AC Milan Catat Kerugian Pertama di Era RedBird, Ini Penyebabnya

AC Milan Catat Kerugian Pertama di Era RedBird, Ini Penyebabnya
Skuad AC Milan merayakan kemenangan atas Lecce, Senin (21/9/2026) (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - AC Milan untuk pertama kalinya mencatat kerugian sejak RedBird Capital Partners mengambil alih klub. Laporan keuangan musim 2025-26 menunjukkan Rossoneri mengalami rugi bersih sekitar €24 juta.

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri catatan positif Milan dalam tiga musim sebelumnya. Klub sempat membukukan laba €6,1 juta pada 2022-23, €4,10 juta pada 2023-24, dan €3 juta pada 2024-25.

Absennya Milan dari Liga Champions maupun Liga Europa menjadi salah satu faktor utama perubahan tersebut. Meski klub memperoleh keuntungan modal (capital gains) dalam jumlah besar, pemasukan tersebut belum cukup untuk mempertahankan neraca positif.

Di sisi lain, pendapatan Milan tetap berada pada level tinggi meski tanpa kompetisi Eropa. Klub mencatat pendapatan €464,6 juta, sementara sejumlah sektor bisnis justru menunjukkan pertumbuhan signifikan.

1 dari 2 halaman

Pendapatan Milan Tetap Kuat meski Tanpa Kompetisi Eropa

Pemain AC Milan Diego Moreira (kanan) merayakan gol dalam pertandingan Serie A melawan Lazio, Sabtu (12/9/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Alessandra Tarantino

Pemain AC Milan Diego Moreira (kanan) merayakan gol dalam pertandingan Serie A melawan Lazio, Sabtu (12/9/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Alessandra Tarantino

AC Milan mengumumkan angka utama laporan keuangan musim 2025-26 melalui situs resmi klub. Dalam laporan tersebut, Milan mencatat pendapatan €464,6 juta atau hanya turun 6 persen dibandingkan musim sebelumnya.

"AC Milan mencatatkan pendapatan sebesar €464,6 juta selama tahun fiskal 2025/26, mempertahankan kinerja yang mendekati rekor tertinggi yang dicapai pada dua musim sebelumnya. Pendapatan meningkat sebesar 1,7% dibandingkan musim 2023/24 dan hanya terpaut 6% di bawah angka musim 2024/25, akibat absennya partisipasi dalam kompetisi Eropa," tulis Milan.

"Sumber pendapatan utama klub terus menunjukkan kinerja yang kuat. Pendapatan komersial terus meningkat, didorong oleh berbagai kemitraan, dengan pendapatan sponsor melampaui angka €100 juta untuk pertama kalinya dalam sejarah AC Milan," imbuh Milan.

Performa pada hari pertandingan juga tetap solid dengan rata-rata kehadiran lebih dari 72.000 penonton per laga. Milan bahkan mencatat rata-rata penonton tertinggi di Serie A selama dua musim berturut-turut, sementara nilai mereknya mencapai rekor €514 juta pada 2026.

2 dari 2 halaman

Rugi 24 Juta Euro, Utang Bersih Milan Ikut Naik

Skuad AC Milan merayakan gol Diego Moreira ke gawang Lecce, Senin (21/9/2026) (c) AP Photo/Antonio Calanni

Skuad AC Milan merayakan gol Diego Moreira ke gawang Lecce, Senin (21/9/2026) (c) AP Photo/Antonio Calanni

AC Milan menyebut absennya kompetisi Eropa memberikan dampak langsung terhadap laporan keuangan musim 2025-26. Kondisi tersebut membuat klub harus mengakhiri rentetan tiga tahun dengan neraca positif sejak era RedBird dimulai.

"Klub mencatatkan kerugian bersih sekitar €24 juta; angka ini mencerminkan dampak sementara akibat absennya tim dari kompetisi Eropa, namun sekaligus menunjukkan ketahanan serta diversifikasi model bisnis AC Milan," tulis Milan.

"Pada akhir tahun, utang keuangan bersih tercatat sebesar €145,3 juta—dibandingkan dengan sekitar €92 juta pada tahun fiskal sebelumnya—sementara ekuitas pemegang saham mencapai total €176,4 juta," tulis Milan.

Meski mencatat kerugian, Milan menekankan adanya pertumbuhan di sejumlah sektor bisnis dan efisiensi operasional. Laporan tersebut menunjukkan tantangan finansial akibat absennya kompetisi Eropa, tetapi pendapatan komersial dan kekuatan merek tetap menjadi bagian penting dari model bisnis klub.

Sumber: SempreMilan


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL