
Bola.net - Parma, yang tengah berjuang keras di Serie A, membuka lembaran baru dengan kehadiran Cristian Chivu sebagai pelatih kepala. Pengangkatan Chivu pada 18 Februari 2025, menggantikan Fabio Pecchia, menjadi sorotan utama, mengingat situasi kritis Parma yang berada di zona degradasi.
Pertanyaannya, seberapa besar pengaruh pelatih baru terhadap performa tim berjuluk I Crociati ini? Apakah pria Rumania mantan bek Ajax, Roma, dan Inter Milan tersebut mampu menjadi juru selamat Parma dari ancaman degradasi?
Kedatangan Chivu diwarnai dengan harapan besar dari Presiden klub, Kyle Krause. Krause melihat Chivu sebagai sosok pemimpin yang tepat untuk membawa Parma kembali ke jalur kemenangan dan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia. Namun, tantangan yang dihadapi Chivu tidaklah mudah. Dia harus berjuang keras untuk membalikkan tren negatif yang telah membayangi Parma selama beberapa bulan terakhir.
Situasi Parma sebelum kedatangan Chivu memang cukup memprihatinkan. Dari 25 pertandingan, mereka hanya mampu meraih 4 kemenangan dan terdampar di posisi 18 klasemen Serie A. Tekanan untuk meraih hasil positif pun sangat besar mengingat ambisi Parma untuk tetap berkompetisi di kasta tertinggi Italia.
Namun, harus diakui, kedatangan Chivu langsung membawa angin segar. Sebab, dalam laga pertamanya, dia langsung mempersembahkan kemenangan buat Parma.
Debut Manis Chivu, Bisakah Berkelanjutan?

Debut Cristian Chivu sebagai pelatih Parma langsung menuai hasil manis. Kemenangan 2-0 atas Bologna dalam Derby Emilia-Romagna menjadi bukti awal kemampuannya dalam meracik strategi dan membangkitkan semangat juang para pemain. Kemenangan ini juga menjadi titik balik setelah pemecatan Fabio Pecchia.
Meskipun Parma diterpa badai cedera, mereka tetap tampil solid dan efektif. Kemampuan Chivu dalam mengatur strategi dan memaksimalkan potensi pemain yang ada patut diapresiasi. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Chivu untuk menatap laga-laga selanjutnya.
Sejak awal laga, Parma menunjukkan determinasi tinggi di bawah arahan pelatih barunya. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Chivu mampu memberikan dampak positif dalam waktu singkat.
Tantangan Chivu di Parma

Meskipun debutnya gemilang, Chivu masih menghadapi tantangan besar di Parma. Pengalamannya yang terbatas di level senior menjadi salah satu kendala yang harus diatasi. Sebelum melatih Parma, Chivu hanya memiliki pengalaman melatih tim junior Inter Milan.
Selain itu, komposisi skuad Parma yang sebagian besar diisi pemain muda juga menjadi tantangan tersendiri. Chivu dituntut untuk mampu mengembangkan dan memaksimalkan potensi pemain muda tersebut agar mampu bersaing di Serie A.
Waktu yang terbatas juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kontrak Chivu hanya sampai akhir musim 2025/2026. Dia hanya memiliki waktu yang relatif singkat untuk memperbaiki performa tim dan menghindari degradasi. Oleh karena itu, setiap pertandingan menjadi sangat krusial bagi Parma.
Harapan dan Analisis Ke Depan

Keberhasilan Chivu di Parma akan sangat bergantung pada beberapa faktor, termasuk kemampuannya mengatasi situasi kritis tim, pengalamannya yang terbatas di level senior, dan kemampuannya mengembangkan pemain muda. Dukungan penuh dari manajemen dan suporter juga sangat penting untuk memberikan motivasi dan kepercayaan diri kepada Chivu dan para pemain.
Meskipun masih terlalu dini untuk menilai dampak kepelatihan Chivu secara menyeluruh, debut manisnya melawan Bologna memberikan secercah harapan bagi Parma. Namun, perjalanan panjang masih menanti Chivu dan Parma untuk keluar dari zona degradasi. Perlu waktu dan pengamatan lebih lanjut untuk menilai dampak sebenarnya dari kepelatihan Chivu terhadap performa Parma.
Parma kini berharap Chivu dapat terus menghadirkan angin segar dan membawa mereka tetap berada di kasta tertinggi. Apakah Chivu mampu menjawab tantangan ini? Kita lihat saja akhir musim nanti.
Klasemen Serie A

Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Awal Indah Chivu dan Parma: Simfoni Sempurna di Derby Emilia-Romagna
- Serigala Ibu Kota Mencari Mangsa: Roma Siap Mencabik Monza!
- Rapor Pemain MU saat Comeback di laga Menegangkan vs Everton: Hojlund Rating 1!
- Ujian Berat buat Lyon: Meredam PSG dan Gelombang Serangannya yang Mengerikan
- Cagliari vs Juventus: Berharap Kebangkitan di Sardinia usai Kandas di Eropa
- Bayern Munchen vs Eintracht Frankfurt: Banjir Gol bakal Melanda Allianz Arena?
- Manchester City dalam Ancaman: Liverpool Siap Menyergap di Lini Belakang
- Real Madrid vs Girona: Dominasi Mutlak, Bukti Nyata Jurang Kualitas di Antara Mereka
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Cagliari vs Juventus - Serie A/Liga Italia
Liga Italia 23 Februari 2025, 23:45
-
Daripada Liverpool, David Hancko Lebih Tertarik Gabung Juventus
Liga Italia 23 Februari 2025, 20:47
-
Gara-gara Insiden Rebut Penalti: Udinese Bakal Jual Lorenzo Lucca
Liga Italia 23 Februari 2025, 20:44
-
Cagliari vs Juventus: Waktunya Dusan Vlahovic Starter?
Liga Italia 23 Februari 2025, 20:26
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Leeds vs Man Utd Hari Ini: Tayang di Mana, Main Jam Berapa?
Liga Inggris 4 Januari 2026, 15:08
-
Prediksi Tottenham vs Sunderland 4 Januari 2026
Liga Inggris 4 Januari 2026, 14:31
-
Leeds vs Man Utd: Setan Merah Menantang Kutukan di Elland Road
Liga Inggris 4 Januari 2026, 14:07
-
Espanyol vs Barcelona: Barca Menang Derby tapi Hansi Flick Tidak Happy
Liga Spanyol 4 Januari 2026, 14:00
-
Prediksi Newcastle vs Crystal Palace 4 Januari 2026
Liga Inggris 4 Januari 2026, 13:55
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43




















KOMENTAR