
Bola.net - Persaingan gelar Liga Inggris musim 2025/2026 memasuki fase paling krusial. Dua kekuatan utama, Arsenal dan Manchester City, terlibat duel sengit di puncak klasemen dengan jarak poin yang masih bisa berubah setiap pekan.
Arsenal saat ini memimpin dengan 64 poin dan menjaga jarak lima angka dari Manchester City yang masih menyimpan satu laga. Sementara itu, Manchester United tertinggal cukup jauh di posisi ketiga dengan koleksi 51 poin.
Ketatnya perebutan gelar membuat setiap pertandingan terasa seperti final. Namun di tengah ketegangan itu, muncul suara berbeda yang justru mempertanyakan kualitas dua kandidat teratas.
Legenda Manchester United, Paul Scholes, melontarkan kritik tajam yang langsung memancing perhatian. Ia bahkan menilai tidak ada satu pun tim yang pantas mengangkat trofi musim ini.
Scholes: Tak Ada yang Pantas Angkat Trofi

Paul Scholes secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap standar permainan dua tim teratas musim ini. Menurutnya, kualitas yang ditampilkan belum memenuhi ukuran juara seperti era-era sebelumnya.
Manchester City asuhan Pep Guardiola dinilai tak lagi segarang musim-musim sebelumnya. Di sisi lain, Arsenal racikan Mikel Arteta beberapa kali kehilangan momentum penting, termasuk saat ditahan imbang Wolves 2-2 dalam laga yang seharusnya bisa mereka menangkan.
Scholes bahkan menyebut kualitas liga musim ini merosot secara keseluruhan. Ia merasa duel di papan atas lebih banyak diwarnai ketegangan ketimbang mutu permainan yang benar-benar memikat.
Berbicara di podcast The Good, The Bad & The Football, Scholes mengatakan, "Siapa pun yang memenangkan liga, Anda mengatakan pada akhirnya mereka pantas mendapatkannya. Tidak satu pun dari mereka yang meyakinkan saya bahwa mereka pantas menjadi juara Liga Premier. Saya rasa mereka tidak seharusnya memberikan trofi tahun ini. Tidak ada yang pantas mendapatkannya. Sejujurnya, ini tidak menyenangkan untuk ditonton," kata Scholes, dikutip dari Goal.
Sorotan pada Cara Arsenal Mengumpulkan Poin

Selain menilai secara umum, Scholes juga secara khusus menyoroti gaya permainan Arsenal. Ia merasa The Gunners terlalu bergantung pada situasi bola mati untuk mencetak gol.
Ketergantungan pada skema set-piece dianggap sebagai indikasi kurangnya kreativitas dalam permainan terbuka. Dalam pandangan Scholes, tekanan besar dalam perebutan gelar membuat para pemain tampil lebih berhati-hati dan kehilangan kebebasan berekspresi.
Arsenal memang berada di posisi terbaik untuk mengakhiri puasa gelar liga yang sudah berlangsung dua dekade. Namun tekanan tersebut diyakini menjadi beban psikologis yang tidak ringan bagi skuad muda mereka.
"Ada tekanan besar pada mereka (Arsenal), bukan? Memang ada karena mereka telah berada di posisi yang sangat bagus selama bertahun-tahun dan belum mampu meraihnya," tambah Scholes.
Jangan Harap Sepak Bola Indah di Sisa Musim

Memasuki fase akhir musim, Scholes memperkirakan kualitas hiburan justru tidak akan meningkat. Ia menilai kedua tim kini akan lebih fokus pada hasil akhir ketimbang estetika permainan.
Dalam situasi seperti ini, pragmatisme biasanya mengambil alih. Manajer akan memilih pendekatan aman demi mengamankan tiga poin, meski harus mengorbankan gaya bermain atraktif.
Dengan potensi laga penentu gelar yang bisa berlangsung di Etihad pada 18 April, tekanan dipastikan semakin besar. Setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal dalam perebutan trofi.
Scholes pun menutup analisanya dengan peringatan tegas, "Jadi sekarang mereka berada di posisi yang luar biasa. Sekarang lihat, Anda tidak akan melihat sepak bola yang mengalir bebas. Anda tidak akan melihatnya. Seperti yang selalu saya katakan, kita belum melihatnya sepanjang musim dari tim mana pun, tetapi terutama pada titik ini, bagaimana mereka meraihnya adalah hal yang paling penting."
Klasemen Liga Inggris
(Goal)
Baca Juga:
- Prediksi Newcastle vs Man Utd 5 Maret 2026
- Jelang Newcastle vs Man United: Nasib Luke Shaw dan Harry Maguire Masih Tanda Tanya
- Jika Carrick tak Dipermanenkan, Paul Scholes Sebut Sosok Ini Sempurna Untuk Latih Manchester United
- Kabar Bagus Untuk Man United: Leipzig Siap Jual Bintang Mudanya, tapi Harganya Nggak Main-main
- Eks Man United Ini Sebut Setan Merah tak Harus Pertahankan Bruno Fernandes, Ini Alasannya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37
LATEST UPDATE
-
Bisakah Neymar Main di Laga Brasil vs Maroko? Begini Kata Carlo Ancelotti
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:55
-
Kapan Brasil vs Maroko Main, Jam Berapa?
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:10
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:01
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belanda vs Jepang 15 Juni 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:00
-
Hasil Race 1 WorldWCR Emilia Romagna 2026: Maria Herrera Bekuk Beatriz Neila
Otomotif 13 Juni 2026, 17:37
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28
























KOMENTAR