
Bola.net - Reaksi Pep Guardiola kembali menjadi bahan perbincangan usai Manchester City meraih kemenangan atas Wolves di Premier League. Alih-alih fokus pada hasil positif, sang pelatih justru meluapkan kemarahannya terhadap keputusan wasit.
Guardiola memang dikenal sulit ditebak dalam konferensi pers. Dalam beberapa kesempatan, ia tampil tenang setelah hasil buruk, namun justru meledak setelah kemenangan yang relatif rutin.
Pola tersebut kembali terlihat akhir pekan lalu, ketika City kembali ke jalur kemenangan setelah kekalahan menyakitkan dari Manchester United dan Bodo/Glimt, tetapi perbincangan pascalaga bergeser ke kontroversi wasit.
Reaksi Guardiola terhadap Keputusan Wasit

Perubahan sikap Guardiola terjadi saat ia ditanya soal keputusan wasit Farai Hallam yang tidak memberikan penalti atas dugaan handball, meski telah diminta meninjau ulang insiden tersebut oleh VAR.
Pelatih Wolves, Rob Edwards, justru memuji Hallam karena menunjukkan karakter kuat dan berpegang pada keputusan di lapangan.
Guardiola, sebaliknya, mengisyaratkan bahwa sang wasit berusaha mencari perhatian dan menjadikan insiden itu sebagai contoh terbaru keputusan yang merugikan Manchester City.
“Saya ingin para pemain melawan itu, meskipun mereka, para wasit, sudah sembilan tahun, enam gelar Premier League yang telah kami menangkan,” ujar Guardiola.
Komentar tersebut dipandang sebagai upaya terbaru Guardiola membangun mentalitas terkepung untuk memacu timnya di sisa musim, yang oleh sebagian pihak diyakini bisa menjadi musim terakhirnya bersama City.
Bayangan Jose Mourinho Kembali Muncul

Komentar Guardiola di konferensi pers dan sikapnya terhadap Hallam setelah laga dinilai menyerupai pendekatan yang dulu kerap ia kritik. Ia dianggap mulai meniru gaya Jose Mourinho, sosok yang pernah menjadi rival utamanya.
Mourinho dikenal sering menjadikan wasit sebagai kambing hitam, terutama saat berseteru dengan Guardiola ketika melatih Inter dan Real Madrid. Pada periode itu, Guardiola kerap mengambil posisi moral yang lebih tinggi.
Kini, sejumlah gestur Guardiola, termasuk aksinya mengacungkan enam jari ke arah suporter Liverpool untuk menandai enam gelar Premier League bersama City, disebut mengikuti pola yang sama, meski masih bisa dianggap tidak berbahaya.
Argumen yang Dinilai Kontradiktif
Kritik Guardiola kali ini juga dinilai tidak konsisten. Ia menyoroti wasit yang menjalani debut di Premier League dan justru berani tidak mengikuti rekomendasi VAR, padahal Guardiola sendiri kerap mengeluhkan dominasi VAR.
Sebelumnya, ia bereaksi keras dan merasa dirugikan saat gol Antoine Semenyo dianulir di laga melawan Newcastle setelah peninjauan VAR selama enam menit. Dalam konteks itu, sikapnya terhadap Hallam terlihat bertolak belakang.
Serangan Guardiola terhadap perangkat wasit Premier League, termasuk menyebut nama kepala wasit Howard Webb, juga dipertanyakan logikanya, mengingat VAR justru merekomendasikan peninjauan yang berpotensi menguntungkan City.
Dalam kasus lain, Guardiola dinilai punya alasan lebih saat menyinggung keputusan tidak mengusir Diogo Dalot di derby Manchester sepekan sebelumnya. Namun, pada hari pertandingan tersebut, ia memilih menahan diri dan lebih menyoroti performa buruk timnya di Old Trafford.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
- Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 29 Januari 2026
- Prediksi Man City vs Galatasaray 29 Januari 2026
- Mahal-Mahal Beli Striker, Carragher: Arsenal Tetap Kalah Kelas dari Man City dan Liverpool
- Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 24-27 Januari 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kritik Wasit Pep Guardiola Dinilai Tak Logis, Ini Rangkaian Faktanya
Liga Inggris 27 Januari 2026, 19:14
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 27 Januari 2026, 16:55
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 16:16
-
Prediksi Man City vs Galatasaray 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 13:54
LATEST UPDATE
-
Arsenal Krisis Gol: Penyerang Tumpul dan Tak Mampu Cetak Gol dari Open Play
Liga Inggris 27 Januari 2026, 21:32
-
Klasemen Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026: Timnas Indonesia Peringkat Berapa?
Tim Nasional 27 Januari 2026, 21:00
-
Endrick: Kebangkitan Sang Penyerang, Dua Laga, Tiga Gol, Satu Assist di Lyon
Liga Eropa Lain 27 Januari 2026, 20:56
-
Manchester United Siapkan Tur Pramusim ke Skandinavia, Pertama dalam Hampir 30 Tahun
Liga Inggris 27 Januari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05




















KOMENTAR