Lagi-lagi 'Ilmu Hitam' Arsenal Beraksi, Chelsea Kini Jadi Korbannya

Lagi-lagi 'Ilmu Hitam' Arsenal Beraksi, Chelsea Kini Jadi Korbannya
Selebrasi Ben White dalam laga Chelsea vs Arsenal di semifinal Carabao Cup 2025/2026, Kamis (15/1/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Arsenal mengirim pesan kuat di leg pertama semifinal Carabao Cup 2025/2026 saat bertandang ke markas Chelsea. Berstatus sebagai tim tamu, The Gunners berhasil mengalahkan rival sekota mereka dengan skor tipis 2-3.

Bermain di atmosfer Stamford Bridge yang penuh tekanan, The Gunners tampil disiplin dan efektif, terutama dalam memaksimalkan momen-momen krusial. Hasil positif yang mereka raih menjadi modal penting sebelum melakoni leg kedua.

Pertandingan tersebut berjalan ketat sejak menit awal, dengan kedua tim saling menekan dan berhati-hati dalam mengambil risiko. Chelsea mencoba menguasai bola lebih lama, sementara Arsenal memilih pendekatan yang lebih pragmatis dan terstruktur. Strategi ini membuat laga berlangsung dengan intensitas tinggi namun minim kesalahan fatal.

Mikel Arteta kembali menunjukkan kematangan taktiknya dalam laga besar. Arsenal tidak selalu dominan dalam penguasaan bola, tetapi mereka sangat efisien saat mendapatkan peluang. Transisi cepat dan organisasi pertahanan yang rapi membuat Chelsea kesulitan menciptakan peluang bersih.

Salah satu momen penentu dalam laga tersebut datang dari situasi bola mati. The Gunners kembali menunjukkan 'ilmu hitam' mereka, di mana Arsenal beberapa musim terakhir sangat berbahaya dalam skema bola mati dan mereka berhasil mencetak gol pertama mereka dari situasi tersebut.

1 dari 4 halaman

Arsenal Memang Spesialis Set Piece

Pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, merayakan gol pembuka timnya pada laga Premier League/Liga Inggris antara Arsenal vs Aston Villa di London, Selasa, 30 Desember 2025 (c) AP Photo/Alastair Grant

Pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, merayakan gol pembuka timnya pada laga Premier League/Liga Inggris antara Arsenal vs Aston Villa di London, Selasa, 30 Desember 2025 (c) AP Photo/Alastair Grant

Dalam beberapa musim terakhir, Arsenal dikenal luas sebagai tim yang sangat berbahaya dalam situasi bola mati. Skema tendangan sudut dan bola mati tidak langsung mereka dirancang dengan detail tinggi dan kerap memakan 'korban'.

Gabriel Magalhaes memainkan peran yang sangat vital dalam skema tersebut. Bek asal Brasil itu kerap menjadi target utama para eksekutor bola-bola mati Arsenal, karena ia memiliki kemampuan duel udara yang sangat bagus.

Namun, cedera yang dialami Gabriel beberapa waktu yang lalu membuat efektivitas Arsenal dalam mencetak gol dari set piece sempat menurun. Bahkan sudah beberapa pertandingan dilalui tim asal London Utara itu tanpa mencetak gol dari sepak pojok.

Situasi itu akhirnya berubah di laga melawan Chelsea. Ben White muncul sebagai pembeda setelah sepak pojok dari Declan Rice berhasil ia tanduk dan berubah menjadi gol pertama The Gunners di Stamford Bridge.

2 dari 4 halaman

Arsenal, Sang Raja Bola-Bola Mati Eropa

Selebrasi pemain Arsenal merayakan gol Gabriel Martinelli (tengah) ke gawang Portsmouth di Piala FA, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Kin Cheung

Selebrasi pemain Arsenal merayakan gol Gabriel Martinelli (tengah) ke gawang Portsmouth di Piala FA, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Kin Cheung

Secara statistik, Arsenal memang layak menyandang predikat raja bola-bola mati musim ini. Di semua kompetisi, The Gunners telah mencetak total 25 gol dari skema set piece.

Jumlah itu bahkan melampaui sejumlah tim top Eropa yang juga dikenal berbahaya dalam bola-bola mati. Tottenham, Chelsea, dan Bayern Munchen tercatat berada di bawah Arsenal dalam urusan gol bola mati.Tottenham mencatatkan total 17 gol dari bola-bola mati, sementara Chelsea dan Bayern sama-sama mengemas total 16 gol dari bola-bola mati.

Tidak berlebihan rasanya jika kita menyebut bahwa Arsenal memang layak menyandang predikat sebagai raja bola mati di Eropa, dan tim-tim lawan Meriam London harus berusaha ekstra keras untuk menghentikan bola-bola mati The Gunners.

3 dari 4 halaman

Laga Arsenal Berikutnya

Bek Arsenal, Marli Salmon, bersama manajer Mikel Arteta usai laga putaran ketiga Piala FA melawan Portsmouth, Minggu (11/1) (c) AP Photo/Kin Cheung

Bek Arsenal, Marli Salmon, bersama manajer Mikel Arteta usai laga putaran ketiga Piala FA melawan Portsmouth, Minggu (11/1) (c) AP Photo/Kin Cheung

Seusai menang di Stamford Bridge, Arsenal akan fokus untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi jadwal yang cukup padat.

Di akhir pekan nanti, mereka akan berhadapan dengan Nottingham Forest di Premier League, sementara pada tengah pekan depan mereka akan berhadapan dengan Inter Milan di Liga Champions.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL