
Bola.net - Klub Premier League, Chelsea akan melakoni laga kandang sebelum jeda internasional. Mereka akan menghadapi Crystal Palace di Stamford Bridge malam ini.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Chelsea. Tim asal London Barat itu meraih dua hasil yang kurang apik beruntun melawan West Brom dan juga Tottenham.
Namun lawan yang mereka hadapi kali ini tidak bisa disepelekan. Karena Crystal Palace menunjukkan performa apik sepanjang awal musim ini.
Ada beberapa penggawa The Eagles yang tampil di atas rata-rata. Mereka bisa menjadi momok yang mematikan bagi Chelsea di laga ini.
Siapa saja pemain Palace yang berpotensi jadi batu sandungan bagi Chelsea? Simak selengkapnya di bawah ini.
Andros Townsend
Nama pertama yang perlu diwaspadai Chelsea adalah Andros Townsend.
Mantan pemain Tottenham itu masih menjadi andalan Roy Hodgson di lini serang Palace. Kecepatannya yang tinggi membuatnya menjadi ancaman nyata dalam skema serangan balik.
Manchester United sudah merasakan betapa berbahayanya eks Tottenham itu, sehingga Chelsea juga harus berhati-hati menghadapinya.
James McArthur
Pemain Kedua yang harus diwaspadai Chelsea adalah James McArthur.
Salah satu resep performa apik Palace di awal musim ini adalah bagaimana mereka mampu mengeksekusi serangan balik yang berbahaya.
Di sini peran McArthur cukup besar, karena ia mampu membuat transisi yang bagus dari bertahan ke menyerang. Jadi Chelsea harus mematikan pergerakan McArthur jika mereka ingin menang di laga ini.
Vicente Guaita
Pemain Palace berikutnya yang bisa bikin Chelsea gigit jari adalah Vicente Guaita.
Kiper 33 tahun ini sudah menjadi andalan di bawah mistar gawang Palace sejak tahun 2018 yang lalu. Dan itu berkat performanya yang apik.
Kiper 33 tahun ini memiliki reflek yang sangat bagus, sehingga ia berpotensi menggagalkan peluang-peluang Chelsea di laga ini.
Cheikhou Kouyate
Pemain keempat yang wajib diwaspadai oleh Chelsea adalah sosok Cheikhou Kouyate.
Mantan bek West Ham itu kini menjadi sosok yang diandalkan Hodgson. Tidak heran, karena sang bek memiliki kemampuan fisik yang kuat sehingga ia sulit dilewati.
Tidak hanya itu, dengan postur tingginya, ia kerap jadi ancaman dalam skema bola-bola mati. Jadi Chelsea harus ekstra waspada dengan sang bek.
Wilfried Zaha
Pemain terakhir sekaligus kartu As Palace saat melawan Chelsea ini adalah Wilfried Zaha.
Mantan pemain Manchester United sudah menjadi sosok andalan di skuat The Eagles musim ini. Ia semakin berbahaya semenjak Hodgson mengubah posisinya agak ke depan.
Hasilnya ia sukses membuat tiga gol dari tiga laga Palace musim ini. Sehingga ia bakal jadi ancaman utama Chelsea di pertandingan ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pemain Chelsea Rebutan Penalti, Netizen: Lampard Juga Pernah!
Liga Inggris 3 Oktober 2020, 23:53
-
Libas Brighton, Everton Kukuh di Puncak Klasemen Premier League
Liga Inggris 3 Oktober 2020, 23:15
-
Moncer di Babak Kedua, Ini Perbincangan Pemain Chelsea di Ruang Ganti
Liga Inggris 3 Oktober 2020, 22:19
-
Alasan Chelsea Gagal Mencetak Gol di Babak Pertama? Terlalu Sabar
Liga Inggris 3 Oktober 2020, 22:02
LATEST UPDATE
-
Benarkah Ruang Ganti Real Madrid Retak?
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 15:54
-
Real Madrid vs Atletico Madrid: Dendam Bellingham dan Pengorbanan Demi Mbappe
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 15:33
-
Marc Marquez Curhat Soal Sulitnya Lawan Alex Marquez, Harus Lupakan Status Saudara
Otomotif 8 Januari 2026, 13:21
-
Meski Cetak Dua Gol, Benjamin Sesko Dinilai Tak Layak Bela Man Utd
Liga Inggris 8 Januari 2026, 12:23
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 12:03
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR