
Bola.net - Kekalahan Manchester United dari Brentford, Sabtu (27/9/2025) akhir pekan lalu kembali menyorot satu masalah utama. Formasi 3-4-3 racikan Ruben Amorim lagi-lagi menjadi kambing hitam.
Hasil minor ini menambah panjang rekor buruk Setan Merah di bawah asuhan Amorim. Total 17 kekalahan dari 33 laga Liga Inggris menjadi bukti yang tak terbantahkan.
Amorim sendiri bersikukuh bahwa masalahnya bukan pada formasi, melainkan karakter para pemain. Namun, di atas lapangan, para pemain tampak kebingungan dengan skema yang ada.
Lantas, apakah formasi ini benar-benar biang keladinya, atau ada masalah lebih dalam yang tersembunyi? Mari kita bedah lebih dalam mengapa taktik Amorim seolah menjadi labirin tanpa jalan keluar bagi MU.
Keras Kepala yang Tak Berujung

Setiap pekan, pertanyaan yang sama selalu muncul untuk Ruben Amorim. Mengapa ia begitu teguh mempertahankan formasi 3-4-3 yang jelas-jelas tidak efektif?
Keputusan ini membuat banyak pihak bertanya-tanya. Sebab, hasil yang didapat sama sekali tidak sepadan dengan keyakinan yang ia tunjukkan di pinggir lapangan.
Sembilan kemenangan dan 17 kekalahan adalah rapor merah yang tak bisa disembunyikan. Para pemain seolah gagal total beradaptasi dengan sistem permainan yang diinginkan sang manajer.
Kondisi ini akhirnya memicu perdebatan yang lebih luas. Apakah kita hanya membicarakan formasi, atau ada sesuatu yang jauh lebih fundamental dan mengakar?
Sekadar Formasi, Bukan Sistem

Penting untuk membedakan antara formasi dan sistem permainan. Formasi hanyalah sebuah kerangka awal para pemain di atas kertas sebelum peluit dibunyikan.
Sebuah tim bisa bermain dengan pressing tinggi menggunakan skema tiga atau empat bek. Sistemnya adalah pressing, sementara formasinya bisa sangat fleksibel mengikuti jalannya laga.
Masalah terbesar Manchester United adalah gaya bermain mereka sulit ditebak. Identitas permainan mereka begitu kabur, tidak jelas saat menyerang maupun ketika sedang bertahan.
Karena itu, publik lebih sering menyebut Man United-nya Amorim sebagai 'tim 3-4-3'. Bukan sebagai tim dengan gaya bermain yang khas dan memiliki ciri permainan yang jelas.
Alibi 'Karakter' Sang Manajer

Menariknya, Ruben Amorim sendiri pernah angkat bicara soal ini. Ia merasa masalah timnya jauh lebih dalam dari sekadar angka-angka formasi di papan taktik.
Baginya, yang paling krusial adalah membangun kembali karakter dan identitas klub. Sesuatu yang menurutnya telah lama hilang dari kamar ganti Old Trafford.
Amorim ingin para pemain memahami arti lambang Manchester United di dada mereka. Itu harus didahulukan sebelum berbicara soal taktik menekan lawan atau menciptakan peluang.
Akan tetapi, argumen ini terdengar seperti alibi di tengah hasil buruk yang terus datang. Prinsip dan karakter butuh fondasi taktik yang solid untuk bisa berkembang di lapangan hijau.
Saatnya Berubah atau Terpuruk?
Terlepas dari pembelaan sang manajer, fakta di lapangan menunjukkan formasi tetaplah penting. Skema yang salah bisa merusak segalanya, dari harmoni tim hingga kepercayaan diri pemain.
Lihat saja bagaimana Crystal Palace mampu tampil solid dengan formasi serupa. Mereka bahkan tak terkalahkan dalam 17 laga sebelum akhirnya bertemu pemuncak klasemen Liverpool.
Banyak yang merasa solusi sementara bagi Man United adalah kembali ke skema yang lebih sederhana. Formasi seperti 4-4-2 atau 4-3-3 bisa memberikan stabilitas yang sangat dibutuhkan saat ini.
Eksperimen 3-4-3 ala Amorim jelas telah gagal sejauh ini di Theatre of Dreams. Kini pilihannya hanya dua: segera berubah, atau terus terpuruk dalam ketidakpastian taktik.
Semua Tentang Manchester United
- Akhirnya Pecah Telur di Manchester United, Benjamin Sesko Justru Gak Hepi, Kenapa Emangnya?
- Marcus Rashford Cemerlang Lagi: Assist untuk Barca, Man United Makin Menyesal?
- Ruben Amorim Panen Kritikan, Matheus Cunha Pasang Badan
- Benjamin Sesko Disarankan Lebih Garang Usai Kekalahan dari Brentford
- Ancaman Degradasi Mengintai Manchester United, Poin Akhir Musim Diproyeksi Suram
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Legenda MU Sudah Gedeg, Kecam Macetnya Setan Merah di Era Ruben Amorim
Liga Inggris 29 September 2025, 22:38
-
Xavi Hernandez Nyatakan Diri Siap Gantikan Ruben Amorim di Manchester United
Liga Inggris 29 September 2025, 19:42
-
Wayne Rooney Sindir Ruben Amorim, Klaim Tak Percaya Bisa Angkat MU
Liga Inggris 29 September 2025, 18:30
-
Manchester United Terus Tenggelam: Era Amorim Malah Lebih Buruk dari Ten Hag
Liga Inggris 29 September 2025, 15:23
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sassuolo vs Juventus: Jonathan David
Liga Italia 7 Januari 2026, 05:16
-
Hasil Sassuolo vs Juventus: Jay Idzes Tak Berkutik, Bianconeri Menang Besar
Liga Italia 7 Januari 2026, 04:49
-
Hasil Lecce vs Roma: I Giallorossi Sukses Curi 3 Poin di Via del Mare
Liga Italia 7 Januari 2026, 03:57
-
Prediksi Burnley vs Man United 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 03:15
-
Prediksi Parma vs Inter 8 Januari 2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Man City vs Brighton 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 02:30
-
Prediksi Fulham vs Chelsea 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 02:30
-
Jadwal Lengkap Piala Super Spanyol 2026, 8-12 Januari 2026
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 02:05
-
Prediksi Barcelona vs Athletic Club 8 Januari 2026
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 02:00
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 7-9 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 01:21
-
Prediksi Napoli vs Verona 8 Januari 2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 00:30
-
Tiket Persib vs Persija Sold Out, GBLA Bakal Dipenuhi Bobotoh
Bola Indonesia 6 Januari 2026, 22:33
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40

























KOMENTAR