
Bola.net - Banyak yang menganggap David Luiz sebagai biang kerok dari ketidakberuntungan Arsenal musim ini. Apakah benar seperti itu?
David Luiz menjadi sorotan utama kala Arsenal berhadapan dengan Manchester City di laga pembuka 'Premier League Restart' pekan lalu. Ia melakukan serangkaian kesalahan yang berujung pada kekalahan the Gunners 0-3.
Bek asal Brasil tersebut bertanggungjawab atas dua gol pertama Arsenal. Pertama, ia gagal mengantisipasi operan yang ditujukan kepada Raheem Sterling, meskipun sejatinya bola berada dalam jangkauan kakinya.
Kesalahan berikutnya terjadi hanya beberapa menit setelah blunder pertama lahir. David Luiz melakukan pelanggan di kotak terlarang Arsenal dan menghasilkan penalti untuk the Citizens. Tak sampai di situ, ia pun diganjar kartu merah.
Serangkaian blunder itu jelas tak bisa dimaafkan. Namun, apakah adil jika menyebut David Luiz sebagai biang kerok ketidakberuntungan Arsenal?
Sebelum menyimpulkan, ada baiknya kalau Bolaneters melihat perbandingan raihan Arsenal saat diperkuat David Luiz atau saat dia absen. Informasi dari Planet Football ini bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah.
Bersama David Luiz
Pertandingan: 32
Menang: 11
Imbang: 14
Kalah: 7
Mencetak gol: 47
Kebobolan: 38
Poin per pertandingan: 1.5
Presentase kemenangan: 34 persen
Presentase kekalahan: 21,9 persen
Gol per pertandingan: 1.5
Kebobolan per pertandingan: 1.2
Tanpa David Luiz
Pertandingan: 11
Menang: 6
Imbang: 2
Kalah: 3
Mencetak gol: 25
Kebobolan: 18
Poin per pertandingan: 1.8
Presentase kemenangan: 54,5 persen
Presentase kekalahan: 27,3 persen
Gol per pertandingan: 2.3
Kebobolan per pertandingan: 1.6
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Arsenal bisa meraih kemenangan lebih banyak jika tidak memasukkan David Luiz ke dalam starting XI. Tetapi, mereka menelan kebobolan lebih banyak tanpa kehadiran dirinya.
Sebagai catatan juga, David Luiz tidak turut serta saat Arsenal bertandang ke markas Liverpool di ajang Carabao Cup. Pertandingan tersebut ditentukan lewat adu penalti setelah keduanya bermain imbang 5-5 selama 90 menit.
Tetapi, perlu diketahui juga bahwa David Luiz absen kala Arsenal berhadapan dengan tim yang di atas kertas lebih lemah di berbagai kejuaraan. Contohnya kala menghadapai Nottingham Forest, Vitoria, dan Standard Liege.
(Planet Football)
Baca juga:
- David Luiz Semusim Lagi di Arsenal, Kira-Kira Apa yang Dipikirkan Arteta?
- Arsenal Perpanjang Kontrak David Luiz, Petit: Mengecewakan, tapi Tidak Mengejutkan
- Sudah Jadi Klub Medioker, Arsenal Disebut Tidak Layak Miliki Aubameyang
- Kontrak David Luiz Diperpanjang, Fans Arsenal: Saya Benci Klub Ini
- Ketimbang di Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang Disarankan Pindah ke MU
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Southampton vs Arsenal di Mola TV
Liga Inggris 25 Juni 2020, 23:00
-
Mikel Arteta Indikasikan Bukayo Saka Bakal Bertahan di Arsenal
Liga Inggris 25 Juni 2020, 18:00
-
Lawan Brighton, Tiga Pemain Ini Mendapat Sorotan dari Eks Arsenal
Liga Inggris 25 Juni 2020, 17:50
LATEST UPDATE
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
-
Hasil Race 1 WorldSBK Australia 2026: Ducati Sapu Bersih 3 Podium, Nicolo Bulega Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 12:43
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR