Dari Rashford Hingga Mainoo, Ruben Amorim Tinggalkan Jejak Konflik di Manchester United

Dari Rashford Hingga Mainoo, Ruben Amorim Tinggalkan Jejak Konflik di Manchester United
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim di laga melawan Sunderland pada 4 Oktober 2025 lalu. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Kisah Ruben Amorim di Manchester United akhirnya berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan. Pelatih asal Portugal itu resmi diberhentikan setelah hanya 14 bulan menukangi Setan Merah, tepatnya usai laga lawan Leeds United di pekan ke-20 Liga Inggris 2025/2026.

Keputusan ini datang di tengah situasi tim yang sebenarnya mulai menunjukkan perbaikan. MU bahkan sempat merangkak naik ke papan atas klasemen Premier League.

Meski demikian penampilan Man United bisa disebut masih belum konsisten. Selain itu, sayangnya, selama berada di Old Trafford terdapat masalah laten yang terus menggerogoti ruang ganti Setan Merah.

Hubungan Amorim dengan sejumlah pemain memburuk dari waktu ke waktu. Ia berkonflik dengan pemain macam Marcus Rashford hingga Kobbie Mainoo.

Termasuk kedua pemain tersebut, berikut para pemain yang berkonflik dengan Amorim selama di Man United.

1 dari 7 halaman

Marcus Rashford: Dari Andalan Jadi Tersingkir

Penyerang Barcelona, Marcus Rashford (c) AP Photo/Manu Reino

Penyerang Barcelona, Marcus Rashford (c) AP Photo/Manu Reino

Kedatangan Ruben Amorim sempat dianggap sebagai angin segar bagi Marcus Rashford. Penyerang Inggris itu langsung tampil tajam dengan mencetak tiga gol dalam dua laga awal di bawah pelatih baru.

Namun, performa Rashford perlahan menurun dan mulai memicu keraguan dari sang pelatih. Amorim disebut mempertanyakan profesionalisme sang pemain, terutama terkait sikapnya di sesi latihan.

Situasi semakin memanas ketika Amorim secara terbuka menjelaskan alasan Rashford tak dimainkan. Ia menegaskan bahwa kualitas latihan menjadi faktor utama dalam menentukan menit bermain.

Konflik tersebut berujung panjang ketika Rashford dipinjamkan ke Aston Villa. Saat kembali, Amorim menolak memberinya kesempatan kedua, hingga Rashford kembali menjalani masa peminjaman bersama Barcelona.

2 dari 7 halaman

Alejandro Garnacho: Konflik di Momen Paling Krusial

Selebrasi Alejandro Garnacho dalam laga Carabao Cup antara Cardiff City vs Chelsea, Rabu (17/12/2025). (c) PA via AP Photo/Nick Potts

Selebrasi Alejandro Garnacho dalam laga Carabao Cup antara Cardiff City vs Chelsea, Rabu (17/12/2025). (c) PA via AP Photo/Nick Potts

Nama Alejandro Garnacho juga masuk dalam daftar pemain yang berselisih dengan Amorim. Hubungan keduanya memanas saat MU melangkah jauh di ajang Liga Europa.

Kesalahan Garnacho di semifinal menjadi sorotan langsung sang pelatih. Kritik terbuka tersebut berlanjut dengan keputusan mencadangkan Garnacho di final kontra Tottenham.

Rasa frustrasi Garnacho pun tumpah ke publik setelah laga final. Ia mempertanyakan keputusannya hanya bermain singkat di pertandingan terpenting musim itu.

Tak lama berselang, Garnacho benar-benar angkat kaki dari Old Trafford. Ia bergabung dengan Chelsea dengan nilai transfer besar, meninggalkan hubungan yang tak mungkin diperbaiki dengan Amorim.

3 dari 7 halaman

Jadon Sancho: Kisah Lama yang tak Pernah Usai

Masalah Jadon Sancho di Manchester United ternyata tak berhenti meski Erik ten Hag sudah pergi. Di bawah Amorim, situasi sang winger justru semakin memburuk.

Amorim menilai Sancho tidak sesuai dengan standar komitmen dan kebutuhan taktik tim. Pernyataan tersebut membuat masa depan Sancho di MU semakin suram.

Manajemen klub akhirnya menyetujui kepergian Sancho ke Aston Villa. Meski sudah pindah, ketegangan antara keduanya tetap terasa.

Hal itu terlihat saat MU bertemu Villa, ketika Amorim menolak memberi perhatian khusus pada Sancho. Ia menegaskan bahwa fokusnya hanya pada tim yang ia latih.

4 dari 7 halaman

Antony: Tak Pernah Masuk Rencana

Pemain Real Betis, Antony (ketiga dari kanan), merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga La Liga antara Real Betis vs Barcelona, 6 Desember 2025 (c) AP Photo/Manu Reino

Pemain Real Betis, Antony (ketiga dari kanan), merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga La Liga antara Real Betis vs Barcelona, 6 Desember 2025 (c) AP Photo/Manu Reino

Sejak awal masa kepelatihan Amorim, Antony nyaris tak pernah masuk hitungan. Winger asal Brasil itu dianggap tidak cocok dengan sistem permainan yang diusung.

Keputusan meminjamkan Antony ke Real Betis diambil pada Januari 2025. Amorim menyebut tuntutan fisik menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.

Pernyataan itu memicu reaksi keras dari pihak Antony. Sang agen menilai kliennya diperlakukan tidak adil oleh klub dan pelatih.

Pada akhirnya, Antony dilepas secara permanen ke Betis. Ia kemudian mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara MU dan Amorim memperlakukannya selama di Inggris.

5 dari 7 halaman

Rasmus Hojlund: Tak Sesuai Filosofi

Selebrasi Rasmus Hojlund dalam laga Supercoppa Italiana antara Napoli vs AC Milan, Jumat (19/12/2025). (c) AP Photo/Altaf Qadri

Selebrasi Rasmus Hojlund dalam laga Supercoppa Italiana antara Napoli vs AC Milan, Jumat (19/12/2025). (c) AP Photo/Altaf Qadri

Rasmus Hojlund sebenarnya masih mendapat kesempatan bermain di era Amorim. Namun, statusnya sebagai striker utama perlahan tergerus.

Pada bursa transfer musim panas, Hojlund dilepas ke Napoli dengan status pinjaman. Sejak saat itu, relasi keduanya makin dingin.

Amorim secara terbuka menjelaskan bahwa ia membutuhkan penyerang dengan pergerakan cerdas dan reaksi cepat. Pernyataan tersebut dianggap sebagai sindiran langsung kepada Hojlund.

Striker Denmark itu pun membalas lewat media sosial. Beberapa unggahan bernada satir menunjukkan bahwa hubungannya dengan Amorim benar-benar berakhir buruk.

6 dari 7 halaman

Kobbie Mainoo: Bakat Muda yang Terpinggirkan

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo (c) AP Photo/Dave Shopland

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo (c) AP Photo/Dave Shopland

Minimnya menit bermain Kobbie Mainoo menjadi salah satu keputusan Amorim yang paling disorot. Gelandang muda itu hanya sekali menjadi starter sepanjang musim.

Keputusan tersebut kontras dengan performa Mainoo sebelumnya, termasuk kontribusinya di Euro 2024 dan final Piala FA. Banyak pihak menilai Amorim terlalu cepat mengesampingkannya.

Amorim disebut meragukan kecepatan Mainoo untuk bermain di lini tengah dengan formasi dua gelandang. Penilaian ini memicu perdebatan di kalangan penggemar.

Ketidakpuasan keluarga Mainoo bahkan sempat terlihat di tribun kala sang kakak memakai sebuah kaus bertuliskan 'Free Kobbie Mainoo' alias 'Bebaskan Kobbie Mainoo'. Isyarat tersebut mencerminkan ketegangan yang akhirnya ikut mewarnai akhir masa Amorim di MU.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL