
Bola.net - Manchester United memasuki lembaran baru jelang menghadapi Burnley. Setan Merah berada di bawah komando baru, tepatnya di bawah komando Darren Fletcher.
Manchester United akan bertandang ke Turf Moor pada tengah pekan ini. Setan Merah akan menantang Burnley di pekan ke-20 EPL 2025/2026.
Untuk menghadapi laga ini, MU seharusnya dipimpin oleh pelatih mereka, Ruben Amorim. Namun kemarin, pelatih asal Portugal itu resmi dipecat oleh manajemen MU setelah ia berseteru dengan pihak Setan Merah.
Alhasil manajemen MU menunjuk Darren Fletcher yang merupakan pelatih Tim U-18 Setan Merah untuk menjadi caretaker di laga ini. Banyak yang bertanya-tanya seperti apa gaya bermain Darren Fletcher dan bagaimana ia menerapkan taktiknya di Manchester United.
Berikut Bola.net coba beberkan gaya bermain Darren Fletcher seperti yang terlihat di Tim U-18 MU.
Terapkan Skema 4 Bek

Berbeda dengan Ruben Amorim, Darren Fletcher tidak menerapkan skema 3-4-2-1 di Tim U-18 MU atau bermain dengan tiga bek secara general.
Mantan gelandang MU itu biasanya menggunakan skema 4-2-3-1 di tim U-18 MU. Terkadang ia juga bermain dengan skema 4-3-3, namun kebanyakan ia menggunakan pakem 4-2-3-1.
Namun mengingat stok winger MU saat ini lagi terbatas, Fletcher berpotensi mengubah skema ini menjadi 4-4-2, seperti yang diterapkan Ruben Amorim di tim utama MU saat mereka menang 1-0 melawan Newcastle di boxing day kemarin.
Gaya Bermain Fletcher: Attack, Attack, Attack!

Untuk gaya bermain Fletcher di tim U-18 MU sendiri bisa dikatakan cukup cantik dan atraktif.
Sang manajer selalu menginstruksikan timnya untuk bermain menyerang. Ia biasanya mengandalkan kedua sayap untuk melakukan penetrasi ke lini pertahanan lawan.
Tidak hanya itu, Fletcher juga menuntut para gelandangnya untuk mengalirkan bola dengan cepat, sehingga serangan demi serangan bisa terus mereka lancarkan ke gawang lawan.
Pressing Tinggi dan Serangan Balik Cepat

Ketika timnya tidak membawa bola, Fletcher menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain dengan garis pertahanan yang tinggi.
Ia menginstruksikan para pemainnya dari depan hingga belakang untuk melakukan pressing ketat dengan harapan mereka bisa merebut bola dengan cepat dari kaki lawan.
Begitu bola sudah mereka dapatkan, bola tersebut akan dialirkan dengan cepat ke depan sehingga terjadi serangan balik cepat yang membuat lini pertahanan lawan keteteran dalam serangan tersebut.
Klasemen Premier League
Baca Juga:
- Ini Dia Pemain Man United Pertama yang Buka Suara Soal Pemecatan Ruben Amorim: Bukan Fernandes Atau Mainoo
- Soal Manajer Baru, Gary Neville Minta MU Tidak Coba-coba Lagi
- Di Balik Tudingan Amorim Sengaja Cari Gara-gara Agar Dipecat Manajemen MU
- Legenda MU Ini Bakal Gantikan Darren Fletcher Sebagai Caretaker Manchester United?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
-
Tiket Early Bird KLBB 2026 Ludes Secepat Kilat, Habis Tak Sampai Satu Jam
Lain Lain 7 Januari 2026, 20:38
-
Live Streaming Parma vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 7 Januari 2026, 19:45
-
Ole Gunnar Solskjaer Muncul di Cheshire, Segera Kembali ke Manchester United?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 19:42
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR