
Bola.net - Publik sepakat bahwa julukan 'pemain terburuk di sejarah Premier League' pantas disematkan kepada satu sosok ini. Ya, dia adalah Ali Dia.
Ali Dia menjalani kiprahnya di ajang Premier League bersama Southampton pada tahun 1996. Namun ia hanya mencatatkan satu penampilan saja. Atau lebih tepatnya, ia bermain selama 53 menit.
The Saints benar-benar tertipu oleh kata-kata manisnya. Ia berkata bahwa dirinya punya hubungan dengan pemenang Ballon d'Or, George Weah. Sementara Weah sendiri, pada kenyataannya, tidak mengenalnya sama sekali.
Tidak hanya itu, Ali Dia juga mengatakan bahwa dirinya merupakan bagian dari skuat Timnas Senegal. Lagi-lagi, itu adalah sebuah kebohongan.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Pelatih Tidak Punya Pilihan
Graeme Souness adalah saksi hidup bagaimana kualitas Ali Dia sebagai seorang pemain. Sebagai informasi, legenda Liverpool tersebut pernah menjabat sebagai pelatih the Saints pada musim 1996/97.
Ia kemudian menceritakan impresi pertamanya terhadap pemain tersebut. Setelah dirinya mendengar bahwa Dia adalah seseorang yang memiliki relasi dekat dengan George Weah.
"Orang ini muncul, dan semua yang terlibat di sepak bola, anda tahu dalam lima menit pertama permainan - meski itu laga kecil lima melawan lima - bahwa anak ini bisa bermain atau tidak," tuturnya kepada Sky Sports.
"Jadi, dalam lima menit pertama pada Senin pagi, kami berkata bahwa dia tidak untuk kami. Dia tidak punya harapan. Namun kami tidak punya cukup pemain untuk memainkan laga delapan vs delapan. Jadi kami memilih untuk mempertahankannya selama satu pekan, dan seiring waktu berjalan, pemain kami terus-terusan dilanda cedera," lanjutnya.
Kemudian, Souness bercerita mengenai momen di mana dirinya terpaksa memainkan Dia. Kala itu, Southampton harus berhadapan dengan Leeds dan sedang kekurangan amunisi di sektor depan.
"Matt adalah satu-satunya penyerang kami yang bugar. Semuanya adalah salah Matt karena hanya bisa bertahan selama 20 menit! Saya melihat ke bangku cadangan dan berpikir, 'apa yang bisa kami lakukan?'," ujarnya.
Matt Le Tissier Mengaku Salah
Pemain yang dimaksud Souness adalah Matt Le Tissier. Penyerang asal Inggris itu mengalami cedera sewaktu pertandingan baru berjalan 32 menit. Souness tak punya pilihan selain memainkan Dia.
Aksinya terbilang sangat buruk. Sangat buruk sampai Souness harus menariknya lagi pada menit ke-85. Dan setelahnya, Dia hanya menjadi seorang pelengkap dalam skuat Southampton.
Le Tissier juga ikut mengenang kehadiran mantan rekan setimnya tersebut. Ia menggambarkan kalau Dia adalah orang beruntung yang memenangkan kompetisi dan mendapatkan kesempatan berlatih bersama Southampton.
"Saya pikir dia memenangkan sebuah kompetisi untuk datang dan berlatih bersama kami. Jadi ini kesalahan saya. Saya digantikan oleh pemain terburuk yang pernah tampil di Premier League," tukasnya.
(Goal International)
Baca juga:
- Hari Ini 12 Tahun yang Lalu, Roket Scholes ke Gawang Barcelona Bawa MU Lolos ke Final UCL
- Ketika Ronaldo Menciptakan Gol Tercepat di Derby Madrid
- Kaka, Neymar, dan Deretan 'Samba' Terganas di Liga Champions
- Milan vs Barcelona 2006, Assist Brilian Ronaldinho dan Laga Terakhir Trio Diavolo
- Samuel Etoo, Juan Mata dan Mereka yang Terlupakan dalam Sejarah Real Madrid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Owen: Saya Salah Menilai Ole Gunnar Solskjaer
Liga Inggris 30 April 2020, 22:30
-
Aguero, Striker yang Mampu Bikin Keder Pemain Lawan
Liga Inggris 30 April 2020, 22:20
-
Liverpool Disarankan Abaikan Timo Werner, Kenapa?
Liga Inggris 30 April 2020, 21:20
-
Michael Owen: Akhirnya MU Tidak PHP Lagi
Liga Inggris 30 April 2020, 21:20
-
MU Bisa Malu Sendiri Jika Rekrut Jadon Sancho, Kok Bisa?
Liga Inggris 30 April 2020, 21:00
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 21 Februari 2026, 08:15
-
Prediksi Nottm Forest vs Liverpool 22 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 07:29
-
Kualitas Pemain Lokal Timnas Indonesia Bikin Kagum Shayne Pattynama: Sangat Bagus!
Tim Nasional 21 Februari 2026, 05:50
-
Hasil Sassuolo vs Verona 3-0: Jay Idzes Tampil Penuh, Berardi Jadi Pembeda
Liga Italia 21 Februari 2026, 05:18
-
Prediksi Atalanta vs Napoli 22 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 03:58
-
Prediksi Barcelona vs Levante 22 Februari 2026
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 03:37
-
Michael Carrick Beri Sinyal Siap Bertahan Lebih Lama di Manchester United
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:34
-
Prediksi Roma vs Cremonese 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 03:32
-
Dari Nyaris Hengkang Hingga Tak Tergantikan, Keajaiban Mainoo di Tangan Carrick
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:18
-
Prediksi Tottenham vs Arsenal 22 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:12
-
Prediksi PSG vs Metz 22 Februari 2026
Liga Eropa Lain 21 Februari 2026, 03:05
-
Prediksi Man City vs Newcastle 22 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR