
Bola.net - Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, dikenal punya fisik yang prima. Bukan hanya kecepatan lari, pemain 35 tahun juga punya lompatan yang tinggi. Lantas, bagaimana semua itu bisa terjadi.
Salah satu momen ikonik terkait lompatan Cristiano Ronaldo terjadi pada musim 2019/2020 ini. Ronaldo mencetak gol dengan sundulan ke gawang Sampdoria di pekan ke-17 Serie A (19/12/2019). Juventus menang dengan skor 2-1 di laga ini.
Ronaldo menyundul bola usai melompat begitu tinggi. Mantan pemain Real Madrid mampu melompat hingga 2,56 meter lalu menyundul bola dan gol. Sebuah aksi luar biasa ditunjukkan Ronaldo.
Tentu saja ini bukan aksi pertama yang ditunjukkan Ronaldo. Saat masih bermain di Manchester United, aksi serupa pernah diperlihatkan di final Liga Champions 2008, saat mencetak gol ke gawang Chelsea.
Lantas, bagaimana semua itu bisa terjadi? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Analisis Ilmiah Lompatan Ronaldo
Ahli bidang olahraga dan terapi fisik, Dr. Rajpal Brar, membuat analisis tentang lompatan tinggi Cristiano Ronaldo. Dr. Rajpal Brar menguraikan hasil risetnya di kanal berbagai video YouTUBE, 3CB Performance.
Menurut Rajpal Brar, ada dua teknik yang dipakai Ronaldo saat melompat hingga dia bisa lebih tinggi dari pemain lain. Teknik pertama adalah melompat dengan satu kaki sebagai tumpuan.
Cristiano Ronaldo was 2.56m in the air when he connected with his headed goal against Sampdoria tonight🤯 pic.twitter.com/kp6vnULQgk
— PurelyFootball UK (@PurelyFootball) December 18, 2019
Ada beberapa detail kecil yang sangat penting dalam menentukan tingginya lompatan Ronaldo. Baik itu waktu menggantung, ayunan lengan yang memberi kekuatan, dan lengkungan kaki sebagai pijakan.
Ronaldo melakukan semua gerakan dengan sempurna. Hasilnya, pemain asal Portugal itu mampu melompat hingga 2,56 meter. Bahkan, dalam catatan Rajpal Brar, lompatan itu lebih tinggi dari rata-rata lompatan pemain basket di NBA.
Melompat Dengan Dua Kaki
Dari berbagai rekaman video yang dianalisis Rajpal Brar, Ronaldo tidak mengandalkan teknik lompatan satu kaki saja. Pemain yang pernah membela Manchester United juga mahir dengan teknik melompat dengan dua kaki.
Pada Euro 2016, di laga melawan Wales, Ronaldo memakai teknik ini dan hasilnya luar biasa.
Pada teknik ini, Ronaldo banyak bertumpu pada kekuatan otot ekstensor lutut dan pinggul, yang kemudian mundur seperti pegas untuk membuat transisi yang lebih cepat ke fase loncatan.
Cristiano Ronaldo (186cm) managed to jump higher than the crossbar (244cm) against Osasuna. #RMCF pic.twitter.com/JQm1jZtotn
— Football Tweet (@Football__Tweet) January 12, 2014
Di balik Aksi Terbang Ronaldo
Kekuatan fisik menjadi modal utama bagi Ronaldo untuk melompat tinggi. Dia juga punya pemilihan waktu yang tepat kapan harus melompat dan mendapatkan tenaga maksimal. Namun, bukan hanya itu saja.
Rajpal Brar juga menyebut ada dua faktor lain yakni "keberanian dan mentalitas elit pemain."
Cristiano Ronaldo is the best header in history.
— TeamCRonaldo (@TeamCRonaldo) June 1, 2020
A normal person jumps 1.00m.
NBA stars jump 1.50m.
Cristiano Ronaldo jumps 2.56m and once recorded 1.7 seconds airtime. 😱
CR Airways 👑. pic.twitter.com/N9jmDJ7VAl
Rajpal Brar mengakhiri catatan analisisnya dengan kesimpulan bahwa semua aksi Ronaldo adalah produk dari teknik atletic yang sempurna. Namun, semua itu tidak terjadi begitu saja. Ada latihan dan usaha keras untuk mencapai levelnya.
Sumber: Give me Sport
Baca Ini Juga:
- Georgina Rodriguez Ungkap Alasan Gemar Pakai Busana Ketat: Demi Senangkan Ronaldo
- Prediksi Juventus vs AC Milan 13 Juni 2020
- Gemilang di Lapangan, Calon Sultan di Dunia Bisnis: Inilah 6 Gurita Bisnis Cristiano Ronaldo
- Zulham Zamrun: Cristiano Ronaldo, Persib, dan Bobotoh
- Studi Ilmiah: Lionel Messi Dua Kali Lipat Lebih Baik dari Cristiano Ronaldo
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Perubahan Gaya Main Liverpool di Era Arne Slot Jadi Bumerang di Anfield
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:27
-
Daftar Pemain Voli Putri Jakarta Electric PLN Mobile di Proliga 2026
Voli 5 Januari 2026, 17:14
-
Here We Go! Manajemen MU Putuskan Pecat Ruben Amorim
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:09
-
Inovasi Green Hedging Milik Wolves, Bukti Sepak Bola Bisa Ramah Lingkungan
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:06
-
Kylian Mbappe Mulai Pulih, Peluang Tampil di Piala Super Spanyol Masih Terbuka
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 16:54
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40




















KOMENTAR