
Bola.net - Sebagian fans Manchester United mungkin sering bertanya-tanya, mengapa Ole Gunnar Solskjaer selalu mengandalkan Fred? Apa sih istimewanya pemain asal Brasil itu dibanding gelandang United lainnya?
Fred bergabung dengan United pada awal musim 2018/2019. Dibeli dari Shakhtar dengan harga 60 juta Euro, kabarnya Fred bukan pemain yang diincar Jose Mourinho yang kala itu menjabat sebagai manajer.
Fred kemudian lebih sering duduk di bangku cadangan pada era Mourinho. Musim pertama Fred di United, dari 17 kali bermain di Premier League, dia hanya lima kali bermain secara penuh. Fred tidak menjadi pemain andalan.
Mengapa, Ole?

Peruntungan Fred di United berubah saat Solskjaer ditunjuk sebagai manajer. Berbeda dengan Mourinho, Solskjaer adalah manajer yang sangat mengandalkan Fred. Bahkan, ketika United punya banyak gelandang dalam kondisi bugar.
Pada musim 2021/2022, Fred telah 11 kali bermain sebagai pemain inti dari 16 laga yang dimainkan United. Fred unggul jauh jika dibanding gelandang United lainnya.
Donny van de Beek, Nemanja Matic, Scott McTominay, hingga Paul Pogba tak punya menit bermain lebih banyak dibanding pemain 28 tahun itu. Fred terus dipercaya Solskjaer walau hasil buruk didapat saat dia berada di lapangan.
Fred mendapat banyak kritik ketika United kalah 5-0 dari Liverpool di Old Trafford. Tapi, Solskjaer tetap percaya pada jasa Fred dan memainkannya saat Setan Merah dibekuk Manchester City dan laga-laga sebelumnya.
Apa Istimewanya Fred?

Jurnalis Manchester Evening News, Steven Railston, merujuk data yang dirilis Sky Sports sebagai alasan mengapa Solskjaer 'cinta mati' pada Fred. Data itu menunjukkan bahwa Fred adalah pemain paling rajin melakukan tekanan pada lawan.
"Fred memberikan lebih banyak tekanan pada lawan per 90 menit daripada pemain United lainnya," buka Railston.
"Fred mencatatkan 52 tekanan per 90 menit di Premier League musim ini sementara Bruno Fernandes menempati peringkat kedua terbaik di klub dengan 47 tekanan per 90 menit. Setelah Fernandes, Edinson Cavani, Jadon Sancho dan Marcus Rashford juga masuk lima besar United," katanya.
Karena Ronaldo

Cristiano Ronaldo dikritik sebagai pemain yang 'malas' melakukan pressing pada lawan. Statistik menunjukkan bahwa anggapan itu tidak salah. Ronaldo hanya melakukan 15 tekanan per 90 menit. Pada titik itulah peran Fred menjadi krusial.
Saat Ronaldo tidak banyak melakukan pressing untuk mencegah serangan lawan, Fred akan menutup celah yang ada. Fred melakukan tugas ekstra dan membuat Ronaldo bisa menyimpan tenaganya untuk momen-momen penyerangan.
Klasemen Premier League
Sumber: Manchester Evening News
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Jangan Tiru Ronaldo, Declan Rice Diminta Gabung Man City
- Usia 36 Tahun Masih Gacor! Cristiano Ronaldo Jadi Referensi Bintang Man City
- Harry Maguire Banyak Dihujat, Bek Manchester City Ini Kirim Dukungan
- Kevin De Bruyne: Cara Mengalahkan Manchester United? Latihan 10 Menit Saja
- 10 Pemain yang Ingin Fans Manchester United Dijual di Bulan Januari 2022: Pogba No 3, Fred?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukan Cristiano Ronaldo, Ini Pemain Manchester United yang Paling Jago Gocek Bola
Liga Inggris 12 November 2021, 22:01
-
Mau Dominik Szoboszlai, Manchester United Harus Siap Bayar Segini
Liga Inggris 12 November 2021, 21:34
-
De Gea Lagi On Fire, Dean Henderson Disarankan Lekas Cabut dari MU
Liga Inggris 12 November 2021, 21:21
-
Setelah Barcelona, Klub La Liga Ini Juga Ingin Bajak Edinson Cavani
Liga Inggris 12 November 2021, 21:06
-
Demi Keluar dari Tekanan, Ole Gunnar Solskjaer Diminta Lakukan Ini di MU
Liga Inggris 12 November 2021, 20:30
LATEST UPDATE
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR