Kasus Manchester City Memanas, Pep Guardiola Dikabarkan Bakal Kembali ke Etihad

Kasus Manchester City Memanas, Pep Guardiola Dikabarkan Bakal Kembali ke Etihad
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, melambaikan tangan kepada para suporter setelah pertandingan melawan Aston Villa di Premier League, Minggu (24/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Pep Guardiola dikabarkan akan kembali ke Etihad Stadium untuk menyaksikan pertandingan Manchester City melawan Paris Saint-Germain setelah jeda internasional. Kehadiran mantan pelatih City itu disebut sebagai bentuk dukungan di tengah situasi klub setelah putusan terkait dugaan pelanggaran aturan Premier League.

Dunia sepak bola dikejutkan pada akhir September setelah panel independen menyatakan Manchester City bersalah atas sebagian besar dakwaan yang diajukan Premier League. City kemudian mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Situasi itu memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan sanksi yang dapat dijatuhkan kepada Manchester City. Sejumlah hukuman berat sempat disebut, termasuk pengurangan poin dalam jumlah besar hingga kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi.

Menurut laporan The Express, Guardiola berencana hadir langsung di Etihad saat City menjamu PSG pada pertandingan Liga Champions 14 Oktober. Guardiola memiliki hubungan panjang dengan klub setelah menangani City selama bertahun-tahun.

1 dari 3 halaman

Guardiola Tetap Beri Dukungan untuk Manchester City

Pelatih Manchester City Pep Guardiola memantau dari pinggir lapangan pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Aston Villa di Manchester, Minggu, 24 Mei 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Pelatih Manchester City Pep Guardiola memantau dari pinggir lapangan pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Aston Villa di Manchester, Minggu, 24 Mei 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Guardiola merupakan salah satu sosok penting dalam sejarah Manchester City sehingga kehadirannya di tengah situasi sulit klub bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan. Namun, sikap tersebut kembali dikaitkan dengan pernyataan Guardiola mengenai kasus yang menjerat City pada 2022.

Saat itu, Guardiola mengatakan dirinya tidak akan lagi menjadi teman petinggi klub jika mereka berbohong kepadanya mengenai tuduhan yang sedang dihadapi Manchester City. Pernyataan tersebut kembali menjadi perhatian setelah Guardiola belakangan menunjukkan dukungan kepada pemilik dan chairman klub melalui media sosial.

Sikap Guardiola itu kemudian dinilai dapat menambah perdebatan mengenai putusan yang dijatuhkan terhadap Manchester City. Dukungan dari Guardiola serta sejumlah figur penting klub juga disebut berpotensi menimbulkan keraguan terhadap validitas putusan tersebut.

2 dari 3 halaman

Warisan Guardiola di Manchester City Ikut Dipertanyakan

Pelatih Manchester City,  Pep Guardiola. (c) AP Photo/Jon Super

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (c) AP Photo/Jon Super

Dakwaan yang menjadi dasar kasus Manchester City berkaitan dengan periode 2009 hingga 2018, tetapi kemungkinan adanya penyelidikan lanjutan belum sepenuhnya ditutup. Situasi tersebut membuat periode kesuksesan Guardiola di klub ikut menjadi bagian dari perdebatan mengenai dampak kasus tersebut.

Guardiola tentu memiliki alasan untuk tetap membela klub dan pencapaiannya selama menangani City. Namun, jika putusan panel independen tersebut nantinya tetap berlaku setelah proses banding, pencapaian Manchester City pada periode tersebut berpotensi kembali dipertanyakan dari sisi integritas kompetisi.

Kemampuan Guardiola sebagai pelatih tidak secara otomatis menjadi persoalan akibat proses hukum tersebut. Meski demikian, kemungkinan bahwa City tidak berkompetisi dalam kondisi yang setara dengan rival-rivalnya dapat memengaruhi cara pencapaiannya selama periode tersebut dipandang dalam sejarah klub.

Sumber: Sports Mole

3 dari 3 halaman

Klasemen Premier League


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL