
Bola.net - Inter Milan meraih kemenangan 5-3 atas Udinese setelah sempat tertinggal dua gol dalam lanjutan Serie A, Selasa (15/9/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut memperlihatkan satu karakter penting dari tim asuhan Cristian Chivu, yakni kemampuan untuk bangkit ketika berada dalam situasi sulit.
Comeback itu menjadi semakin menarik karena Inter Milan baru saja melakukan hal serupa pada pertandingan sebelumnya. Saat menghadapi Napoli, Nerazzurri juga tertinggal dua gol sebelum membalikkan keadaan dan menang 3-2 berkat gol penentu Lautaro Martinez.
Dua hasil tersebut memberikan sinyal bahwa kebangkitan melawan Napoli bukan sekadar kejadian satu kali. Inter Milan mulai menunjukkan keyakinan bahwa mereka tetap mampu mendapatkan hasil positif meski pertandingan berjalan tidak sesuai rencana.
Musim masih panjang dan berbagai tantangan akan menunggu Inter Milan. Kemampuan untuk tetap tenang ketika tertinggal dapat menjadi modal penting bagi Chivu dalam menghadapi jadwal padat, pertandingan sulit, serta persaingan memperebutkan trofi.
Inter Mulai Punya Mental Comeback

Kemenangan atas Napoli sebelumnya sudah memperlihatkan kemampuan Inter Milan untuk mengatasi situasi sulit. Namun, mengulanginya hanya beberapa hari kemudian membuat dua kemenangan tersebut memiliki arti yang lebih besar bagi perkembangan tim.
Para pemain kini memiliki pengalaman nyata bahwa ketertinggalan bukan berarti pertandingan telah berakhir. Kepercayaan seperti itu dapat membantu mereka tetap bermain dengan keyakinan ketika lawan lebih dulu mencetak gol.
Saat menghadapi Udinese, Inter Milan tidak membiarkan dua gol awal lawan mengubah pendekatan mereka. Nerazzurri terus memainkan permainan mereka dan perlahan mengambil kendali pertandingan.
Bagi Chivu, respons tersebut menjadi salah satu hal paling positif dari kemenangan tersebut. Para pemain menunjukkan kemampuan untuk tetap tenang, bekerja keras, dan menjaga fokus meski berada di bawah tekanan.
Tidak Panik Setelah Tertinggal

Inter Milan juga memperlihatkan bahwa mereka memiliki keyakinan untuk kembali ke dalam pertandingan. Pengalaman melawan Napoli memberi mereka gambaran bahwa situasi tertinggal masih dapat diubah jika tim terus berusaha.
Kondisi tersebut bisa menjadi sangat penting ketika mereka menghadapi periode sulit sepanjang musim. Cedera, jadwal padat, dan pertandingan dengan tingkat kesulitan tinggi berpotensi menguji kedalaman skuad.
Jika Inter Milan kembali tertinggal dalam pertandingan penting, pengalaman dari dua comeback tersebut dapat memberikan dorongan mental. Para pemain tidak perlu langsung kehilangan kepercayaan diri hanya karena lawan berhasil mencetak gol lebih dahulu.
Kemampuan menjaga ketenangan juga memungkinkan Inter Milan tetap menjalankan rencana permainan. Hal itu terlihat ketika mereka perlahan mengubah pertandingan melawan Udinese hingga akhirnya mengamankan kemenangan dengan lima gol.
Inter Tetap Menyerang Setelah Berbalik Unggul

Hal menarik lainnya terlihat setelah Inter Milan berhasil mengembalikan keadaan. Mereka tidak sekadar bertahan untuk mempertahankan keunggulan yang sudah didapat.
Sebaliknya, Nerazzurri tetap memberikan tekanan kepada Udinese dan terus mencari peluang untuk menambah gol. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa tim tidak takut mengambil risiko setelah berhasil keluar dari situasi sulit.
Inter Milan akhirnya mencetak lima gol dalam pertandingan tersebut. Produktivitas itu memperlihatkan bahwa comeback mereka bukan hanya tentang bertahan dari tekanan, tetapi juga kemampuan untuk mengambil alih pertandingan.
Karakter tersebut bisa menjadi sangat berharga ketika setiap poin mulai menentukan posisi di klasemen. Tim yang mampu terus menyerang setelah bangkit memiliki peluang lebih besar untuk mengubah pertandingan sulit menjadi kemenangan.
Modal Penting untuk Perburuan Trofi

Kemampuan bangkit juga dapat memberikan keuntungan ketika Inter Milan memasuki pertandingan besar pada fase penting musim. Jika mereka bersaing dalam perebutan gelar Serie A dan Liga Champions, situasi tertinggal kemungkinan akan kembali muncul.
Di kompetisi Eropa, satu awal buruk dapat membuat sebuah tim berada dalam posisi sulit. Pengalaman menghadapi situasi serupa bersama Napoli dan Udinese dapat membantu Inter Milan menghadapi tekanan ketika lawan yang dihadapi memiliki kualitas lebih tinggi.
Musim masih sangat panjang sehingga dua comeback tersebut belum bisa menjadi jaminan keberhasilan. Namun, Chivu sudah memiliki sesuatu yang positif untuk dikembangkan dari dua pertandingan tersebut.
Inter Milan bukan hanya menunjukkan kualitas untuk memenangkan pertandingan. Mereka juga memperlihatkan bahwa ketika berada dalam masalah, mereka memiliki daya juang untuk tetap bertahan dan mencari jalan keluar.
Jika karakter tersebut terus berkembang, mental comeback dapat menjadi salah satu keunggulan Inter Milan sepanjang musim. Dalam persaingan panjang menuju trofi, kemampuan meraih poin dari situasi yang hampir hilang bisa menjadi pembeda pada akhirnya.
Sumber: Vavel
Klasemen Serie A
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Serie A tak Lagi 'Boring': Belum Muncul Skor 0-0 hingga Pekan ke-4 Musim 2026/2027
Liga Italia 15 September 2026, 14:48
-
Cristian Chivu Bela Josep Martinez, Tegaskan Kiper Inter Milan Bukan Masalah
Liga Italia 15 September 2026, 13:29
-
Pelajaran dari Comeback Inter Milan: Mental Juang Bisa Jadi Kekuatan Utama
Liga Italia 15 September 2026, 08:14
-
Marcus Thuram Puas dengan Respons Inter Milan Usai Comeback Lawan Udinese
Liga Italia 15 September 2026, 07:39
-
Cristian Chivu Tak Khawatir Inter Milan Kebobolan Banyak Gol Usai Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 06:52
LATEST UPDATE
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR