Perbedaan Mentalitas Inter Milan Era Treble vs Sekarang: Dulu Sadar di Akhir, Sekarang Terlalu Banyak Dibicarakan

Bola.net - Inter Milan sedang mengalami masa sulit setelah gagal mempertahankan peluang meraih treble musim ini. Mantan Presiden Massimo Moratti justru mengungkap perbedaan mencolok antara tim saat ini dengan Inter yang sukses meraih treble pada 2010 silam.
Menurut Moratti, obsesi berlebihan terhadap treble justru membawa energi negatif bagi tim. Ia membandingkannya dengan era Jose Mourinho di mana treble bukanlah target yang terus-menerus dibicarakan sebelum benar-benar tercapai.
“Saya sangat antusias saat hari kemenangan treble, tapi kesannya berbeda dari yang dibayangkan,” ujar Moratti.
“Ketika berhasil meraih sesuatu yang terlihat mustahil, justru kebahagiaannya agak berkurang karena pikiran langsung beralih ke target berikutnya,” tambahnya dalam wawancara dengan Radio Kiss Kiss.
Kegagalan Inter di Tiga Kompetisi dalam Seminggu

Inter sempat dianggap sebagai calon kuat peraih treble musim ini sebelum akhirnya ambruk dalam delapan hari terakhir. Kekalahan dari AC Milan di Coppa Italia disusul kegagalan di Serie A dan Liga Champions membuat mimpi itu pupus.
Moratti menyayangkan performa tim yang dinilainya kelelahan secara mental. Ia juga menilai Napoli kini lebih berpeluang menjuarai Serie A berkat fondasi yang dibangun Antonio Conte.
“Kekalahan di Coppa Italia sangat mengecewakan,” tegas Moratti.
“Inter tampak kebingungan karena terlalu banyak target, ada kelelahan, jadi menurut saya Napoli lebih berpeluang menjuarai Serie A. Itu semua berkat Antonio Conte,” jelasnya.
Treble 2010: Kesuksesan yang Tak Terduga
Moratti mengungkap bahwa treble pada 2010 diraih tanpa tekanan berlebihan. Saat itu, Inter fokus pada setiap laga tanpa menjadikan treble sebagai obsesi yang terus dibahas.
Justru, kesadaran bahwa mereka meraih treble baru muncul setelah semua gelar berhasil diraih. Hal ini berbeda dengan situasi saat ini di mana treble sudah menjadi pembicaraan sejak awal musim.
“Aneh sekali melihat begitu banyak pembicaraan tentang treble sekarang,” kata Moratti.
“Dulu, kami tidak pernah membicarakannya. Kami baru menyadari treble setelah berhasil meraihnya. Itu bukan obsesi seperti sekarang,” tegasnya.
Mourinho Pergi, Kebahagiaan Treble Terasa Kurang Sempurna
Meski meraih treble, suasana hati Inter saat itu ternyata tidak sepenuhnya bahagia. Hal ini disebabkan oleh kepastian kepergian Mourinho yang memilih pindah ke Real Madrid usai sukses besar.
Moratti mengakui bahwa faktor tersebut sedikit mengganggu kebahagiaan mereka. Namun, ia tetap bangga dengan pencapaian tim yang dinilainya sebagai momen bersejarah.
“Kami tahu Mourinho akan pergi, dan itu mempengaruhi suasana,” ungkap Moratti.
“Tapi treble tetaplah pencapaian luar biasa yang takkan terlupakan,” tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sergio Conceicao Mengundurkan Diri Bila AC Milan Juara Coppa Italia?
Bola Indonesia 29 April 2025, 08:18
-
Roma Goda Fabregas untuk Gantikan Ranieri
Liga Italia 29 April 2025, 05:58
-
Penjelasan Resmi Wasit Soal Anulir Penalti Milan dan Kartu Merah Yildiz
Liga Italia 28 April 2025, 14:34
LATEST UPDATE
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
-
Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Piala Dunia 5 Juli 2026, 12:00
-
Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
Liga Inggris 5 Juli 2026, 08:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55




















KOMENTAR