
Bola.net - Timnas Indonesia tengah menghadapi masalah serius di sektor penyerang lokal dalam beberapa musim terakhir. Kondisi ini berbeda jauh dibanding era sebelumnya saat stok striker tajam selalu tersedia di kompetisi nasional.
Persaingan di Liga Indonesia kini makin berat bagi pemain lokal setelah kuota pemain asing terus bertambah. Posisi penyerang bahkan hampir sepenuhnya ditempati pemain impor di banyak klub papan atas.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap regenerasi lini depan Timnas Indonesia. Minimnya kesempatan bermain membuat striker lokal sulit berkembang dan kehilangan ruang tampil secara konsisten.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menilai persoalan ini harus segera mendapat perhatian serius. Pria yang akrab disapa Bung Ropan itu menilai pembinaan usia muda menjadi solusi utama untuk jangka panjang.
Dominasi Pemain Asing di Liga Indonesia

Bung Ropan menilai perubahan regulasi kuota pemain asing berdampak besar terhadap perkembangan pemain lokal. Jumlah pemain impor yang terus bertambah membuat persaingan makin sulit di semua posisi.
“Karena dengan penambahan pemain-pemain asing yang regulasinya berubah kan. Dari 7 naik ke 11 pemain asing kan juga mempersulit bagi pemain-pemain lokal kita untuk bisa berkembang,” ujar Ropan.
Ia mencontohkan daftar top skor BRI Super League yang kini hampir seluruhnya diisi pemain asing. Kondisi itu memperlihatkan minimnya striker lokal yang mampu bersaing secara konsisten.
Era Emas Striker Timnas Indonesia

Timnas Indonesia sebenarnya pernah memiliki banyak penyerang berkualitas di berbagai generasi. Nama-nama seperti Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, hingga Boaz Solossa pernah menjadi andalan di level klub maupun tim nasional.
Sebelum era pemain asing mendominasi kompetisi, peluang tampil bagi pemain lokal jauh lebih besar. Hal itu membuat regenerasi striker Timnas Indonesia berjalan stabil dari masa ke masa.
Ropan juga mengingatkan bahwa generasi lama memiliki banyak penyerang berkualitas lain, mulai dari Ricky Yakobi hingga Bambang Nurdiansyah yang pernah menjadi kebanggaan publik sepak bola nasional.
Eksel Runtukahu Jadi Harapan

Di tengah minimnya striker lokal, Ropan menilai hanya satu nama yang cukup menonjol musim ini. Penyerang Eksel Runtukahu dianggap masih mampu bersaing di lini depan.
“Kalau bicara striker, ya mungkin cuma Eksel Runtukahu. Saat ini dia sudah mencetak enam gol. Selebihnya, ya pemain asing semua,” kata Ropan.
Selain lini depan, ia juga melihat pemain asing mulai mendominasi sektor lain seperti gelandang, bek tengah, hingga penjaga gawang. Menurutnya, pemain lokal yang masih tampil stabil hanya Rizky Ridho dan Komang Teguh.
Pembinaan Usia Muda Jadi Kunci

Ropan menegaskan kehadiran pemain asing seharusnya menjadi tantangan bagi pemain lokal untuk berkembang lebih baik. Namun, federasi tetap wajib menjaga jalur pembinaan agar regenerasi tidak terputus.
Ia meminta kompetisi usia muda seperti U-17 dan U-19 dijalankan secara konsisten setiap musim. Kompetisi berjenjang dinilai penting untuk memantau perkembangan pemain muda menuju Timnas Indonesia senior.
“Yang paling penting adalah pembinaan usia muda dulu. Bergulir dulu kan kompetisi di U-17, U-19, itu kan perlu konsistensi,” ujar Ropan.
Menurutnya, keberlanjutan pembinaan akan memudahkan proses promosi pemain dari level junior ke senior. Langkah itu dianggap penting agar Timnas Indonesia kembali memiliki stok striker lokal berkualitas di masa depan.
Disadur dari: Bola.com/Choki Sihotang/Hendry Wibowo, 19 Mei 2026
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Liga Inggris: Bournemouth vs Man City
Liga Inggris 19 Mei 2026, 21:47
-
Jadwal Televisi 19 Mei 2026, 20:56

-
Timnas Indonesia Krisis Striker Lokal
Tim Nasional 19 Mei 2026, 20:37
LATEST EDITORIAL
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
-
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di Bawah Xabi Alonso
Editorial 18 Mei 2026, 12:13

















KOMENTAR