
Bola.net - - Para pemain Manchester City terekam kamera menyanyikan chants sindiran yang tidak pantas pada Liverpool dan para suporternya.
City akhir pekan kemarin sukses menjadi juara liga. Mereka memastikan menjadi juara back-to-back di markas Brighton setelah menang 4-1.
Usai pertandingan itu, skuat The Citizen kembali ke kandangnya dengan menggunakan pesawat. Saat itulah mereka terekam kamera merayakan gelar juaranya dengan chants yang tidak pantas.
Mereka memodifikasi lirik chants yang diciptakan oleh suporter Liverpool, 'Allez, Allez, Allez." Sayangnya lirik yang diciptakan itu diduga menyindir para suporter The Reds yang sempat menjadi korban penganiayaan di Liga Champions musim lalu, Sean Cox.
Sean sendiri menjadi korban penusukan di luar area stadion Anfield jelang dihelatnya laga antara Liverpool vs AS Roma. Sean kemudian sempat mengalami koma selama beberapa bulan.
Selain itu di chants itu ada juga lirik yang menyebut Vincent Kompany, kapten City, mencederai Mohamed Salah. Ada kemungkinan ini merujuk pada duel antara kedua pemain itu di Etihad pada Januari 2019 kemarin.
Lirik
Berikut lirik dari chant tersebut, seperti dilansir Metro.
All the way to Kiev, (melaju hingga ke Kiev)
To end up in defeat, (untuk berakhir dengan kekalahan)
Crying in the stands, (menangis di tribun)
And battered in the streets, (dan dihajar di jalanan)
Kompany injured Salah, (Kompany mencederai Salah)
Victims of it all, (korban dari semuanya)
Sterling won the double, (Sterling memenangkan dobel gelar)
The Scousers won f*** all, (Scousers memenangi semuanya)
Allez, Allez, Allez
Allez, Allez, Allez.
Trofi Liga Premier sendiri dapat dilihat di awal video. Kemudian terlihat ada Ilkay Gundogan, Kyle Walker dan Kompany.
Video para pemain City itu kemudian menjadi viral di media sosial. Otomatis fans Liverpool kemudian mengutuk aksi skuat The Citizen tersebut.
Sementara itu pihak Liverpool sendiri bungkam. Manajemen klub tak mengeluarkan pernyataan apapun.
Terancam Sanksi
Sebelumnya, pihak City sempat dikabarkan terancam mendapatkan sanksi larangan bermain di Liga Champions. Sanksi itu tak lepas adanya hal yang janggal terkait laporan keuangan The Citizen.
Saat ini para pejabat dari UEFA sedang melakukan pembahasan soal laporan keuangan Man City. Pembahasan sudah dilakukan sejak dua pekan yang lalu.
UEFA telah menunjuk Yves Leterme, yang tidak tidak lain adalah Perdana Menteri Belgia, untuk memimpin Dewan Kontrol yang bertugas melakukan investigasi atas kasus ini. Yves Leterme dan timnya akan bekerja menangani kasus Manchester City ini hingga beberapa pekan ke depan.
Baca Juga:
- Guardiola jadi Manajer Terbaik Premier League 2018/19
- Ini Kunci Kemenangan Manchester City Atas Liverpool Versi Laporte
- Ini Respon Manchester City Terkait Kabar Sanksi Larangan Main di Liga Champions
- Kegagalan Liverpool di Premier League Akan Ditebus di Liga Champions
- Liverpool dan Manchester City yang Tak Mempan Diserang Balik
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jumlah Trofinya Kalah Banyak dari Guardiola, Mourinho Santai Saja
Liga Inggris 15 Mei 2019, 22:26
-
Pep Guardiola Punya Rp 3,7 Triliun untuk Belanja Pemain Baru
Liga Inggris 15 Mei 2019, 09:38
-
Bayern Munchen Dapat Izin Boyong Leroy Sane
Bundesliga 15 Mei 2019, 08:35
LATEST UPDATE
-
Musuh Besar Timnas Inggris di Piala Dunia: Awas Mata-Mata!
Piala Dunia 24 Mei 2026, 07:49
-
Akhirnya Thomas Tuchel Buka Suara Soal Cole Palmer
Piala Dunia 24 Mei 2026, 07:38
-
Cari Pengganti Lewandowski, Barcelona Lirik Harry Kane!
Liga Spanyol 24 Mei 2026, 07:27
-
Apa Rasanya Juara Bareng Persib Bandung, Eliano Reijnders?
Bola Indonesia 24 Mei 2026, 05:58
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25


















KOMENTAR