Bola.net - - Legenda timnas Denmark Michael Laudrup meminta para semua pihak agar berhenti membanding-bandingkan Paulo Dybala dengan Lionel Messi.
Dybala memang kerap dibanding-bandingkan dengan superstar Barcelona itu. Perlakuan tersebut sudah terjadi sejak ia masih memperkuat Palermo dahulu.
Penyebabnya jelas. Ia berasal dari negara yang sama. Ia juga berkaki kidal dan punya teknik olah bola di atas rata-rata.
Mereka juga punya kemiripan dalam hal postur tubuh. Alhasil Dybala pun juga sempat diklaim bisa menjadi Messi berikutnya.
Michael Laudrup
Eks gelandang , Laudrup, rupanya jengah dengan perlakuan tersebut. Pasalnya ia merasa Dybala jelas tak bisa dibandingkan dengan seorang Messi.
Paulo Dybala
"Ia pemain lain yang orang suka katakan 'ia bisa menjadi Messi berikutnya'. Tidak. Tidak ada Messi berikutnya sekarang. untuk melihat Messi berikutnya kita harus menunggu... Yah, saya rasa saya tidak akan melihat Messi berikutnya dalam hidup saya," serunya pada Bein Sports.
"Anda tidak melihat pemain seperti itu setiap 10 atau setiap 15 tahun. Tapi ini adalah standar yang Anda gunakan. Ia (Dybala) berasal dari Argentina, ia berkaki kiri, ia tidak terlalu tinggi, caranya bergerak," ujarnya Laudrup.
"Tapi saya tidak berpikir dibandingkan dengan Messi menguntungkan dirinya, karena ia bukan Messi. Ia pemain yang sangat berbakat, tapi ia bukan Messi," tegasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Data dan Fakta Serie A: Juventus vs Genoa
Liga Italia 19 Januari 2018, 16:59
-
Prediksi Juventus vs Genoa 23 Januari 2018
Liga Italia 19 Januari 2018, 16:58
-
Juventus: Tak Ada Alasan Jual Dybala
Liga Inggris 19 Januari 2018, 11:10
-
Bernardeschi Tak Pernah Ragu Untuk Putuskan Membelot ke Juve
Liga Italia 19 Januari 2018, 02:26
-
Laudrup Minta Komparasi Messi dengan Dybala Dihentikan
Liga Italia 19 Januari 2018, 01:28
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR