Pemilik Chelsea Mulai Menyesal Tunjuk Liam Rosenior jadi Pelatih?

Pemilik Chelsea Mulai Menyesal Tunjuk Liam Rosenior jadi Pelatih?
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior memberikan instruksi saat melawan PSG di leg I babak 16 besar Liga Champions, 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Michel Euler

Bola.net - Nasib Liam Rosenior di kursi manajer Chelsea berada dalam tekanan besar menjelang laga perempat final FA Cup melawan Port Vale akhir pekan ini. Pertandingan tersebut menjadi penentu masa depannya setelah rentetan hasil buruk yang menurunkan kepercayaan publik dan manajemen.

Sebelumnya, kekalahan telak 8-2 dari PSG di Liga Champions meninggalkan tekanan serius di Stamford Bridge. Selain itu, hasil minor 3-0 dari Everton sebelum jeda internasional semakin memperburuk situasi tim.

Di sisi lain, William Gallas menilai para pemilik klub, Todd Boehly dan Behdad Eghbali, mulai meragukan keputusan mereka menunjuk Rosenior. Bahkan, situasi internal tim dilaporkan memanas seiring hasil yang jauh dari ekspektasi.

Lebih lanjut, potensi pemecatan sebelum musim berakhir dinilai dapat merusak reputasi Rosenior di masa depan. Gallas juga mengingatkan bahwa keputusan tergesa-gesa dari manajemen berisiko memperburuk kondisi, termasuk reaksi negatif dari suporter.

Oleh karena itu, laga akhir pekan ini tidak sekadar pertandingan biasa bagi Chelsea, melainkan ujian penting untuk menjaga kredibilitas tim menghadapi lawan dari kasta lebih rendah.

1 dari 3 halaman

Bayang-bayang Penyesalan Todd Boehly

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior. (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior. (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Gallas menyoroti adanya keraguan yang kemungkinan muncul di benak petinggi klub akibat performa buruk belakangan ini. Terutama, kekalahan besar di kompetisi Eropa dianggap sulit diterima.

"Saya pikir pemilik Chelsea percaya bahwa mereka melakukan kesalahan dengan mendatangkan Liam Rosenior, dan jika mereka memecatnya sebelum musim panas, itu akan menjadi bencana bagi kariernya di dunia sepak bola," ujar William Gallas.

Selain itu, Gallas menegaskan bahwa segala keputusan sepenuhnya berada di tangan pemilik klub. Kondisi yang tidak stabil membuat posisi manajer sangat rentan terhadap pemecatan sewaktu-waktu. Kekalahan dari PSG dinilai menjadi titik terberat yang sulit dilupakan.

"Sangat sulit untuk menerima hasil melawan PSG. Kekalahan 8-2 sangat berat untuk ditelan dan kemudian mereka kalah 3-0 dari Everton," kenang pria asal Prancis tersebut.

2 dari 3 halaman

Port Vale dan Ujian Hidup Mati

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior usai laga melawan Arsenal di semifinal Leg 2 Piala Liga Inggris, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior usai laga melawan Arsenal di semifinal Leg 2 Piala Liga Inggris, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Sementara itu, Port Vale yang berada di dasar klasemen League One akan menghadapi Chelsea di London. Secara kualitas, Chelsea diunggulkan untuk meraih kemenangan meyakinkan di kandang sendiri. Namun demikian, tekanan suporter berpotensi menjadi faktor jika tim gagal tampil dominan sejak awal.

"Mereka harus menemukan solusi akhir pekan ini melawan Port Vale di FA Cup untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan kembali dengan kemenangan, tetapi Anda tidak tahu apa yang sudah dipikirkan pemilik," tegas Gallas kepada BOYLE Sports.

Di sisi lain, suporter diperkirakan akan bereaksi keras jika tim tidak meraih kemenangan besar. Gallas memprediksi kemenangan 3-0 untuk Chelsea, meskipun ia tetap membuka kemungkinan adanya hasil di luar dugaan apabila performa tim kembali mengecewakan.

3 dari 3 halaman

Akhir Perjalanan Jika Terjadi Kejutan

 (c) AP Photo

(c) AP Photo

Lebih jauh, kekalahan dari tim yang terancam degradasi akan menjadi pukulan besar bagi Rosenior. Gallas menilai kesabaran suporter telah mencapai batas. Jika hasil buruk kembali terjadi di FA Cup, manajemen dinilai tidak memiliki alasan untuk mempertahankannya.

"Jika mereka mendapatkan hasil buruk melawan Port Vale, itu akan menjadi akhir bagi sang manajer. Para suporter akan sangat marah," tambah peraih dua gelar Premier League itu.

Dengan demikian, Rosenior dituntut membuktikan kapasitasnya dengan membawa tim meraih kemenangan meyakinkan. Hasil positif menjadi satu-satunya cara meredam spekulasi pemecatan yang terus berkembang.

Selain itu, laga ini juga mempertaruhkan reputasi pemilik klub. Keputusan penting terkait masa depan manajer diperkirakan akan diambil segera setelah pertandingan berakhir di Stamford Bridge.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL