Liverpool Didesak Coret Mohamed Salah dari Laga Perpisahan di Anfield

Liverpool Didesak Coret Mohamed Salah dari Laga Perpisahan di Anfield
Arne Slot mempersiapkan Mohamed Salah untuk masuk ke laga Liverpool vs Tottenham (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Legenda hidup Liverpool, Mohamed Salah, kembali menjadi sorotan jelang laga terakhir musim ini. Namun kali ini bukan karena aksi di lapangan, melainkan komentar kontroversial yang memicu kritik tajam dari berbagai pihak.

Mantan pelatih Everton dan Newcastle United, Sam Allardyce, bahkan menyarankan pemilik Liverpool untuk melarang Salah tampil dalam laga penutup musim melawan Brentford di Anfield akhir pekan nanti.

Salah, yang disebut akan mengakhiri kebersamaannya selama sembilan tahun bersama Liverpool, menuai kecaman setelah melontarkan sindiran terbuka terhadap gaya bermain tim di era pelatih baru Arne Slot.

1 dari 5 halaman

Sindiran Heavy Metal Football Jadi Pemicu

Selebrasi Mohamed Salah dalam laga Everton vs Liverpool di Premier League 2025/2026, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Selebrasi Mohamed Salah dalam laga Everton vs Liverpool di Premier League 2025/2026, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Kekalahan Liverpool 2-4 dari Aston Villa pekan lalu menjadi awal memanasnya situasi. Seusai pertandingan, Salah mengunggah komentar di media sosial yang bernada nostalgia terhadap gaya “heavy metal football” milik Jurgen Klopp.

Pernyataan tersebut dianggap sebagai sindiran langsung terhadap pendekatan taktik Slot musim ini. Kritik pun bermunculan karena Salah dinilai tidak seharusnya menyampaikan ketidakpuasan secara terbuka ketika masih menjadi bagian dari klub.

Allardyce menjadi salah satu sosok yang paling keras mengecam tindakan pemain asal Mesir tersebut.

Menurutnya, Salah bertindak seolah dirinya lebih besar daripada klub. Ia menilai komentar seperti itu seharusnya disampaikan setelah resmi meninggalkan Anfield, bukan saat musim masih berjalan dan Liverpool masih memiliki target penting untuk diamankan.

2 dari 5 halaman

Performa Salah Ikut Dipertanyakan

Ekspresi Mohamed Salah dalam laga perempat final Liga Champions antara Liverpool vs PSG, Rabu (15/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Ekspresi Mohamed Salah dalam laga perempat final Liga Champions antara Liverpool vs PSG, Rabu (15/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Musim ini performa Salah memang dinilai menurun dibandingkan standar tingginya dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan kontribusi gol dan assist membuatnya mulai kehilangan tempat utama di bawah Slot.

Allardyce juga menyinggung konflik lama yang sempat muncul pada akhir 2025 ketika Salah mengeluhkan situasinya usai dicadangkan dalam laga kontra Leeds United.

Menurut pelatih berusia 71 tahun itu, Salah seharusnya lebih banyak melakukan introspeksi ketimbang terus menyalahkan situasi di sekelilingnya.

Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan era kepemimpinan Sir Alex Ferguson di Manchester United. Dalam pandangannya, pemain yang mengkritik klub secara terbuka pada masa Ferguson kemungkinan besar tidak akan dimainkan lagi.

3 dari 5 halaman

Banyak Legenda Ikut Mengkritik

Bintang Liverpool, Mohamed Salah usai laga melawan Galatasaray di Liga Champions. (c) AP Photo/Jon Super

Bintang Liverpool, Mohamed Salah usai laga melawan Galatasaray di Liga Champions. (c) AP Photo/Jon Super

Bukan hanya Allardyce yang angkat suara. Sejumlah nama besar seperti Jamie Carragher, Wayne Rooney, dan John Arne Riise juga disebut memiliki pandangan serupa terkait sikap Salah belakangan ini.

Situasi tersebut membuat peluang Salah tampil sebagai starter saat menghadapi Brentford mulai diragukan. Meski Liverpool hampir dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan, Slot diyakini tidak ingin ruang ganti terganggu oleh polemik yang terus berkembang.

4 dari 5 halaman

Akhir yang Kurang Indah untuk Sang Ikon

Mohamed Salah dalam laga Liverpool vs Crystal Palace di Premier League 2025/2026, Sabtu (25/4/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Mohamed Salah dalam laga Liverpool vs Crystal Palace di Premier League 2025/2026, Sabtu (25/4/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Terlepas dari kontroversi yang terjadi, status Salah sebagai legenda Liverpool tampaknya tidak akan berubah. Selama hampir satu dekade di Anfield, ia berhasil mempersembahkan berbagai trofi bergengsi dan menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub.

Namun, rentetan komentar kontroversial dalam beberapa bulan terakhir membuat akhir perjalanan kariernya di Merseyside terasa kurang manis.

Sosok yang dua kali meraih penghargaan Pemain Terbaik Premier League itu kini justru meninggalkan kesan penuh perdebatan menjelang perpisahannya dengan publik Anfield.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL