
Bola.net - Liverpool memulai musim 2025/2026 dengan performa mengesankan, namun dua kekalahan tandang dalam empat hari mengubah suasana tim. Kekalahan di laga tandang bukan hal baru bagi The Reds, tetapi situasinya kini menjadi sorotan.
Pertandingan tandang merupakan sekitar setengah dari seluruh laga musim ini, sehingga performa di luar Anfield sangat penting. Terlebih bagi tim yang ingin menjuarai semua kompetisi, konsistensi di laga tandang menjadi kunci.
Liverpool memiliki ambisi besar setelah menjuarai Premier League musim lalu. Mereka sempat memimpin liga dengan selisih lima poin, menang di Liga Champions, dan lolos ke babak keempat Carabao Cup.
Namun, dua kekalahan tandang dari Crystal Palace dan Galatasaray membuat tekanan meningkat. Jamie Carragher menilai tim "berantakan" dan "seolah bermain bola basket" setelah kekalahan di Turki.
Masalah Liverpool di Laga Tandang

Liverpool memulai musim dengan tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi. Namun, dua kekalahan dalam empat hari menunjukkan masalah di lini serang dan pertahanan saat bermain di luar Anfield.
Mereka kesulitan menutup pertandingan dengan kemenangan, sering membutuhkan gol telat untuk menang. Lawan seperti Crystal Palace dan Galatasaray berhasil memanfaatkan momen kritis untuk menang.
Dalam delapan laga tandang terakhir, Liverpool kalah lima kali dan hanya menang tiga kali dengan gol penentu di menit akhir. Hal ini menunjukkan performa tim jauh menurun dibanding 24 laga tandang sebelumnya.
Analisis statistik menunjukkan Liverpool kini mencetak lebih sedikit gol berkualitas dan kebobolan peluang lebih banyak. Persentase konversi tembakan turun drastis dari 13,4% menjadi 7,9%, sementara tembakan lawan yang menjadi gol meningkat dari 9,5% menjadi 14,4%.
Penyebab dan Faktor Pendukung

Rata-rata penguasaan bola Liverpool di delapan laga tandang terakhir naik menjadi 64,8%, lebih tinggi dibanding 55,7% pada 24 laga sebelumnya. Hal ini kemungkinan karena lawan bertahan lebih dalam dan Liverpool kesulitan menembus pertahanan.
Beberapa pemain baru seperti Florian Wirtz dan Alexander Isak belum menunjukkan performa maksimal. Penyesuaian tim dengan pemain baru membutuhkan waktu, sehingga ritme tim belum optimal.
Kehilangan Diogo Jota juga berdampak besar secara emosional dan taktik bagi skuad. Pemain maupun staf harus beradaptasi dengan situasi tragis ini, yang tidak mudah diatasi dalam waktu singkat.
Beberapa kekalahan juga dipengaruhi oleh keputusan kontroversial wasit. Gol kemenangan Palace di menit ke-97 dan penalti yang dianulir di Turki menunjukkan sedikit keberuntungan bisa mengubah hasil laga.
Solusi dan Harapan

Liverpool perlu memperbaiki kualitas peluang dan efektivitas di laga tandang. Tim harus meningkatkan konversi tembakan dan mengurangi kebobolan peluang berkualitas.
Konsistensi di pertandingan tandang sangat penting untuk mempertahankan gelar Premier League. Jika gagal, ambisi mereka di Liga Champions dan semua kompetisi terancam.
Latihan taktik, adaptasi pemain baru, dan manajemen kondisi mental harus menjadi fokus utama. Dengan persiapan matang, Liverpool bisa kembali kuat di laga tandang.
Dukungan pelatih Arne Slot dan pengalaman pemain kunci seperti Mohamed Salah akan menjadi faktor penting. Perbaikan performa tandang akan menentukan apakah Liverpool mampu bersaing di level tertinggi.
Sumber: Opta
Klasemen Premier League
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Chelsea vs Liverpool - Nonton Premier League di Vidio
Liga Inggris 4 Oktober 2025, 22:30
LATEST UPDATE
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
-
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:40
-
Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:30
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






















KOMENTAR