
Bola.net - Alessandro Nesta, nama yang sangat dikenal di dunia sepak bola, terutama bagi para penggemar AC Milan dan Lazio. Kariernya sebagai bek tengah penuh dengan prestasi yang mengesankan, menjadikannya salah satu yang terbaik di posisinya.
Nama Alessandro Nesta menjadi topik pembicaraan setelah namanya ditunjuk kembali menjadi pelatih Monza. Kabar ini menjadi menarik karena Nesta merupakan mantan pelatih Monza yang dipecat pada 23 Desember 2024 lalu. Atau hanya butuh 50 hari saja bagi Nesta untuk kembali menangani Andrea Petagna dkk.
Dari kemenangan di liga domestik hingga gelar internasional, Nesta telah mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola. Mari kita telusuri perjalanan kariernya yang gemilang, baik di lapangan hijau maupun di kursi pelatih.
Prestasi Nesta sebagai pemain tidak hanya diukur dari jumlah trofi, tetapi juga dari kualitas permainan yang ditunjukkannya. Dengan gaya bermain yang tenang dan kemampuan membaca permainan, ia menjadi pilar di lini belakang tim-tim yang dibelanya.
Gelar Juara Bersama AC Milan

Alessandro Nesta menghabiskan sebagian besar kariernya di AC Milan, di mana ia meraih banyak gelar bergengsi. Ia berhasil membawa timnya meraih dua gelar Serie A pada musim 2003-2004 dan 2010-2011, menunjukkan konsistensi dan kualitasnya sebagai bek.
Selain itu, Nesta juga menambah koleksi trofinya dengan menjuarai Piala Italia pada tahun 2002-2003. Gelar Piala Super Italia pun diraihnya dua kali, yakni pada tahun 2004 dan 2011, semakin menegaskan dominasi Milan di kancah sepak bola Italia.
Tidak hanya di level domestik, Nesta juga mencetak sejarah di pentas Eropa. Ia menjadi bagian penting dari tim yang meraih dua gelar Liga Champions UEFA, yakni pada tahun 2003 dan 2007, dengan kemenangan epik di final melawan Liverpool menjadi salah satu puncak kariernya.
Keberhasilan di Piala Super dan Piala Dunia Antarklub
Tidak puas hanya dengan gelar liga, Nesta juga meraih kesuksesan di ajang Piala Super Eropa. Ia berhasil menjuarai kompetisi ini dua kali, pada tahun 2003 dan 2007, menambah panjang daftar prestasinya bersama AC Milan.
Tak hanya itu, Nesta juga mengukir namanya di Piala Dunia Antarklub FIFA dengan meraih trofi pada tahun 2007. Kemenangan ini semakin melengkapi pencapaian luar biasa yang diraihnya selama berkarier sebagai pemain.
Dengan total 325 pertandingan dan 10 gol yang dicetak selama sepuluh musim di AC Milan, Nesta telah membuktikan dirinya sebagai salah satu bek tengah terbaik sepanjang masa. Pengaruhnya di lapangan tidak hanya terlihat dari statistik, tetapi juga dari kepemimpinannya.
Karier Internasional dan Penghargaan Individu
Di level internasional, Alessandro Nesta juga tidak kalah bersinar. Ia menjadi bagian dari skuad timnas Italia yang meraih gelar Piala Dunia 2006, menambah prestasi gemilangnya di dunia sepak bola.
Selain itu, Nesta pernah menjabat sebagai kapten Lazio dan mencetak gol kemenangan di final Coppa Italia tahun 1998. Penghargaan Pemain Muda Terbaik Serie A juga pernah diraihnya, menandakan bahwa bakatnya sudah terlihat sejak dini.
Dengan koleksi gelar juara yang sangat impresif, Nesta tidak hanya diakui sebagai bek yang tangguh, tetapi juga sebagai pemimpin yang inspiratif bagi rekan-rekannya. Kariernya di lapangan hijau telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan.
Perjalanan Karier Kepelatihan
Alessandro Nesta memulai karir manajerialnya pada 31 Agustus 2015 sebagai pelatih kepala pertama Miami FC. Di musim keduanya, ia berhasil membawa tim menjadi juara musim semi dan musim gugur 2017, meskipun tersingkir di semifinal playoff oleh New York Cosmos.
Setelah masa jabatannya di Miami, Nesta diangkat sebagai manajer Perugia pada 14 Mei 2018. Namun, setelah kekalahan 4-1 dari Verona dalam playoff promosi Serie B, ia mengundurkan diri pada 21 Mei 2019.
Pada 17 Juni 2019, Nesta ditunjuk sebagai manajer Frosinone dengan kontrak dua tahun. Meskipun mencapai playoff di musim 2019-20, ia dipecat pada 22 Maret 2021 setelah hasil yang kurang memuaskan.
Setelah ditunjuk sebagai manajer Reggiana pada 13 Juni 2023, timnya hanya mampu menyelesaikan liga di posisi kesebelas. Karirnya di Monza dimulai pada 12 Juni 2024, tetapi berakhir cepat dengan pemecatan pada 23 Desember 2024 setelah serangkaian kekalahan.
Dan pada 11 Februari 2025, Monza kembali membuat kejutan dengan memanggil Nesta untuk menangani tim menggantikan Salvatore Bocchetti yang dinilai gagal sejak ditunjuk menggantikan Nesta pada Desember tahun lalu.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Milan Bantah Mencoba Ganggu Transfer Joao Felix ke AC Milan
Liga Italia 11 Februari 2025, 14:39
-
Antonio Conte Versi Napoli Bikin Heran Buffon
Liga Italia 11 Februari 2025, 12:35
-
Ada Randal Kolo Muani, Apakah Juventus Masih Butuh Dusan Vlahovic?
Liga Italia 11 Februari 2025, 11:56
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026, 6-11 Januari 2026
Bulu Tangkis 9 Januari 2026, 08:50
-
Kapan El Clasico di Final Piala Super Spanyol 2026: Barcelona vs Real Madrid
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:37
-
Jadwal Barca vs Madrid di Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:07
-
PSM vs Bali United: Tekad Pasukan Ramang Hentikan Tren Buruk
Bola Indonesia 9 Januari 2026, 07:44
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:41
-
Man of the Match Milan vs Genoa: Lorenzo Colombo
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:11
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 9 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Real Madrid vs Atletico Madrid: Federico Valverde
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 07:04
-
Rapor Pemain Liverpool: Performa Solid Bikin Arsenal Kehilangan Taji
Liga Inggris 9 Januari 2026, 06:07
-
Hasil Milan vs Genoa: Akhir Dramatis yang Menguntungkan Inter Milan
Liga Italia 9 Januari 2026, 06:00
-
Rapor Pemain Arsenal: Gyokeres Gagal Bersinar Saat The Gunners Ditahan Liverpool
Liga Inggris 9 Januari 2026, 05:50
-
Hasil Real Madrid vs Atletico Madrid: El Clasico di Final Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 05:44
-
Man of the Match Arsenal v Liverpool: Gabriel Magalhaes
Liga Inggris 9 Januari 2026, 05:30
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR