Murka Anfield Terhadap Arne Slot

Murka Anfield Terhadap Arne Slot
Manajer Liverpool, Arne Slot, memberi isyarat dalam pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions kontra PSG, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Bola.net - Atmosfer negatif menaungi Anfield dan Arne Slot tampak semakin tertekan. Fans Liverpool mulai terang-terangan menunjukkan kekecewaan dan kemarahan mereka terhadap pelatih berdarah Belanda tersebut.

Hasil imbang 1-1 melawan Chelsea pekan lalu justru memunculkan kemarahan besar dari tribune. Suara cemooh menggema di Anfield, sementara kursi-kursi kosong sebelum laga berakhir menjadi gambaran jelas kekecewaan suporter terhadap tim asuhan Arne Slot.

Tekanan terhadap Slot kini meningkat drastis. Meski Liverpool masih berpeluang mengamankan tiket Liga Champions, banyak pendukung mulai meragukan apakah mantan pelatih Feyenoord itu benar-benar sosok yang tepat untuk membawa klub bangkit musim depan.

1 dari 5 halaman

Bayang-Bayang Brendan Rodgers Kembali Menghantui Liverpool

Virgil van Dijk dan Cole Palmer berebut bola dalam laga Premier League antara Liverpool vs Chelsea di Anfield, 9 Mei 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Virgil van Dijk dan Cole Palmer berebut bola dalam laga Premier League antara Liverpool vs Chelsea di Anfield, 9 Mei 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Situasi yang dihadapi Liverpool saat ini mengingatkan banyak pihak pada musim 2014/2015. Saat itu Brendan Rodgers kehilangan dukungan publik setelah performa tim merosot tajam usai nyaris menjuarai Premier League semusim sebelumnya.

Liverpool kala itu menutup musim dengan buruk. Mereka ditahan Chelsea sebelum dipermalukan Crystal Palace dan Stoke City dalam dua laga terakhir musim tersebut. Meski tekanan besar datang dari luar, Fenway Sports Group tetap mempertahankan Rodgers.

Keputusan itu ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Rodgers gagal membalikkan situasi dan akhirnya dipecat hanya beberapa bulan setelah musim berikutnya dimulai, ketika Liverpool tertahan di papan tengah klasemen Premier League.

Kini, FSG kembali berada di persimpangan yang mirip. Bedanya, Slot datang dengan status juara Premier League dan masih berpeluang menyelamatkan musim lewat tiket Liga Champions. Namun, kemarahan publik Anfield mulai terasa jauh lebih nyata dibanding beberapa bulan lalu.

2 dari 5 halaman

Atmosfer Anfield Berubah Jadi Penuh Kemarahan

Fans Liverpool bersorak sebelum laga Premier League antara Liverpool vs Chelsea di Anfield, 9 Mei 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Fans Liverpool bersorak sebelum laga Premier League antara Liverpool vs Chelsea di Anfield, 9 Mei 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Momen paling mencolok terjadi ketika Slot menarik keluar Rio Ngumoha pada pertengahan babak kedua. Winger 17 tahun itu sebelumnya tampil cukup menjanjikan dan menjadi kreator gol pembuka Ryan Gravenberch.

Banyak suporter mengira Cody Gakpo yang akan diganti karena tampil buruk sepanjang pertandingan. Ketika papan pergantian pemain menunjukkan nama Ngumoha, suara boos langsung terdengar dari tribune Anfield.

Slot menjelaskan bahwa pemain muda tersebut mengalami kram dan tidak mampu melanjutkan pertandingan.

“Saya tahu reaksi seperti itu akan muncul ketika nomor Rio terangkat. Namun, tidak ada alasan untuk tetap memainkannya ketika dia memberi tahu saya bahwa dia tidak bisa melanjutkan pertandingan,” kata Slot.

Suasana semakin panas setelah peluit akhir dibunyikan. Liverpool kembali mendapat cemoohan dari pendukung sendiri setelah gagal memanfaatkan momentum menghadapi Chelsea yang sebenarnya datang ke Anfield dalam kondisi buruk usai enam kekalahan liga beruntun.

3 dari 5 halaman

Permainan Liverpool Dinilai Kehilangan Identitas

Pemain Chelsea FC Marc Cucurella (kiri) berebut bola dengan bek Liverpool FC Ibrahima Konate dalam laga Premier League, Sabtu (9/5/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Pemain Chelsea FC Marc Cucurella (kiri) berebut bola dengan bek Liverpool FC Ibrahima Konate dalam laga Premier League, Sabtu (9/5/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Liverpool sebenarnya memulai pertandingan dengan sempurna. Gol cepat Gravenberch pada menit keenam memberi peluang besar bagi tuan rumah untuk menekan Chelsea sejak awal.

Nahas, yang terjadi justru sebaliknya. Liverpool perlahan mundur dan membiarkan Chelsea menguasai permainan. Intensitas tekanan menghilang, tempo permainan menurun, dan lini tengah mulai kehilangan kendali.

Anfield terlihat frustrasi melihat cara bermain timnya sendiri. Ibrahima Konate beberapa kali mendapat sorakan negatif karena dianggap terlalu lambat mengalirkan bola dan menghambat tempo serangan.

Slot membantah tuduhan bahwa dirinya meminta tim bermain defensif. “Apakah Anda melihat saya berteriak dari pinggir lapangan untuk meminta tim mundur dan bertahan? Tentu saja bukan itu rencananya,” ujar Slot dengan nada sarkastis.

“Kami ingin terus menekan, tetapi mereka mulai nyaman menguasai bola. Mereka memainkan banyak gelandang dan mulai mendominasi lini tengah.”

4 dari 5 halaman

Statistik Buruk Mempertegas Krisis Liverpool

Mohamed Salah mengalami cedera di laga Liverpool vs Crystal Palace, Sabtu (25/04/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Mohamed Salah mengalami cedera di laga Liverpool vs Crystal Palace, Sabtu (25/04/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Terlepas dari badai cedera yang dialami Liverpool musim ini, performa melawan Chelsea tetap dianggap sangat mengecewakan. The Reds hanya mencatat tiga tembakan tepat sasaran dengan expected goals (xG) sebesar 0,56.

Cody Gakpo tampil sangat minim kontribusi. Pada babak pertama ia hanya mencatat enam sentuhan dan kalah dalam empat dari lima duel yang dijalani sebelum akhirnya ditarik keluar.

Gol Curtis Jones bahkan dianulir akibat posisi offside Gakpo. Sementara itu, Jeremie Frimpong juga kesulitan memberi dampak di sisi kanan permainan Liverpool.

Lini tengah menjadi sorotan terbesar. Alexis Mac Allister hanya memenangi satu dari sembilan duel, Dominik Szoboszlai satu dari tujuh duel, sedangkan Gravenberch lima dari 11 duel.

Meski Szoboszlai dan Virgil van Dijk sempat membentur mistar, Liverpool dianggap beruntung tidak kalah. Bahkan, sorakan sinis dari tribune muncul pada masa injury time ketika Giorgi Mamardashvili menangkap bola dan tidak ada satu pun pemain Liverpool yang berusaha melakukan serangan cepat.

Momen itu dianggap menggambarkan masalah terbesar Liverpool saat ini, yaitu hilangnya urgensi, energi, dan identitas permainan.

5 dari 5 halaman

Masa Depan Arne Slot Mulai Dipertanyakan

Jurgen Klopp pernah melewati beberapa musim sulit di Liverpool. Namun, kepercayaan publik terhadap pelatih asal Jerman itu nyaris tidak pernah goyah karena hubungan emosional yang sangat kuat dengan suporter.

Situasinya berbeda untuk Slot. Ia belum memiliki ikatan sebesar Klopp dengan fanbase Liverpool dan gaya bermain yang ditampilkan musim ini juga dinilai jauh dari identitas agresif yang selama ini melekat pada klub.

Slot sendiri tetap yakin bisa membalikkan keadaan musim depan. “Musim ini opini mereka tidak akan berubah. Tapi jika kami bisa menjalani musim panas seperti yang kami rencanakan, saya 100 persen yakin kami akan menjadi tim yang berbeda musim depan,” tegasnya.

Masalahnya, banyak dukungan yang sudah hilang dalam sembilan bulan terakhir. Jika Slot tetap dipertahankan dan Liverpool kembali memulai musim depan dengan hasil buruk, atmosfer di Anfield berpotensi berubah jauh lebih toksik dalam waktu singkat.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL