Menunggu Revolusi Besar-besaran Real Madrid

Menunggu Revolusi Besar-besaran Real Madrid
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, dalam pertandingan La Liga melawan Barcelona, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Barcelona memastikan gelar La Liga kedua beruntun usai menundukkan Real Madrid 2-0 di El Clasico, Senin 11 Mei 2026 dini hari WIB. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri harapan tipis Madrid untuk menyelamatkan musim yang penuh masalah.

Bukan sekadar kehilangan gelar, hasil di laga terbesar Spanyol tersebut juga membuka kembali kekacauan internal yang selama beberapa bulan terakhir menghantui Santiago Bernabeu. Ketegangan di ruang ganti, konflik antarpemain, hingga masa depan pelatih kini menjadi sorotan utama.

Situasi semakin rumit karena Madrid menutup musim tanpa trofi besar. Di tengah tekanan yang meningkat, Presiden Florentino Perez mulai mempertimbangkan perubahan besar untuk musim depan.

1 dari 5 halaman

El Clasico Jadi Simbol Kegagalan Musim Madrid

Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kanan) beradu argumen dengan para pemain Barcelona pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Minggu, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kanan) beradu argumen dengan para pemain Barcelona pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Minggu, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Kekalahan dari Barcelona terasa sangat menyakitkan bagi Real Madrid karena datang di saat klub membutuhkan kemenangan untuk menjaga harga diri. Barca bahkan memastikan gelar langsung saat menghadapi rival abadinya tersebut.

Dalam sepekan terakhir, suasana internal Madrid disebut sangat panas. Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni dijatuhi denda total 1 juta euro setelah terlibat perkelahian di ruang ganti pada Kamis lalu. Konflik itu disebut bermula sehari sebelumnya.

Ketegangan sebelumnya juga sudah muncul di tempat latihan. Antonio Rudiger dan Alvaro Carreras sempat terlibat perselisihan, sementara Kylian Mbappe dilaporkan bersitegang dengan salah satu staf pelatih menjelang laga melawan Real Betis pada 24 April.

Alvaro Arbeloa berusaha meredam situasi setelah kekalahan dari Barcelona. Namun, posisinya sebagai pelatih memang sudah lama berada dalam tekanan akibat performa tim yang tidak stabil.

2 dari 5 halaman

Awal Menjanjikan Xabi Alonso Berubah Jadi Masalah Besar

Xabi Alonso usai laga antara Real Madrid melawan Real Betis di Bernabeu, 5 Januari 2026 lalu. (c) AP Photo/Pablo Garcia

Xabi Alonso usai laga antara Real Madrid melawan Real Betis di Bernabeu, 5 Januari 2026 lalu. (c) AP Photo/Pablo Garcia

Musim sebenarnya dimulai dengan sangat baik bagi Real Madrid di bawah Xabi Alonso. Pelatih asal Spanyol itu datang dari Bayer Leverkusen dan langsung membawa Madrid memenangi 13 dari 14 pertandingan awal musim.

Meski begitu, satu-satunya kekalahan dalam periode itu menjadi sinyal awal masalah besar. Madrid dihajar Atletico Madrid 2-5, pertama kalinya mereka kebobolan lima gol dari rival sekota sejak 1950.

Kemenangan 2-1 atas Barcelona di El Clasico pertama musim ini sempat membuat Madrid unggul lima poin di puncak klasemen. Namun momen tersebut justru menjadi titik balik negatif di dalam ruang ganti.

Sorotan terbesar malam itu adalah reaksi frustrasi Vinicius Junior kepada Alonso setelah ditarik keluar. Menurut laporan internal klub, hubungan antara pemain dan pelatih mulai retak sejak kejadian tersebut.

Vinicius memang meminta maaf kepada Perez, rekan setim, dan fans. Namun, ia disebut tidak meminta maaf langsung kepada Alonso. Situasi itu memperbesar keraguan sejumlah pemain senior terhadap metode kepelatihan sang pelatih.

3 dari 5 halaman

Cedera dan Kekalahan Membuat Situasi Memburuk

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe bereaksi pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Betis vs Madrid di Sevilla, Jumat, 24 April 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe bereaksi pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Betis vs Madrid di Sevilla, Jumat, 24 April 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Ketegangan internal mulai berdampak pada performa tim. Real Madrid kalah 0-1 dari Liverpool di Anfield dan kemudian tumbang 1-2 dari Manchester City di Liga Champions pada Desember.

Di saat bersamaan, badai cedera membuat situasi semakin tidak stabil. Departemen medis klub bahkan ikut disorot setelah cedera lutut Mbappe salah didiagnosis karena MRI dilakukan pada kaki yang salah.

Perez kemudian melakukan perubahan internal selepas Natal. Dr Niko Mihic ditunjuk sebagai kepala layanan medis, sementara Antonio Pintus kembali mendapat peran penting dalam departemen kebugaran tim.

Sayangnya, perubahan tersebut gagal menyelamatkan Alonso. Kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Supercopa de Espana di Jeddah menjadi akhir perjalanan sang pelatih pada Januari lalu.

Keputusan pemecatan Alonso memang tidak terlalu mengejutkan, tetapi waktunya membuat banyak orang di internal klub terkejut. Saat itu Madrid sebenarnya masih bersaing di La Liga, Liga Champions, dan Copa del Rey.

4 dari 5 halaman

Arbeloa Sempat Membawa Harapan Baru

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Setelah Alonso pergi, Arbeloa naik dari Real Madrid Castilla untuk menangani tim utama. Namun ia langsung menghadapi tekanan besar.

Debutnya berjalan buruk karena Madrid tersingkir dari Copa del Rey oleh klub divisi dua Albacete. Kekalahan dari Osasuna dan Getafe kemudian membuat suasana Bernabeu kembali memanas.

Meski demikian, Madrid sempat menemukan momentum positif. Cedera Jude Bellingham dan Mbappe justru membuat Vinicius kembali tampil lebih bebas dan tajam di lini depan.

Valverde juga tampil semakin dominan, sementara gelandang muda Thiago Pitarch memberi keseimbangan baru di lini tengah. Madrid bahkan sempat menunjukkan performa impresif di Liga Champions.

Setelah melewati play-off melawan Benfica, Madrid menghancurkan Manchester City dengan agregat 5-1 di babak 16 besar. Mereka kemudian memberi perlawanan ketat kepada Bayern Munchen sebelum tersingkir dengan agregat 6-4 di perempat final.

Nahas, konsistensi di La Liga tetap menjadi masalah. Madrid kehilangan poin melawan tim yang secara kualitas berada di bawah mereka, termasuk saat kalah 1-2 dari Mallorca dan imbang 1-1 kontra Girona pada awal April.

5 dari 5 halaman

Perombakan Skuad Besar-Besaran Mulai Disiapkan

Real Madrid diduga akan melakukan pergantian pelatih musim depan. Klub juga mulai menyiapkan restrukturisasi skuad dan departemen olahraga.

David Alaba diperkirakan hengkang dengan status bebas transfer. Masa depan Dani Carvajal juga belum pasti, sementara kontrak Antonio Rudiger segera habis.

Beberapa pemain pelapis seperti Dani Ceballos dan Gonzalo Garcia masuk daftar jual. Madrid disebut perlu melepas sejumlah pemain untuk mendanai transfer baru musim panas nanti.

Selain itu, restrukturisasi di level manajemen olahraga juga mulai dibahas. Toni Kroos bahkan disebut berpeluang kembali ke klub dalam peran baru.

Masalah terbesar Madrid saat ini dinilai bukan hanya soal siapa pelatih berikutnya. Dalam beberapa musim terakhir, ruang ganti klub disebut semakin sulit dikendalikan karena benturan ego dan konflik personal antarpemain.

Situasi itu kini mencapai titik paling mengkhawatirkan. Bagi Real Madrid, musim panas kali ini tampaknya akan menjadi salah satu periode perubahan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL