Bola.net - - Winger Manchester City Raheem Sterling mengungkapkan dirinya dahulu pernah nyaris gabung akan tetapi ia batal melakukannya karena dilarang oleh ibunya.
Nama Sterling sebenarnya mulai bersinar saat ia memperkuat . Di era Brendan Rodgers, kemampuannya sebagai seorang pemain sayap terasah dengan baik.
Ia akhirnya jadi andalan timnas Inggris. Setelah gabung dengan City, performa pemain 23 tahun itu kian apik berkat asuhan Josep Guardiola.
Namun kisah pemain keturunan Jamaika ini bisa saja berubah. Jika ia dahulu memutuskan untuk gabung dengan Arsenal.
Diintai Arsenal

Sterling kecil tumbuh di London bersama ibu dan kakak perempuannya. Saat masih kecil, ia sudah sering bermain sepakbola.
Hal ini membuatnya dilirik oleh seorang pria baik hati bernama Clive Elington. Ia pria yang berusaha membina anak-anak di sekitar lingkungan tempat tinggal Sterling melakukan hal-hal positif.
Clive akhirnya menuntun Sterling untuk bermain di tim amatir di Sunday League. Dari sini bakatnya terendus sejumlah klub. Salah satunya Arsenal.
Ia pun merasa senang. Tanpa pikir panjang ia pun memutuskan untuk gabung The Gunners.
"Ketika saya berumur 10 atau 11 tahun, saya diamati oleh beberapa klub besar di London. Fulham menginginkan saya. Arsenal menginginkan saya. Dan ketika Arsenal menginginkan Anda, tentu saja Anda berpikir Anda harus pergi ke sana," tulisnya untuk The Players Tribune.
"Klub terbesar di London, Anda tahu? Jadi saya berkeliling untuk memberi tahu teman-teman saya, “Saya akan pergi ke Arsenal!”
Dilarang Ibu

Akan tetapi keputusan itu tak mendapatkan dukungan dari sang ibu. Sterling diminta untuk tidak pindah ke Arsenal.
Sang ibu menjelaskan ia punya alasan mengapa melarang sang anak untuk pindah ke Arsenal. Sebab di sana ia pasti mendapat banyak saingan dan mungkin akan sulit berkembang.
"Tapi ibuku adalah prajurit yang tepat. Ia tahu cara untuk bertahan di dunia ini. Ia mungkin orang yang paling tahu cara bertahan di jalanan yang keras yang saya tahu. Ia mendudukkan saya pada suatu hari, dan ia berkata, 'Dengar, saya mencintaimu. Tetapi saya tidak merasa kamu harus pergi ke Arsenal.'"
"Saya berkata, “Ehhhh?”
"Ia berkata, 'Jika kamu pergi ke sana, akan ada 50 pemain yang sama bagusnya denganmu. Kamu hanya akan menjadi angka. Kamu harus pergi ke suatu tempat di mana kamu dapat berusaha hingga berhasil.'"
Pilih QPR

Pada akhirnya Sterling tak jadi pindah ke Arsenal. Ia memilih pindah ke klub yang lebih kecil di London yakni QPR.
"Ia meyakinkan saya untuk pergi ke QPR, dan itu mungkin keputusan terbaik yang pernah saya buat. Di QPR, mereka tidak membiarkan saya tergelincir," aku Sterling.
"Tapi itu cukup sulit untuk keluarga saya, karena ibu saya tidak akan pernah membiarkan saya pergi ke tempat latihan sendirian. Dan ia selalu harus bekerja, jadi kakak saya harus mengantar saya sampai ke Heathrow," kenangnya.
Sterling akhirnya dipinang dari akademi QPR oleh Liverpool pada Februari 2010. Saat itu The Reds masih ditangani oleh Rafael Benitez.
Pada Maret 2012, ia menjalani debutnya di tim senior Liverpool sebagai pemain pengganti. Setelah itu secara perlahan karirnya pun mulai menanjak.
[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sterling Pernah Hampir Gabung Arsenal
Liga Inggris 25 Juni 2018, 22:26
-
Liga Inggris 24 Juni 2018, 16:26

-
Sikut MU, Manchester City Juga Incar Jerome Boateng
Liga Inggris 23 Juni 2018, 13:13
-
Putri Kecil Sterling Ternyata Fans Berat Salah
Liga Inggris 22 Juni 2018, 19:55
-
Stones Tentang Jasa Besar Southgate dan Kompany
Piala Dunia 22 Juni 2018, 17:47
LATEST UPDATE
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR