
Bola.net - Kai Havertz menjadi musuh publik nomor satu di Stamford Bridge pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Momen panas ini terjadi saat Chelsea kalah 2-3 dari Arsenal di leg 1 semifinal Carabao Cup.
Gelandang asal Jerman itu mendapat sambutan yang sangat tidak ramah dari publik tuan rumah. Setiap sentuhannya di lapangan selalu diiringi sorakan cemoohan dari para pendukung The Blues.
Laga ini sendiri berjalan sangat dramatis dengan terciptanya lima gol. Blunder kiper Robert Sanchez dan gol penentu Martin Zubimendi menjadi sorotan utama.
Kemenangan ini memberikan keuntungan besar bagi Arsenal jelang leg kedua nanti. Sementara bagi Chelsea, peluang mereka menuju Wembley kini semakin menipis.
Nasib Kai Havertz Jadi Sasaran Kemarahan Suporter
Havertz sejatinya baru masuk di menit-menit akhir pertandingan dari bangku cadangan. Ia baru saja pulih dari cedera lutut panjang dan sempat bermain di Piala FA akhir pekan lalu.
Meski menit bermainnya minim, hal itu tak menyurutkan kebencian fans tuan rumah. Suporter Chelsea langsung bereaksi negatif begitu pemain nomor 29 itu menginjakkan kaki di rumput.
Laporan dari BBC Sport mengonfirmasi betapa bermusuhannya atmosfer stadion terhadap sang mantan. Situasi ini terjadi sesaat setelah Pedro Neto menerima kartu kuning dan Arsenal melakukan pergantian pemain.
"Mantan pemain Chelsea itu dicemooh setiap kali dia menyentuh bola," tulis laporan BBC Sport.
Robert Sanchez Lakukan Dua Blunder Fatal
Di sisi lain, Chelsea sebenarnya tampil cukup menjanjikan di bawah asuhan Liam Rosenior. Namun, performa buruk Robert Sanchez di bawah mistar gawang merusak segalanya.
Kiper asal Spanyol itu melakukan dua kesalahan fatal yang berujung gol bagi Arsenal. Padahal, ia baru saja kembali ke starting line-up dalam salah satu dari delapan perubahan tim.
Blunder pertamanya terjadi saat ia gagal mengantisipasi sepak pojok yang disundul Ben White. Kesalahan kedua lebih parah, ia gagal menangkap umpan silang rendah yang disambar Viktor Gyokeres.
Alejandro Garnacho sempat mencetak dua gol untuk Chelsea dari bangku cadangan. Sayangnya, gol kemenangan Martin Zubimendi memastikan tim tamu pulang dengan kepala tegak.
Statistik Havertz Bersama Arsenal
Kepindahan Havertz ke Arsenal pada musim panas 2023 terbukti keputusan tepat. Statistik menunjukkan performanya meningkat tajam sejak menyeberang ke London Utara.
Bersama Chelsea, ia butuh 139 laga untuk terlibat dalam 48 gol. Hanya 32 gol yang mampu ia cetak sendiri selama berseragam biru.
Situasinya berbanding terbalik saat ia membela The Gunners saat ini. Havertz mencatat 42 gol dan assist hanya dalam 91 penampilan, hampir satu kontribusi tiap dua laga.
Dulu ia pernah menyebut kepindahannya sebagai "hal terbaik yang bisa dia lakukan" kepada Sky Sports. Pernyataan itulah yang tampaknya masih membekas dan menjadi alasan utama cemoohan fans Chelsea.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lagi-lagi 'Ilmu Hitam' Arsenal Beraksi, Chelsea Kini Jadi Korbannya
Liga Inggris 15 Januari 2026, 13:19
-
Viktor Gyokeres Belum Banyak Cetak Gol di Arsenal Gara-gara Bukayo Saka?
Liga Inggris 15 Januari 2026, 11:49
-
Mengapa Cole Palmer dan Reece James Hilang di Laga Chelsea vs Arsenal?
Liga Inggris 15 Januari 2026, 08:31
LATEST UPDATE
-
Rekor Buruk Wolves, Tren Positif Liverpool, Ancaman Mohamed Salah
Liga Inggris 2 Maret 2026, 17:18
-
Prediksi Wolves vs Liverpool 4 Maret 2026
Liga Inggris 2 Maret 2026, 16:53
-
Prediksi Como vs Inter 4 Maret 2026
Liga Italia 2 Maret 2026, 16:41
-
Prediksi Barcelona vs Atletico Madrid 4 Maret 2026
Liga Spanyol 2 Maret 2026, 16:28
-
Live Streaming BRI Super League: Persebaya vs Persib Bandung Hari Ini
Bola Indonesia 2 Maret 2026, 16:19
-
Inter Milan Kembali Bidik Gelandang Como, Harga Tak Akan Murah
Liga Italia 2 Maret 2026, 16:14
-
Sihir Lamine Yamal dan Kebangkitan dari Mimpi Buruk Awal Musim
Liga Spanyol 2 Maret 2026, 16:05
LATEST EDITORIAL
-
Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Direkrut Barcelona
Editorial 2 Maret 2026, 15:19
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
























KOMENTAR