
Bola.net - Kekecewaan jelas terlihat di wajah Declan Rice saat peluit akhir berbunyi di Stadion Wembley, Minggu (22/3/2026) malam WIB. Arsenal harus melepas trofi Carabao Cup kepada Manchester City setelah kalah 2-0.
Dua gol cepat dari Nico O’Reilly dalam lima menit di babak kedua menjadi titik balik. Momen singkat itu mematahkan harapan Arsenal meraih gelar pertama musim ini.
Meski terpukul, Rice tidak larut dalam kecewa. Ia langsung mengalihkan fokus ke sisa kompetisi yang masih dijalani Arsenal dalam dua bulan terakhir musim ini.
Kekalahan ini tergolong langka bagi tim asuhan Mikel Arteta. Dari 50 laga di semua kompetisi musim ini, Arsenal baru menelan empat kekalahan.
Karena itu, Rice memilih menatap ke depan. Ia membawa pesan optimisme bagi para pendukung Arsenal.
Pelajaran dari Final Piala Liga

Rice mengakui hasil di Wembley sulit diterima. Namun, ia menilai Arsenal sebenarnya punya peluang mengubah jalannya laga, terutama di babak pertama.
“Sangat mengecewakan. Ini final dan kami tak ingin mengakhirinya dengan kekalahan. Tapi kami memberi mereka dua kesempatan,” ujarnya.
Ia menekankan efektivitas sebagai pembeda utama. Menurutnya, Arsenal tampil cukup baik di babak pertama, tetapi gagal mencetak gol.
“Kami harus introspeksi. Laga bisa berbeda jika kami mencetak gol lebih dulu. Ada banyak hal positif, tapi kami harus terus melangkah,” tegasnya.
Menjaga Asa di Tiga Kompetisi

Meski kehilangan satu trofi, peluang Arsenal belum tertutup. Mereka masih bersaing di Premier League, FA Cup, dan Liga Champions.
Rice meminta tim segera bangkit dan menjaga konsistensi. Ia menilai satu kekalahan tidak boleh merusak kerja keras sepanjang musim.
“Masih ada Premier League, FA Cup, dan Liga Champions. Kami bisa lebih baik hari ini, tapi ini sepak bola. Masih banyak yang bisa kami kejar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga semangat hingga akhir musim. Baginya, kekalahan ini justru bisa menjadi motivasi tambahan.
Pesan untuk Suporter Arsenal
Rice juga menyoroti dukungan luar biasa suporter Arsenal di Wembley. Ia mengaku merasakan energi besar sejak sebelum pertandingan dimulai.
Melihat ribuan fans hadir, ia merasa bangga sekaligus kecewa karena belum bisa memberi gelar.
“Saya melihat para penggemar hari ini. Mereka bernyanyi untuk kami. Saya bangga menjadi pemain Arsenal,” katanya.
Menurutnya, loyalitas suporter menjadi dorongan utama untuk bangkit. Ia pun berjanji tim akan berjuang maksimal di sisa musim.
“Mereka selalu bersama kami, kandang maupun tandang. Kami kecewa, tapi masih ada kesempatan di kompetisi lain,” tutup Rice.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Hal yang Tersisa dari Final Carabao Cup: Kisah Tentang Dua Kiper Pelapis
Liga Inggris 23 Maret 2026, 14:01
LATEST UPDATE
-
Tuchel Bela Ben White Usai Dicemooh di Wembley: Hadapi, Tulis Bab Baru!
Piala Dunia 28 Maret 2026, 09:29
-
Hasil Argentina vs Mauritania: Nico Paz Unjuk Gigi Gantikan Lionel Messi
Piala Dunia 28 Maret 2026, 08:50
-
Barcelona Konfirmasi Cedera Raphinha, Absen Sekitar Lima Pekan
Liga Spanyol 28 Maret 2026, 07:47
-
Kabar Buruk, Raphinha Cedera dan Mundur dari Skuad Brasil
Piala Dunia 28 Maret 2026, 07:42
-
Jerman Menang, Julian Nagelsmann Bicara PR di Lini Belakang
Piala Dunia 28 Maret 2026, 06:41
-
Man of the Match Spanyol vs Serbia: Mikel Oyarzabal
Piala Dunia 28 Maret 2026, 05:34
LATEST EDITORIAL
-
5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool
Editorial 27 Maret 2026, 15:50
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56
-
Cedera Jadi Mimpi Buruk! 6 Bintang Ini Terancam Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 26 Maret 2026, 14:43
-
5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Panas 2026
Editorial 25 Maret 2026, 13:37
























KOMENTAR