
Bola.net - Paul Scholes kembali memicu perdebatan soal standar gelandang top. Legenda Manchester United itu blak-blakan mengabaikan nama Declan Rice dan Moises Caicedo.
Padahal, Rice dan Caicedo adalah dua gelandang termahal di Premier League. Keduanya juga tampil apik untuk Arsenal dan Chelsea musim ini.
Namun, Scholes punya filosofi tersendiri. Ia lebih menghargai tipe pemain progresif yang mampu mengontrol laga.
Ia bahkan menyebut dua nama 'brilian' yang lebih ia sukai. Ia juga mengkritik Timnas Inggris yang dinilai krisis pemain cerdas.
Dihujat Karena Beda Selera

Paul Scholes sadar betul pandangannya tidak populer. Ia tidak memasukkan duo £220 juta, Rice dan Caicedo, ke dalam lima besar versinya.
Ia mengaku sering mendapat 'hujatan' karena selera uniknya. Ia menegaskan punya preferensi yang berbeda dari kebanyakan orang.
"Saya dihujat karena saya membuat lima besar minggu lalu," kata Scholes kepada The Overlap.
"Dan saya tidak menempatkan orang seperti Caicedo atau Rice karena saya menyukai tipe gelandang yang berbeda," sambungnya.
Tipe Progresif vs Bertahan
Scholes lantas menjelaskan filosofinya. Ia tidak terkesan dengan gelandang yang tugasnya hanya murni bertahan.
Ia mencari pemain yang bisa melakukan segalanya. Sosok pengontrol yang 'progresif' adalah standar idealnya.
"Tetapi saya suka gelandang pengontrol yang bisa melakukan sedikit dari segalanya," jelas Scholes.
"Bukan hanya bertahan yang mungkin mencetak gol sesekali. Saya suka tipe yang lebih progresif," tegasnya.
Dua Contoh 'Brilian'
Scholes tidak hanya berteori. Ia menunjuk dua pemain spesifik yang dianggapnya 'brilian' dan sesuai kriterianya.
Nama pertama adalah bintang PSG, Vitinha. Nama kedua adalah gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, berdasarkan performa musim lalu.
"Vitihna di PSG itu brilian, dia luar biasa," ujar Scholes.
"Saya pikir Mac Allister di Liverpool tahun lalu sangat brilian, saya tahu dia tidak memulai musim ini dengan baik," tambahnya.
Inggris Tak Punya 'Si Cerdas'
Filosofi ini yang membuatnya cemas dengan komposisi Timnas Inggris. Ia merasa skuad Tiga Singa punya kekurangan fundamental.
Scholes secara gamblang menyebut Rice "bukan tipenya". Ia rindu sosok gelandang cerdas pengatur tempo.
"Rice bukanlah tipe gelandang saya. Elliot Anderson sudah bagus," kata Scholes.
"Saya tidak berpikir kita memiliki tipe gelandang pengontrol yang bisa melakukan segalanya. Kita tidak punya Vitinha, Toni Kroos atau Luka Modric. Kita tidak punya itu," pungkasnya.
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Chelsea Catatkan Kerugian Terbesar dalam Sejarah Premier League
Liga Inggris 2 April 2026, 06:00
-
Iliman Ndiaye Siap Buka Hati untuk Manchester United?
Liga Inggris 2 April 2026, 05:25
-
Duel Pramusim Leeds United vs Manchester United Digelar di Croke Park?
Liga Inggris 2 April 2026, 05:19
-
Stok Bek Kiri Timnas Indonesia Melimpah, John Herdman Punya Banyak Opsi
Tim Nasional 1 April 2026, 21:42
LATEST EDITORIAL
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45






















KOMENTAR