
Bola.net - - Maurizio Sarri berdalih kesulitan Chelsea sepanjang musim ini disebabkan oleh gaya pemain-pemain Inggris yang lebih individualistis. Dia perlu waktu untuk mengubah pakem pemain-pemain Chelsea, dan jelas itu tidak bisa diselesaikan hanya dalam semusim.
Musim ini adalah musim pertama Sarri bersama Chelsea. Dia sempat dinilai sebagai pelatih yang tepat di awal musim, tetapi kehilangan dukungan fans di pertengahan dan jelang akhir musim. Taktik Sarriball dinilai tidak berguna.
Chelsea kesulitan menemukan kestabilan. Mereka bisa menang besar pada satu laga, lantas menelan kekalahan pahit melawan tim yang relatif lebih kecil. Akibatnya, masa depan Sarri sebagai pelatih The Blues mulai terancam.
Uniknya, tidak hanya fans yang kecewa dengan permainan Chelsea, Sarri sendiri pun demikian. Mengapa begitu? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Sangat Kecewa
Gaya sepak bola Sarri alias Sarriball pernah mendapat pujian langsung dari Pep Guardiola. Saat itu Sarri masih menangani Napoli dan hampir saja menjegal Juventus jadi juara Serie A. Sepak bola apik seperti itulah yang belum tercipta di Chelsea. Sarri mengakui dia butuh waktu.
"Pada level taktik sepenuhnya, saya sangat kecewa karena saya tidak bisa benar-benar bekerja keras pada lini pertahanan kami," buka Sarri seperti dikutip dari Sky Italia.
"Ada banyak pemain bertalenta di Inggris, tetapi mereka terlalu senang menahan bola, jadi butuh sedikit waktu untuk memaksa mereka mengalirkan bola lebih cepat dan lebih banyak mengumpan."
Berlawanan
Intinya, Sarriball sangat berlawanan dengan kebiasaan sepak bola Inggris dan khususnya pemain-pemain yang sudah terbiasa dengan Premier League. Tentu tidak akan mudah mengubah kebiasaan pemain. Sarri butuh waktu lebih banyak untuk mewujudkannya.
"Mereka [sepak bola Inggris] juga menyuguhkan penyerang-penyerang yang punya cara spesifik untuk menyerang, dan sulit meminta mereka mengubah cara bermain itu. Mereka ingin bola diumpankan langsung di kaki mereka dan berhadapan dalam situasi satu lawan satu."
"Pada titik itu saja, sudah kontra-produktif memaksa mereka untuk melawan kebiasaan. Jelas, Chelsea lebih banyak memiliki pemain-pemain indiviualistis daripada pemain yang akan selalu menuruti taktik seperti Napoli," tutup Sarri.
Terlepas dari semua kesulitan itu, musim pertama Maurizio Sarri bisa dikatakan sukses jika dia mampu membawa Chelsea jadi juara Liga Europa.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Data dan Fakta Premier League: Leicester City vs Chelsea
Liga Inggris 11 Mei 2019, 12:02
-
Prediksi Leicester City vs Chelsea 12 Mei 2019
Liga Inggris 11 Mei 2019, 12:01
LATEST UPDATE
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Sabtu 10 Januari 2026
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Tottenham vs Aston Villa 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Everton vs Sunderland 10 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 06:25
-
Hasil Piala Afrika Tadi Malam: Mazraoui Pulangkan Bryan Mbeumo ke MU
Bola Dunia Lainnya 10 Januari 2026, 06:00
-
Bukan Pelatih, Lionel Messi Ungkap Rencana Pensiun, Apa Itu?
Bola Dunia Lainnya 10 Januari 2026, 06:00
-
Prediksi Como vs Bologna 10 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 05:00
-
6 Rekor Mustahil yang Bisa Dihancurkan Cristiano Ronaldo Tahun 2026
Asia 10 Januari 2026, 04:30
-
Prediksi Charlton vs Chelsea 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs Sassuolo 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 00:00
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52























KOMENTAR