di antara striker top Bundesliga.
Ia mencetak 13 gol, satu lebih sedikit dari musim sebelumnya, meskipun bermain hampir 15 jam lebih sedikit. Itu mencerminkan penurunan peluang emas, bukan semata soal kualitas penyelesaian.
Dengan kemampuannya mencetak gol dari jarak jauh dan dua kaki, Sesko tetap menjadi ancaman. Tapi ia perlu lebih sering berada di posisi yang menguntungkan untuk mencetak lebih banyak gol.
Kualitas Finishing Lebih dari Rata-Rata

Meski tak selalu berada di posisi ideal, Sesko tetap mencatatkan overperformance terhadap expected goals (xG). Pada 2023/24, ia mencetak 6,3 gol lebih banyak dari ekspektasi — tertinggi di Bundesliga.
Di musim berikutnya, angka itu menurun menjadi +2,7, namun masih menunjukkan kualitas penyelesaian yang di atas rata-rata. Dari 8,31 xG sepanjang musim, ia menghasilkan 13 gol non-penalti.
Tingkat konversinya dari dalam kotak penalti juga mengesankan, dengan overperformance +1,53. Angka ini menempatkannya di posisi ke-33 di Bundesliga, cukup menjanjikan untuk usianya.
Namun, data tersebut juga mengindikasikan satu hal penting: ia belum cukup sering berada di posisi terbaik. Untuk berkembang jadi mesin gol, aspek ini yang harus ditingkatkan.
Peluang di Manchester United

Di Old Trafford, Benjamin Sesko akan mendapat dukungan besar untuk berkembang. Ia kemungkinan besar akan bermain sebagai striker tunggal dalam formasi 3-4-2-1 milik Ruben Amorim.
Dibanding di Leipzig yang memakai dua penyerang, skema MU bisa memberinya ruang lebih untuk fokus menyerang. Itu bisa membantu memperbaiki frekuensi peluang yang ia terima.
Selain itu, MU telah merekrut dua penyerang sayap produktif, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo. Keduanya terbukti efektif mencetak gol sekaligus aktif menciptakan ruang dan peluang.
Dengan dukungan lini serang seperti itu, tekanan untuk mencetak 20 gol di musim pertama bisa diminimalkan. MU memberi Sesko waktu untuk tumbuh jadi striker utama masa depan.
Catatan Inkonsistensi yang Wajar

Satu hal yang mencuat dari Sesko adalah inkonsistensi golnya. Di musim 2023/2024, ia mencetak tujuh gol dalam tujuh pertandingan berturut-turut, tetapi juga sempat mandul selama sepuluh laga.
Musim 2024/2025 pun serupa, dengan periode subur dan paceklik silih berganti. Ia mencetak lima gol dalam empat pertandingan dan tujuh dalam delapan laga, tapi juga melewati sebelas laga dengan hanya tiga gol.
Ini bukan hal aneh untuk pemain seusianya. Usia 22 tahun memang masa perkembangan, dan konsistensi biasanya datang seiring pengalaman.
Yang penting, ia telah menunjukkan potensi ledakan performa — dan itu jadi alasan utama MU tertarik berinvestasi padanya.
Sumber: Opta
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Menggoda Barcelona dan Gelandang Mudanya
Liga Spanyol 2 Agustus 2025, 23:29
-
Benjamin Sesko ke Manchester United: Bisakah Jadi Mesin Gol di Premier League?
Liga Inggris 2 Agustus 2025, 15:01
-
Tidak Menyesal Tinggalkan Arsenal, Ayden Heaven Nyaman Tampil di MU!
Liga Inggris 2 Agustus 2025, 13:40
-
Mau Benjamin Sesko, MU Diminta Serahkan Pemain Ini ke RB Leipzig
Liga Inggris 2 Agustus 2025, 12:33
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Bologna 5 Januari 2026
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:45
-
Juventus vs Lecce: Pemain Terbaik dan Terburuk di Allianz Stadium
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:37
-
Man of the Match Juventus vs Lecce: Wladimiro Falcone
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:27
-
Hasil Sassuolo vs Parma: Jay Idzes Gagal Bantu Neroverdi Raih Poin Penuh
Tim Nasional 4 Januari 2026, 01:13
-
Prediksi Man City vs Chelsea 5 Januari 2026
Liga Inggris 4 Januari 2026, 00:30
-
BRI Super League: Kuota Penonton Persik vs Persib Dibatasi
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:44
-
Prediksi BRI Super League, Bali United vs Arema FC 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:31
-
Prediksi Real Madrid vs Real Betis 4 Januari 2026
Liga Spanyol 3 Januari 2026, 22:15
-
Prediksi Fulham vs Liverpool 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 22:00
-
Prediksi BRI Super League, PSIM Yogyakarta vs Semen Padang 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 21:35
-
Prediksi BRI Super League, Persis Solo vs Persita 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 21:10
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43
























KOMENTAR