Bola.net - Bek muda Ajax Amsterdam, Matthijs De Ligt, dikabarkan semakin dekat dengan Juventus. Lantas, bagaimana peran bek berumur 19 tahun tersebut di jantung pertahanan Bianconeri pada era kepelatihan Maurizio Sarri?
Nama De Ligt mencuat setelah dirinya menjalani musim debutnya bersama Ajax di umur yang masih sangat belia, 16 tahun. Mulai saat itu, De Ligt pun kerap dikaitkan dengan banyak klub besar, salah satunya adalah Juventus dan Barcelona.
Ketertarikan semakin menjadi-jadi setelah De Ligt sukses memimpin Ajax mencapai babak semifinal Liga Champions. Pencapaian tersebut bisa dibilang luar biasa, sebab dalam perjalanannya Ajax mengalahkan dua kandidat juara, yakni Real Madrid dan Juventus.
Belakangan ini, Juventus disebut-sebut akan mendapatkan tanda tangan De Ligt. Dengan kualitasnya, pria asal Belanda tersebut diyakini bisa mendapatkan jatah bermain yang lebih banyak pada musim depan. Lalu timbul pertanyaan, bagaimana peran De Ligt nantinya?
Menilik pernyataan Maurizio Sarri saat masih menukangi Napoli dulu, diketahui bahwa mantan pelatih Chelsea itu membutuhkan sosok 'ball-playing defender' di jantung pertahanan. Pernah ia mengakui betapa pentingnya kehadiran Raul Albiol di Napoli.
"Pikirkan, saya lebih merindukan Albiol dalam rancangan permainan ketimbang pada fase bertahan," tutur Sarri di musim keduanya dengan Napoli, mengomentari Albiol yang kala itu mengalami cedera dan harus absen 10 pertandingan, dikutip dari Calciomercato.com.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
De Ligt Suksesor Bonucci
Peran itu sendiri sebenarnya bisa dilakoni dengan baik oleh Leonardo Bonucci. Ya, pemain berumur 32 tahun tersebut dikenal sebagai salah satu 'ball-playing defender' terbaik di jagat sepak bola saat ini. Teringat bagaimana umpan panjangnya menjadi assist untuk Cristiano Ronaldo kala Juventus bertemu MU di fase grup Liga Champions.
Namun masalahnya adalah kemampuan bertahannya. Bonucci kerap kali dikritik lantaran tak mampu mengawal penyerang lawan dan sering kalah duel. Peran itu sendiri umumnya dilakukan oleh Giorgio Chiellini ataupun Andrea Barzagli saat Juventus masih menggunakan skema tiga bek.
De Ligt, diyakini Calciomercato.com, bisa melakukan kedua peran itu dengan baik. Pandangannya bisa menyusuri seluruh lapangan, mampu merasakan pergerakan rekan-rekannya, serta punya kaki yang bagus untuk melepaskan umpan panjang.
Handal Dalam Bola Mati
Dengan demikian, Juventus tak perlu lagi khawatir jika Miralem Pjanic selaku pengatur serangan dikawal ketat oleh pemain lawan. Ia tinggal menyerahkan bola kepada De Ligt dan perbedaannya tidak akan terasa jika Bonucci absen di sektor pertahanan.
Selain itu, De Ligt juga handal dalam mencetak gol terutama dari bola mati. Pada musim lalu, ia sempat mencetak gol melalui sepak pojok ke gawang Juventus. Totalnya, De Ligt berhasil membukukan enam gol dari Eredivisie maupun Liga Champions.
Maurizio Sarri diklaim cukup baik dalam menyusun skema set-piece. Oleh karena itu, patut ditunggu bagaimana De Ligt dioptimalisasi oleh Sarri pada musim depan. Itu pun jika sang pemain benar berlabuh di Turin.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Demi Matthijs De Ligt, Juventus Korbankan Sang Wonderkid?
Liga Italia 25 Juni 2019, 23:30
-
Demi Juventus, Adrien Rabiot Tolak Tawaran Menggiurkan Manchester United
Liga Inggris 25 Juni 2019, 21:40
-
Meski ada Maurizio Sarri, Juventus Tetap Jual Gonzalo Higuain
Liga Italia 25 Juni 2019, 19:40
-
Napoli Siap Gagalkan Kepindahan Kieran Trippier ke Juventus
Liga Inggris 25 Juni 2019, 17:00
-
3 Bek Tengah Incaran Juventus di Musim Panas
Editorial 25 Juni 2019, 13:59
LATEST UPDATE
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR