Sederet Alasan Arsenal Masih Favorit Juara Premier League

Sederet Alasan Arsenal Masih Favorit Juara Premier League
Pemain Arsenal, Declan Rice, dan rekan setimnya Gabriel Magalhaes di akhir pertandingan Premier League melawan Manchester City, Minggu (19/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Kekalahan 1-2 dari Manchester City di Etihad Stadium sempat memunculkan keraguan besar terhadap peluang Arsenal dalam perebutan gelar Premier League. Namun, suasana di dalam tim justru menunjukkan hal berbeda.

Sebuah momen usai laga menjadi gambaran jelas. Declan Rice terlihat berbicara kepada Martin Odegaard dan menegaskan bahwa perburuan gelar belum selesai. Keyakinan itu juga diamini oleh Mikel Arteta dalam konferensi pers.

Dengan lima laga tersisa dan selisih poin yang masih sangat tipis, Arsenal belum benar-benar tersingkir dari persaingan. Bahkan, ada sejumlah faktor yang membuat mereka tetap layak disebut sebagai favorit.

1 dari 4 halaman

Keyakinan Internal Masih Terjaga

Declan Rice usai laga Manchester City vs Arsenal, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Declan Rice usai laga Manchester City vs Arsenal, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Salah satu kekuatan utama Arsenal saat ini adalah mentalitas tim yang belum runtuh. Declan Rice secara tegas menolak anggapan bahwa kekalahan dari City menjadi akhir segalanya.

“Itu belum selesai,” menjadi pesan singkat namun tegas yang ia sampaikan kepada Odegaard. Pernyataan itu mencerminkan bahwa ruang ganti Arsenal masih penuh keyakinan.

Mikel Arteta juga menguatkan pandangan tersebut. Ia menyebut para pemainnya justru semakin yakin bisa menjadi juara setelah melihat bagaimana mereka mampu menekan City di kandangnya sendiri.

Performa di Etihad memang menunjukkan bahwa Arsenal masih bisa bersaing di level tertinggi. Mereka hanya kalah karena detail kecil, bukan karena perbedaan kualitas yang mencolok.

2 dari 4 halaman

Detail Kecil yang Menentukan di Etihad

Pemain Manchester City, Rodri, berebut bola dengan pemain Arsenal, Declan Rice, dalam pertandingan Premier League, Minggu (19/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pemain Manchester City, Rodri, berebut bola dengan pemain Arsenal, Declan Rice, dalam pertandingan Premier League, Minggu (19/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Dave Thompson

Arsenal sebenarnya nyaris membawa pulang hasil positif dari markas City. Beberapa peluang emas menjadi bukti bahwa laga berjalan sangat ketat.

Tembakan Eberechi Eze yang membentur tiang serta sundulan Kai Havertz di masa injury time yang melambung tipis di atas mistar menjadi momen krusial. Situasi seperti ini menunjukkan betapa tipisnya margin dalam pertandingan besar.

Arteta pun menyadari bahwa timnya tampil jauh lebih baik dibanding laga sebelumnya melawan Bournemouth. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mengapa performa tersebut tidak muncul lebih awal.

Dua kekalahan beruntun dari Bournemouth dan City, ditambah hasil imbang melawan Wolves, memang merugikan. Namun performa di Etihad tetap memberikan sinyal bahwa Arsenal masih punya kualitas untuk bangkit.

3 dari 4 halaman

Persaingan Ketat, Statistik Tidak Jauh Berbeda

Jika melihat statistik terbaru, perbedaan antara Arsenal dan Manchester City tidak signifikan. Kedua tim mencatatkan performa yang hampir identik dalam beberapa pekan terakhir.

Arsenal sempat mencatatkan performa stabil sejak kekalahan dari Manchester United pada Januari. Bahkan, mereka memiliki catatan kemenangan beruntun yang sama dengan City, yakni empat laga.

Dalam 10 pertandingan terakhir Premier League, kedua tim juga sama-sama mencetak 20 gol. Ini menegaskan bahwa dominasi City tidak sekuat musim-musim sebelumnya.

Saat ini, hanya tiga poin dan satu gol yang memisahkan kedua tim. Bahkan, Arsenal masih berada di puncak klasemen hingga City memainkan laga tunda melawan Burnley.

4 dari 4 halaman

Jadwal Jadi Keuntungan Besar Arsenal

Faktor terbesar yang bisa menguntungkan Arsenal adalah jadwal pertandingan. Lima laga tersisa mereka semuanya dimainkan di London.

Arsenal akan menghadapi Newcastle, Fulham, dan Burnley di kandang, serta bertandang ke markas West Ham dan Crystal Palace. Seluruh lawan tersebut berasal dari papan bawah klasemen.

Di sisi lain, Manchester City harus menghadapi lawan yang lebih berat. Mereka masih harus bertemu tim-tim yang bersaing di papan atas dan zona Eropa.

Perbedaan tingkat kesulitan ini bisa menjadi penentu dalam perebutan gelar. Arsenal memiliki peluang lebih besar untuk meraih kemenangan sekaligus mencetak banyak gol.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL