
Bola.net - Memburu tiga angka kala menjamu Parma, Internazionale hanya mampu mengakhiri laga dengan hasil seri 3-3 dalam lanjutan Serie A giornata ke 15 (9/12).
Ketiga gol Inter dicetak oleh Rodrigo Palacio (44', 54') dan Fredy Guarin (56'). Sedangkan gol Parma berkat aksi Nicola Sansone (11', 59'), dan Marco Parolo (45+1).
Inter mengawali laga dengan misi mempertahankan rekor kemenangan atas Parma. Di awal laga, tujuan tuan rumah hampir saja terwujud saat Palacio mendapatkan peluang di menit ke 3. Sayang, penyerang asal Argentina tersebut gagal memanfaatkannya.
Tuan rumah justru kebobolan terlebih dulu saat pertandingan berjalan 11 menit. Sansone menjadi mimpi buruk Nerazzurri. Lepas dari jebakan offside saat menerima umpan dari Marchionni, Sansone mampu menyontek bola dan menjebol gawang Samir Handanovic.
Tertinggal satu gol, Inter meningkatkan intensitas serangan. Mereka pun menguasai jalannya laga. Sepuluh menit setelah gol Sansone, Palacio hampir saja membuat kedudukan menjadi sama imbang. Namun sontekannya masih melambung ke atas mistar gawang. Berkali-kali tuan rumah mendapatkan peluang. Namun usaha mereka selalu menemui kebuntuan. Barulah di akhir babak pertama, Palacio akhirnya berhasil membobol gawang Parma sekaligus menyamakan kedudukan. Sayang, satu menit kemudian, Parolo kembali membawa tim tamu unggul. Hingga turun minum, kedudukan 2-1 untuk Parma.
Memasuki babak kedua, Inter tampaknya tak mau menuai malu di depan pendukungnya sendiri. Usaha mereka untuk menekan semakin ditingkatkan. Di menit ke 54, lagi-lagi Palacio menjadi pahlawan. Tandukannya memanfaatkan umpan dari Ricardo Alvarez sukses menyamakan kedudukan.
Dan dua menit berselang, giliran Guarin yang membawa Inter berada di atas angin. Tendangan kerasnya berhasil membobol gawang tim tamu. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Empat menit setelah Guarin mencetak gol, Sansone lagi-lagi menjadi mimpi buruk Inter. Ia kembali membobol gawang Handanovic dan membuat skor menjadi imbang 3-3.
Dengan kedudukan sama imbang, Inter masih menguasai jalannya laga. Mereka terus menyerang benteng pertahanan Parma. Sebaliknya, tim tamu bermain mengandalkan serangan balik cepat yang cukup membuat para pemain belakang Inter kerepotan. apa yang dilakukan Parma sangat menyulitkan tuan rumah. Mereka begitu efektif melakukan serangan. Beberapa peluang berhasil mereka ciptakan. sayang, keberuntungan masih belum berpihak.
Hingga sepuluh menit menjelang berakhirnya waktu normal, skor 3-3 masih bertahan. Tetapi, tim tamu semakin mengancam tuan rumah. Berkali-kali aksi mereka membuat pertahanan Inter kalang kabut. Serangan mereka bertubi-tubi membuat Nerazzurri bermain bertahan. Namun tak ada gol tercipta. Dan akhirnya peluit panjang tanda berakhirnya laga ditiupkan oleh wasit, pertandinganpun berakhir dengan skor 3-3.
Susunan line-up kedua tim:
Inter (3-5-1-1) Handanovic; Campagnaro, Ranocchia, Juan Jesus; Jonathan (Belfodil 77'), Cambiasso, Kovacic, Alvarez, Zanetti (Nagatomo 70'); Guarin (Taider 88'); Palacio.
Parma (3-4-1-2): Mirante; Cassani, Paletta, Lucarelli; Gobbi, Parolo, Marchionni, Gargano (Acquah 17'), Biabiany, Sansone, Cassano (Amauri 83'). (bola/gag)
Ketiga gol Inter dicetak oleh Rodrigo Palacio (44', 54') dan Fredy Guarin (56'). Sedangkan gol Parma berkat aksi Nicola Sansone (11', 59'), dan Marco Parolo (45+1).
Inter mengawali laga dengan misi mempertahankan rekor kemenangan atas Parma. Di awal laga, tujuan tuan rumah hampir saja terwujud saat Palacio mendapatkan peluang di menit ke 3. Sayang, penyerang asal Argentina tersebut gagal memanfaatkannya.
Tuan rumah justru kebobolan terlebih dulu saat pertandingan berjalan 11 menit. Sansone menjadi mimpi buruk Nerazzurri. Lepas dari jebakan offside saat menerima umpan dari Marchionni, Sansone mampu menyontek bola dan menjebol gawang Samir Handanovic.
Tertinggal satu gol, Inter meningkatkan intensitas serangan. Mereka pun menguasai jalannya laga. Sepuluh menit setelah gol Sansone, Palacio hampir saja membuat kedudukan menjadi sama imbang. Namun sontekannya masih melambung ke atas mistar gawang. Berkali-kali tuan rumah mendapatkan peluang. Namun usaha mereka selalu menemui kebuntuan. Barulah di akhir babak pertama, Palacio akhirnya berhasil membobol gawang Parma sekaligus menyamakan kedudukan. Sayang, satu menit kemudian, Parolo kembali membawa tim tamu unggul. Hingga turun minum, kedudukan 2-1 untuk Parma.
Memasuki babak kedua, Inter tampaknya tak mau menuai malu di depan pendukungnya sendiri. Usaha mereka untuk menekan semakin ditingkatkan. Di menit ke 54, lagi-lagi Palacio menjadi pahlawan. Tandukannya memanfaatkan umpan dari Ricardo Alvarez sukses menyamakan kedudukan.
Dan dua menit berselang, giliran Guarin yang membawa Inter berada di atas angin. Tendangan kerasnya berhasil membobol gawang tim tamu. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Empat menit setelah Guarin mencetak gol, Sansone lagi-lagi menjadi mimpi buruk Inter. Ia kembali membobol gawang Handanovic dan membuat skor menjadi imbang 3-3.
Dengan kedudukan sama imbang, Inter masih menguasai jalannya laga. Mereka terus menyerang benteng pertahanan Parma. Sebaliknya, tim tamu bermain mengandalkan serangan balik cepat yang cukup membuat para pemain belakang Inter kerepotan. apa yang dilakukan Parma sangat menyulitkan tuan rumah. Mereka begitu efektif melakukan serangan. Beberapa peluang berhasil mereka ciptakan. sayang, keberuntungan masih belum berpihak.
Hingga sepuluh menit menjelang berakhirnya waktu normal, skor 3-3 masih bertahan. Tetapi, tim tamu semakin mengancam tuan rumah. Berkali-kali aksi mereka membuat pertahanan Inter kalang kabut. Serangan mereka bertubi-tubi membuat Nerazzurri bermain bertahan. Namun tak ada gol tercipta. Dan akhirnya peluit panjang tanda berakhirnya laga ditiupkan oleh wasit, pertandinganpun berakhir dengan skor 3-3.
Susunan line-up kedua tim:
Inter (3-5-1-1) Handanovic; Campagnaro, Ranocchia, Juan Jesus; Jonathan (Belfodil 77'), Cambiasso, Kovacic, Alvarez, Zanetti (Nagatomo 70'); Guarin (Taider 88'); Palacio.
Parma (3-4-1-2): Mirante; Cassani, Paletta, Lucarelli; Gobbi, Parolo, Marchionni, Gargano (Acquah 17'), Biabiany, Sansone, Cassano (Amauri 83'). (bola/gag)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Review: Parma Paksa Seri Inter di Meazza
Liga Italia 9 Desember 2013, 04:40
-
Review: Everton Curi Satu Poin Dari Kandang Arsenal
Liga Inggris 9 Desember 2013, 00:58
-
Review: Destro Bawa Roma ke Jalur Kemenangan
Liga Italia 8 Desember 2013, 20:40
-
Review: Laju Madrid Ditahan Tim Gurem
Liga Spanyol 8 Desember 2013, 06:14
-
Review: Drama Enam Gol di San Paolo
Liga Italia 8 Desember 2013, 04:45
LATEST UPDATE
-
Mikel Arteta Sebut Arsenal Alami Hari Menyedihkan Usai Disingkirkan Tim Divisi Empat
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol 6-2, AS Roma Menang, Como Comeback
Liga Italia 28 Oktober 2026, 04:51
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR