Mahal-Mahal Beli Striker, Carragher: Arsenal Tetap Kalah Kelas dari Man City dan Liverpool

Mahal-Mahal Beli Striker, Carragher: Arsenal Tetap Kalah Kelas dari Man City dan Liverpool
Selebrasi pemain Arsenal merayakan gol bunuh diri Lisandro Martinez saat melawan Manchester United, Minggu 25 Januari 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Kekalahan menyakitkan Arsenal dari Manchester United di Emirates Stadium memicu sorotan tajam. Legenda Liverpool, Jamie Carragher, langsung memberikan analisis menohok terkait performa The Gunners.

Carragher menilai masalah utama Arsenal bukanlah mentalitas yang lemah. Ia justru menunjuk kurangnya kualitas individu di lini serang sebagai biang kerok kegagalan.

Kekalahan 2-3 dari Setan Merah membuat posisi Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris kian terancam. Jarak poin dengan para pengejar kini terpangkas menjadi hanya empat angka.

Situasi ini diperparah dengan kemenangan Manchester City atas Wolves sehari sebelumnya. Tekanan besar kini berada di pundak Mikel Arteta untuk segera membenahi ketajaman timnya.

1 dari 3 halaman

Arsenal Tanpa Pemain Spesial

Pemain Arsenal, Gabriel Jesus, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan, Rabu (21/1/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Pemain Arsenal, Gabriel Jesus, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan, Rabu (21/1/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Carragher membandingkan skuad Arsenal dengan rival utamanya seperti Liverpool dan Manchester City. Menurutnya, Arsenal tidak memiliki sosok "Superstar" yang bisa mengubah hasil pertandingan sendirian.

Ia mengambil contoh dampak masif Mohamed Salah di Liverpool atau Erling Haaland di Man City. Sosok pembeda seperti itulah yang dinilai absen dalam skuad Meriam London saat ini.

"Saya tidak berpikir Arsenal kurang kekuatan mental, mereka kurang kualitas di area serang," tegas Jamie Carragher di program Monday Night Football.

"Apakah mereka memiliki superstar sejati di lini serang? Saya selalu memiliki perasaan ini dengan Arsenal selama beberapa tahun dan saya merasa itulah alasan mengapa mereka tidak terus maju dan memenangkan Premier League," lanjutnya.

"Anda berpikir apa yang Mo Salah lakukan untuk Liverpool musim lalu, apa yang Erling Haaland lakukan atau Kevin De Bruyne di Manchester City. Arsenal tidak memiliki tipe pemain seperti itu."

2 dari 3 halaman

Investasi Mahal yang Belum Lunas

Arsenal sejatinya sudah menggelontorkan dana besar musim panas lalu untuk Viktor Gyokeres dan Noni Madueke. Namun, dampak instan yang diharapkan belum juga terlihat nyata di lapangan.

Gyokeres khususnya, masih kesulitan beradaptasi dengan kerasnya sepak bola Inggris. Statistik mencatat ia baru mencetak sembilan gol dari 28 pertandingan.

Bahkan dalam laga krusial kontra United, striker asal Swedia itu harus rela duduk di bangku cadangan. Mikel Arteta lebih memilih Gabriel Jesus sebagai ujung tombak utama.

"Saya selalu merasa masalah Arsenal adalah masalah kreativitas daripada penyelesaian akhir. Saya tidak berpikir mereka menciptakan cukup banyak peluang untuk striker mana pun yang mereka miliki di sana," lanjut Carragher.

"Itu belum cukup berhasil bagi Gabriel Jesus, Kai Havertz, atau Viktor Gyokeres dalam hal menjadi pencetak gol murni."

3 dari 3 halaman

Juara Lewat Jalur Bertahan

Meski melontarkan kritik pedas, Carragher tetap menjagokan Arsenal sebagai kandidat kuat juara. Namun, ia meyakini kunci gelar juara bukan ada di lini depan.

Soliditas pertahanan dinilai akan menjadi faktor penentu di akhir musim. Peran bek tengah dan penjaga gawang akan jauh lebih krusial dibandingkan para penyerang.

"Mereka akan mencoba memenangkan liga dengan cara yang berbeda," analisis Carragher.

"Dan jika mereka memenangkan liga, alasan utamanya adalah dua bek tengah, penjaga gawang, dan Declan Rice," pungkasnya.

Arsenal kini harus segera melupakan kekalahan tersebut dan fokus ke laga selanjutnya. Mereka akan menjamu Kairat di Liga Champions sebelum bertandang ke markas Leeds United akhir pekan nanti.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL