Depan Loyo Tapi Belakang Kuat, Ini 5 Pelajaran Duel Roma vs Milan

Depan Loyo Tapi Belakang Kuat, Ini 5 Pelajaran Duel Roma vs Milan
Pemain AC Milan, Koni De Winter (kiri), merayakan gol pembuka bersama Fikayo Tomori dalam pertandingan Serie A, Senin (26/1/2026). (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Bola.net - AS Roma dan AC Milan harus puas berbagi poin usai bermain imbang 1-1 pada pekan ke-22 Liga Italia 2025/2026. Duel sengit itu berlangsung di Stadion Olimpico, Senin (26/01/2026) dini hari WIB.

Milan sempat mencuri keunggulan lebih dulu lewat gol Koni De Winter pada menit ke-62. Namun, Roma berhasil menyamakan skor melalui penalti Lorenzo Pellegrini di menit ke-74.

Hasil ini membuat Milan tetap berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 47 poin dari 22 laga. Roma membuntuti di posisi ketiga dengan 43 poin dan terus menempel ketat.

Meski gagal membawa pulang tiga poin, laga ini menyimpan sejumlah catatan menarik. Berikut lima pelajaran penting dari duel AS Roma kontra AC Milan di Olimpico.

1 dari 6 halaman

Lini Serang Milan Kembali Melempem

Pemain AC Milan, Rafael Leao (kiri), dan pemain Roma, Bryan Cristante, berebut bola dalam pertandingan Serie A, Senin (26/1/2026). (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Pemain AC Milan, Rafael Leao (kiri), dan pemain Roma, Bryan Cristante, berebut bola dalam pertandingan Serie A, Senin (26/1/2026). (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Milan kesulitan mengembangkan permainan menyerang sejak awal laga. Roma mampu menekan tinggi dan membuat Rossoneri lebih sering bertahan di wilayah sendiri.

Rafael Leao dan Christopher Nkunku nyaris tak memberi dampak berarti di babak pertama. Keduanya kesulitan menguasai bola dan gagal membantu tim keluar dari tekanan.

Pergantian pemain pun tak banyak mengubah keadaan. Niclas Fullkrug dan Christian Pulisic yang masuk setelah gol De Winter juga kesulitan terhubung dengan rekan setim.

Situasi ini membuat Milan nyaris tak menciptakan peluang berbahaya setelah unggul. Ketajaman lini depan yang menurun kembali menjadi pekerjaan rumah besar bagi Massimiliano Allegri.

2 dari 6 halaman

Bartesaghi Kembali Jadi Sorotan

Penyerang muda AC Milan, David Bartesaghi. (c) AP Photo/Luca Bruno

Penyerang muda AC Milan, David Bartesaghi. (c) AP Photo/Luca Bruno

Davide Bartesaghi sejatinya tampil cukup solid sepanjang laga. Ia aktif membantu serangan dan beberapa kali melakukan overlap dari sisi kiri pertahanan.

Namun, satu kesalahan krusial menghapus banyak hal positif dari penampilannya. Handball di kotak penalti membuat Milan harus membayar mahal.

Dalam situasi tersebut, Bartesaghi dianggap kurang sigap membaca arah bola. Ia seharusnya bisa melakukan antisipasi yang lebih baik untuk menghindari risiko penalti.

Insiden ini kembali menegaskan bahwa kurangnya pengalaman masih menjadi tantangan besar bagi bek muda Milan itu. Kesalahan kecil di level tertinggi bisa berdampak fatal.

3 dari 6 halaman

Allegri Terlalu Berhati-hati?

Massimiliano Allegri memberikan instruksi pada skuad AC Milan di laga kontra AS Roma, Senin (26/1/2026). (c) Alfredo Falcone/LaPresse via AP

Massimiliano Allegri memberikan instruksi pada skuad AC Milan di laga kontra AS Roma, Senin (26/1/2026). (c) Alfredo Falcone/LaPresse via AP

Milan terlihat terlalu cepat menarik garis pertahanan setelah mencetak gol pembuka. Pendekatan ini membuat Roma semakin percaya diri menekan.

Strategi bertahan memang kerap membawa hasil bagi Milan musim ini. Namun, dalam laga ini, pendekatan tersebut justru membuka ruang bagi tekanan beruntun tuan rumah.

Roma yang sebelumnya kesulitan menciptakan peluang akhirnya menemukan momentum. Tekanan berkelanjutan itu berujung pada insiden penalti yang menentukan.

Pendekatan Allegri nyaris berhasil, tetapi kembali muncul pertanyaan soal keseimbangan. Milan mungkin perlu lebih berani menjaga intensitas serangan setelah unggul.

4 dari 6 halaman

Koni De Winter Terus Menunjukkan Perkembangan

Pemain Roma, Paulo Dybala (kiri), dan pemain AC Milan, Koni De Winter, berebut bola dalam pertandingan Serie A, Senin (26/1/2026). (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Pemain Roma, Paulo Dybala (kiri), dan pemain AC Milan, Koni De Winter, berebut bola dalam pertandingan Serie A, Senin (26/1/2026). (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Koni De Winter kembali menjadi sosok penting bagi Milan. Bek asal Belgia itu tampil solid di lini belakang sepanjang pertandingan.

Ia sukses meredam pergerakan pemain-pemain kunci Roma, termasuk Paulo Dybala sebelum ditarik keluar. Ketenangan dan kekuatannya terlihat semakin matang.

Tak hanya bertahan, De Winter juga memberi kontribusi nyata di depan gawang. Sundulannya dari situasi sepak pojok membawa Milan unggul lebih dulu.

Gol tersebut menjadi bukti perkembangan pesat De Winter. Di usia 23 tahun, ia terus menunjukkan potensi besar sebagai pilar utama pertahanan Rossoneri.

5 dari 6 halaman

Mike Maignan Kembali Jadi Penyelamat

Kiper AC Milan, Mike Maignan, melakukan penyelamatan dalam pertandingan Serie A melawan AS Roma, Senin (26/1/2026). (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Kiper AC Milan, Mike Maignan, melakukan penyelamatan dalam pertandingan Serie A melawan AS Roma, Senin (26/1/2026). (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Roma langsung menekan sejak menit awal dan memaksa Mike Maignan bekerja keras. Kiper asal Prancis itu tampil sigap merespons berbagai ancaman.

Sejumlah peluang Roma di babak pertama berhasil digagalkan dengan refleks impresif. Total ia tercatat melakukan enam aksi penyelamatan di sepanjang pertandingan.

Pada situasi penalti, Maignan hampir saja menjadi pahlawan. Namun, eksekusi Lorenzo Pellegrini terlalu keras untuk dihentikan.

Terlepas dari satu gol tersebut, performa Maignan kembali menegaskan perannya yang vital. Ia sekali lagi menjadi alasan Milan mampu membawa pulang satu poin dari laga sulit.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL