
Bola.net - Liam Rosenior membuat pernyataan mengejutkan usai Chelsea takluk dari Arsenal di semifinal Carabao Cup, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Sang pelatih menolak menyalahkan Robert Sanchez secara terbuka.
Padahal, kiper asal Spanyol itu menjadi sorotan tajam setelah melakukan dua kesalahan fatal. Blunder tersebut berujung pada dua gol mudah bagi The Gunners.
Penampilan Sanchez malam itu seolah kembali ke versi lamanya yang penuh keraguan. Rasa gugup di lini belakang Chelsea menjadi celah yang dimanfaatkan lawan.
Namun, alih-alih murka, Rosenior justru memberikan pembelaan penuh. Ia menekankan bahwa kesalahan tersebut adalah konsekuensi dari instruksi yang ia berikan.
Saya yang Bertanggung Jawab!
Rosenior mengakui bahwa ia menuntut perubahan gaya main yang cukup drastis dari sang kiper. Ia sadar proses adaptasi tersebut membutuhkan waktu dan risiko.
Oleh karena itu, ketika kesalahan terjadi di lapangan, ia merasa itu adalah beban pelatih. Ia tidak ingin pemainnya merasa sendirian saat melakukan eror.
"Saya meminta hal-hal yang berbeda darinya , butuh waktu untuk memahaminya," ujar Liam Rosenior.
"Ketika pemain saya membuat kesalahan, sayalah yang bertanggung jawab," tegas Liam Rosenior.
Penyelamatan Penentu Harapan
Di balik sorotan negatif, Rosenior mengingatkan publik akan satu momen krusial Sanchez. Sang kiper melakukan penyelamatan gemilang saat skor berada di angka 3-1.
Aksi tersebut dianggap vital karena menjaga asa Chelsea tetap hidup untuk leg kedua. Jika gol itu terjadi, The Blues mungkin sudah tersingkir lebih awal.
"Rob adalah kiper yang sangat bagus, melakukan penyelamatan luar biasa saat skor 3-1 untuk menjaga kami tetap dalam persaingan," puji Liam Rosenior.
"Dia melakukan penyelamatan di babak kedua yang benar-benar kelas dunia, karena gol itu bisa saja menyingkirkan kami," tambah Liam Rosenior.
Hilang Fokus di Momen Kritis
Meski membela kipernya, Rosenior tak bisa menutupi kekecewaan soal cara timnya kebobolan. Gol-gol Arsenal dinilai lahir karena hilangnya konsentrasi kolektif.
Terutama pada gol ketiga lawan, Chelsea justru lengah saat sedang memegang kendali permainan. Situasi bola mati kembali menjadi momok yang menyakitkan.
"Kecewa kebobolan dari tendangan sudut, gol ketiga juga, padahal kami sudah kembali ke permainan dan berada di atas angin," keluh Liam Rosenior.
"Kami kehilangan fokus ," tutup Liam Rosenior.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lagi-lagi 'Ilmu Hitam' Arsenal Beraksi, Chelsea Kini Jadi Korbannya
Liga Inggris 15 Januari 2026, 13:19
-
Viktor Gyokeres Belum Banyak Cetak Gol di Arsenal Gara-gara Bukayo Saka?
Liga Inggris 15 Januari 2026, 11:49
-
Mengapa Cole Palmer dan Reece James Hilang di Laga Chelsea vs Arsenal?
Liga Inggris 15 Januari 2026, 08:31
LATEST UPDATE
-
Barcelona Melawan Kemustahilan
Liga Spanyol 2 Maret 2026, 21:27
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Borneo FC 3 Maret 2026
Bola Indonesia 2 Maret 2026, 20:04
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Malut United 3 Maret 2026
Bola Indonesia 2 Maret 2026, 19:59
-
Dominasi Man City, Tekanan Nottm Forest, Rekor Apik Guardiola
Liga Inggris 2 Maret 2026, 19:48
LATEST EDITORIAL
-
Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Direkrut Barcelona
Editorial 2 Maret 2026, 15:19
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24



















KOMENTAR