
Bola.net - Ada satu momen yang tersimpan rapi dalam sejarah panjang pentas Serie A. Pada tanggal 5 Mei 2002, Juventus sukses merengkuh gelar Scudetto dan membuat pemain Inter Milan tenggelam dalam tangis pilu.
Sudah bukan rahasia lagi kalau kedua tim merupakan musuh abadi yang menghiasi Serie A. Bahkan pertandingan antara kedua tim tersebut sampai memiliki nama khusus sendiri, yakni Derby d'Italia.
Derby d'Italia selalu menyajikan pertandingan yang intens antara kedua tim karena melibatkan gengsi. Tak peduli apakah salah satunya sedang terpuruk atau dua-duanya tengah berjaya, laga Derby d'Italia selalu patut untuk dinanti.
Duel antara kedua tim ini sudah berlangsung sejak tahun 1909 silam. Dari sejarah yang panjang itu, ada satu laga yang masih membekas di benak penggemar Juventus maupun Inter Milan sampai sekarang.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Inter sedang Perkasa, Juventus Mengejar
Kisah ini terjadi pada musim 2001/02. AS Roma berstatus sebagai juara bertahan pada saat itu. Namun publik lebih memilih Inter Milan sebagai jagoannya untuk jadi juara Serie A pada edisi tersebut.
Sebanyak 102 juta euro dihabiskan oleh Inter untuk mendekorasi skuatnya dengan pemain bintang. Francesco Toldo, Marco Materazzi, hingga Sergio Conceicao adalah sederet nama yang diboyong Inter kala itu. Belum lagi dipadukan dengan sosok-sosok penting yang sudah ada di Nerazzurri seperti Christian Vieri, Ronaldo Nazario, serta Clarence Seedorf.
Benar saja, dengan kekuatan yang segitu dahsyatnya, Inter berhasil memuncaki klasemen cukup lama. Mulai bulan Maret hingga menjelang kompetisi berakhir, klub asuhan Hector Cuper itu tidak tergoyahkan. Aroma juara mulai tercium, kutukan gagal juara yang bertahan selama 13 tahun sudah hampir selesai.
Di sisi lain, Juventus dan AS Roma terus memberikan tekanan. Mereka juga tampil dengan baik dan hanya tertinggal tipis dari Inter Milan. Sampai pada akhirnya tibalah pekan terakhir Serie A yang sangat menentukan.
Pekan Terakhir yang Menentukan
Ketiga klub tersebut menjalani partai tandang. Inter bertamu ke markas Lazio, Juventus mengunjungi rumah Udinese, sementara Roma menyambangi kandang Torino.
Ketiga pertandingan ini sarat akan kepentingan. Lazio, contohnya, tidak ingin AS Roma mengambil tahta Serie A dan menjadi juara lagi seperti di musim berikutnya. Itulah kenapa mereka kemudian mendukung Inter Milan.
Olimpico Roma, yang merupakan basis Lazio dan juga AS Roma, dipenuhi warna biru-hitam yang merupakan seragam utama Inter. Tidak hanya fans Inter sendiri, penggemar Lazio pun mengenakannya. Itu menunjukkan bahwa Inter sedang berada di hadapan kemenangan yang mudah untuk digapai.
Pertandingan pun dimulai. Inter sempat unggul 2-1 berkat aksi Christian Vieri dan Luigi di Biagio. Namun sebelum babak pertama usai, Lazio berhasil menyamakan kedudukan berkat gol kedua dari Karel Poborsky.
Inter Merana, Juventus Bersorak
Mimpi buruk itu datang di babak kedua. Diego Simeone membuat penonton terdiam usai mencetak gol pada menit ke-55. Saat Nerazzurri berusaha mengejar, mereka malah kebobolan lagi berkat aksi Simone Inzaghi di menit ke-73.
Laga berakhir dengan kemenanga Lazio 4-2. Pada akhirnya, semua kegembiraan hanya berada di tangan Lazio. Karena Roma gagal mengambil puncak klasemen dan hanya menempati peringkat kedua setelah menang atas Torino dengan skor 1-0 berkat gol dari Antonio Cassano.
Bagaimana dengan Juventus? Sial bagi Inter Milan, klub berjuluk Bianconeri tersebut berhasil mengantongi tiga poin setelah berhasil mengalahkan Udinese dengan skor 2-0. Aroma keberuntungan sudah tercium sejak penyerang andalannya, David Trezeguet, mencetak gol di awal permainan.
Alessandro Del Piero kemudian menggandakan keunggulan Juventus menjadi 2-0 saat pertandingan baru berjalan selama 11 menit. Skor tidak berubah sampai wasit meniupkan peluit panjang. Juventus pun merengkuh titel Serie A yang ke-26 pada tanggal 5 Mei 2002.
Kekecewaan Ronaldo Nazario
Kenangan buruk itu masih terekam jelas di benak Ronaldo, yang sangat mendambakan trofi Serie A untuk menghiasi karirnya.
"Saya memikirkannya berkali-kali. Saya pikir kami masuk ke lapangan dengan keyakinan yang terlalu berlebihan bahwa kami akan menang," ujar Ronaldo seperti yang dikutip dari Tuttomercatoweb.
"Saya pikir Cuper mengusung susunan pemain yang salah dengan menaruh terlalu banyak pemain di lini tengah. Kesalahan individual juga terlibat dalam permainan. Momen itu adalah salah satu kekecewaan terbesar saya dalam hidup," lanjutnya.
Pada tahun itu juga, Ronaldo memutuskan untuk hengkang dari Inter Milan. Ia memilih Real Madrid sebagai klub labuhan berikutnya. Keputusan itu sendiri tidak pernah dibayangkan oleh Ronaldo yang sudah menganggap Inter sebagai rumahnya sendiri.
"Kami mencapai titik di mana saya tidak bisa tahan lagi dengan Cuper: dia tidak baik terhadap saya. Saya tidak tahu apakah keputusan saya akan berubah dengan Scudetto. Saya yakin Massimo Moratti bakalan mengirimnya pergi dan itu adalah kejutan yang menjijikkan buat saya."
"Pada saat itu, dengan bangga, saya memilih pergi. Kota yang pernah mencintai saya sekarang membenci dan saya harus dilindungi polisi. Itu berat," tandasnya.
Baca juga:
- Intip Yuk, Aktivitas Seru Paulo Dybala Selama Isolasi Mandiri Akibat Virus Corona
- Quotes Terbaik Andrea Pirlo: Tentang Pirlinho, Free-kick, hingga PlayStation
- Tidak Ada Kontrak Baru, Hanya Ada Jalan Kosong untuk Juventus Merekrut Chiesa
- Gara-Gara Corona, Paulo Dybala Tak Mengira Betapa Kangennya Dia Bermain Lagi
- Cristiano Ronaldo Sudah Tiba di Turin, Jalani Isolasi 14 Hari Sebelum Kembali Berlatih
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diincar Milan, Bernardeschi Dipastikan Tetap Bertahan di Juventus
Liga Italia 5 Mei 2020, 20:27
-
MU Inginkan Aaron Ramsey, Juventus Siap Menjual
Liga Inggris 5 Mei 2020, 20:20
-
Rekor Istimewa Alessandro Del Piero di Liga Champions
Liga Champions 5 Mei 2020, 14:21
LATEST UPDATE
-
Jadwal Pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026: Semua Laga Dimulai Pukul 20.30 WIB
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:15
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:10
-
Arne Slot Ungkap Kondisi Alexander Isak, Masuki Tahap Akhir Rehabilitasi
Liga Inggris 19 Februari 2026, 20:44
-
AC Milan Gagal Pangkas Jarak, Inter Unggul 7 Poin dalam Perburuan Gelar Serie A
Liga Italia 19 Februari 2026, 20:25
-
Milan vs Como, Davide Bartesaghi: Sudah Main Bagus, Tapi Ada yang Kurang
Liga Italia 19 Februari 2026, 19:14
-
Drama Milan vs Como, Allegri Siapkan Aksi Balasan: Bakal Saya Sleding!
Liga Italia 19 Februari 2026, 18:49
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Malut United 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:34
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs PSM 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:21
-
Live Streaming Brann vs Bologna - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:47
-
Live Streaming Fenerbahce vs Nottm Forest - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:46
-
Live Streaming PAOK vs Celta Vigo - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:45
-
Milan vs Como Hanya Seri karena Blunder Maignan, Gabbia: Jangan Fokus pada Satu Kesalahan
Liga Italia 19 Februari 2026, 17:41
-
Milan vs Como: 2 Poin yang Hilang Terasa Menyakitkan Bagi Gabbia
Liga Italia 19 Februari 2026, 17:27
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48























KOMENTAR