
Bola.net - - Jurgen Klopp meyakini Liverpool yang sekarang layak disebut sebagai salah satu tim terkuat di Eropa. Mereka mulai memetik buah dari perkembangan mereka dalam beberapa musim terakhir. Liverpool telah jadi tim kuat.
Perkembangan ini tak terlepas dari sentuhan Jurgen Klopp. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu datang membawa semangat luar biasa. Dia menularkan semangat itu pada skuat Liverpool yang kini memainkan salah satu sepak bola terbaik.
Bagi Klopp, perkembangan ini tidak akan terwujud jika dia tidak mendapatkan dukungan klub dan mendengar suara fans. Klopp yakin pemain-pemain Liverpool yang sekarang sudah cukup bagus untuk bermain di tim kuat mana pun.
Meski disebut sebagai pelatih genius, Klopp justru memuji pemain-pemain di balik perkembangan ini. Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Paduan Sempurna
Klopp terbilang beruntung. Di Liverpool, dia mendapatkan dukungan penuh dari pemilik klub. Klopp bisa membentuk tim sesuai harapannya karena mampu membeli peman-pemain yang tepat dan memadukannya dengan pemain-pemain lama.
"Perkembangan pemain-pemain yang sudah berada di sini banyak membantu kami, tentu saja pembelian anyar juga sangat membantu. Alisson [Becker] dan Virgil [van Dijk], sebagai contoh, telah memberikan dampak paling besar karena mereka bermain nyaris di semua pertandingan," tutur Klopp di laman Liverpoolfc.
"Namun, pemain-pemain seperti Fabinho dan [Xherdan] Shaqiri merupakan bagian yang sangat penting dari tim. Sekali lagi, mereka mungkin tidak berada di puncak permainan mereka, tetpai mereka telah membuat langkah penting dalam perkembangan mereka."
Trofi Pertama
Sayangnya, selama empat tahun menangani Liverpool, Klopp belum juga mempersembahkan trofi. Kondisi ini menimbulkan pro/kontra, sebagian menilai trofi bukan tolok ukur perkembangan, sebagian lagi tidak puas dengan hanya berkembang.
Awal bulan depan, Klopp punya kesempatan memperbaiki kekurangan tersebut. Liverpool bakal melawan Tottenham Hotspur di final Liga Champions. Itu merupakan panggung sempurna untuk trofi pertama.
"Di Jerman, kami punya pepatah: 'semua hal bagus datang dalam hitungan ketiga'," sambung Klopp.
"Saat masih melatih Mainz, saya dua kali gagal promosi, dan kami berhasil dipromosikan di musim ketiga. Kami berharap sejarah akan terulang di Liga Champions. Sejujurnya, saya kira itu cukup bagus," tandasnya.
Baca Juga:
- Mengapa Liverpool Bangga dengan Kegagalan? Begini Penjelasan Jurgen Klopp
- Jurgen Klopp Jelaskan Rencana Liverpool untuk Jadi Juara Liga Champions
- Bukan Mohamed Salah, 'Pemain' Terpenting Liverpool Bernama Anfield
- Julian Brandt ke Liverpool? Begini Jawaban Bayer Leverkusen
- Bukan Mo Salah dan Sadio Mane, Siapa Pemain Tercepat Liverpool Musim Ini?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal di Liga Champions Tidak Menodai Musim Sempurna Manchester City
Liga Inggris 20 Mei 2019, 13:53
-
Bukan Mohamed Salah, 'Pemain' Terpenting Liverpool Bernama Anfield
Liga Champions 20 Mei 2019, 09:59
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR