
Bola.net - Ole Gunnar Solskjaer dinilai keliru telah menempatkan Marcus Rashford di bawah tekanan besar dengan memilihnya sebagai bintang utama Manchester United musim ini. Masih terlalu muda, Rashford bisa jadi hancur karena tekanan.
Pandangan ini disampaikan oleh analis Sky Sports, Graeme Souness. Menurutnya, MU yang sekarang seharusnya mengandalkan striker senior, bukan pemain muda seperti Rashford.
"Rashford bakal menjadi pemain hebat, tetapi dia masih 21 tahun, tahun lalu dia diminta menjadi bintang utama MU, dan dia akan diminta melakukannya lagi musim ini," buka Souness.
Menurutnya, Rashford memang punya potensi luar biasa, tapi seharusnya dia belum dipercaya sebagai striker utama. Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Tantangan Besar
Menurut Souness, MU bukanlah klub biasa. Bermain untuk MU bisa membuat pemain hancur karena tekanan yang begitu besar. Rashford masih muda, dan seharusnya dia belum pantas menjadi striker utama.
"Anda bicara soal mendatangkan pemain 17 atau 18 tahun dan meminta mereka berkerja keras sehari-hari. Saya kira, bagai pemain-pemain muda, itu permintaan yang sangat sulit, kita bicara soal MU di sini," imbuh Souness.
"Dia [Rashford] seharusnya tidak bermain setiap pekan, dia seharusnya memasuki tim yang tampil hebat, melaju bagus, meraih trofi, dan perlahan-lahan dikenalkan."
Beban Rashford
Biar begitu, kenyataannya saat ini MU sangat menandalkan Rashford. Tekanan yang dipikul Rashford sangat besar. Dia masih belum cukup kuat, tapi pihak klub memasksa. Ini perjudian besar.
"Saya kira situasi ini sangat tidak adil untuk dia [Rashford] di usia 21, atau 20 tahun lalu, diminta menjadi bintang utama MU. Faktanya, saat ini mereka meminta Rashford yang baru 21 tahun untuk menjadi striker inti klub ini," sambung Souness.
"Dia mencetak 10 gol dari 33 pertandingan musim lalu. Itu tidak cukup untuk MU. Semua tekanan besar ini dipikul pundak muda Rashford," pungkasnya.
Sumber: Sky Sports
Baca Juga:
- 18 Detik yang Menunjukkan Potensi Mengerikan Manchester United Era Solskjaer
- 3 Hal yang Mungkin Anda Lewatkan dari Duel Manchester United vs Chelsea
- Tantangan untuk Paul Pogba: Bertahan di MU, jadi Pemimpin dan Legenda
- Seperti Van Dijk, Maguire Beri Ketenangan di Pertahanan MU
- Saha Percaya Sanchez Masih Bisa Tampil Hebat untuk MU
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kata Ince, Kehilangan Lukaku Adalah Kerugian Besar Bagi MU
Liga Inggris 13 Agustus 2019, 23:24
-
Liverpool vs Chelsea, Lampard Tak Akan Banyak Ubah Taktiknya
Lain Lain 13 Agustus 2019, 22:25
-
Lampard Sudah Petik Pelajaran dari Laga Lawan Manchester United
Liga Inggris 13 Agustus 2019, 21:52
-
Scholes Bermimpi Melihat Martial Ikuti Jejak Thierry Henry
Liga Inggris 13 Agustus 2019, 21:23
-
Mau Gianluigi Donnarumma, MU dan PSG Diminta Siapkan Rp 802 Milyar
Liga Italia 13 Agustus 2019, 20:40
LATEST UPDATE
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
-
Tempat Menonton Sporting CP vs Arsenal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:02
-
Tempat Menonton Madrid vs Bayern: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:01
-
Bagaimana Update Naturalisasi Luke Vickery untuk Bela Timnas Indonesia?
Tim Nasional 7 April 2026, 21:25
-
Real Madrid Unggul Telak atas Bayern Munchen Secara Sejarah
Liga Champions 7 April 2026, 20:38
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
























KOMENTAR