Bola.net - - Pemain Strasbourg, Anthony Goncalves merasa tak ada yang salah dengan permainan kerasnya yang menyebabkan Neymar mengakhiri laga lebih cepat karena cedera. Strasbourg takluk 0-2 dari PSG pada ajang Coupe de France, Kamis (24/1) dini hari WIB tadi.
Di atas kertas Strasbourg memang kalah segalanya dari PSG. Hal inilah yang menyebabkan mereka memiliki pendekatan agresif untuk mengimbangi permainan PSG.
Taktik itu terbukti manjur, penyerang-penyerang PSG tak bisa semena-mena memainkan bola dan mempermainkan lawan. Namun, laga itu berakhir lebih cepat bagi Neymar yang harus segera dilarikan ke rumah sakit pasca cedera parah di babak kedua.
Goncalves sendiri merasa tak ada yang salah dengan cedera Neymar, dia bermain keras karena Neymar sendiri yang doyan mempermainkan lawan. Baca komentar selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Bukan untuk Bersenang-Senang!
Neymar memang dikenal sebagai pemain yang doyan mempermainkan lawan dengan menggiring bola berputar-putar, membuat lawan frustrasi. Alhasil, Goncalves harus bermain keras untuk berusaha menghentikan Neymar. Dia datang bukan untuk bermain-main dengan pemain Brasil itu.
"Neymar? Itu gaya bermainnya, dia pemain hebat tetapi kami datang ke sini bukan untuk bersenang-senang dengannya, kami merespons dengan kekuatan kami dan kami harus mempertahankan tim kami," ungkap Goncalves di fourfourtwo.
"Kami di sini tidak untuk bercanda. Jadi dia tak bisa bermain seperti itu lalu menangis setelahnya."
Bukan untuk Menyerah
Pula, Goncalves menegaskan bahwa timnya tak pernah merasa lebih kerdil dari PSG. Dia menjamin bahwa pemain-pemain Strasbourg telah memberikan kemampuan terbaik mereka dan kekalahan itu tentu mengecewakan.
"Ketika kami jadi lawan, bahkan saat melawan PSG, kami selalu ingin menang, kami kecewa [dengan kekalahan ini], tapi saya ingin anda mengingat gagasan ini [ingin menang]."
"Kami tidak datang sebagai korban, kami menunjukkan permainan kami dan banyak hal indah lainnya," tutup dia.
Berita Video
Berita video ucapan perpisahan dari pebulu tangkis Korea Selatan, Lee Yong-dae, untuk Liliyana Natsir yang menjadikan Indonesia Masters 2019, turnamen terakhirnya di badminton.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cedera Parah, Neymar Diragukan Main Lawan Manchester United
Liga Champions 24 Januari 2019, 12:20
-
Bikin Neymar Cedera, Pemain Strasbourg: Dia Tak Boleh Menangis
Liga Eropa Lain 24 Januari 2019, 11:40
-
Suarez Isyaratkan Neymar Kembali ke Barcelona?
Liga Spanyol 24 Januari 2019, 11:00
-
Demi Barcelona, De Jong Sampai Tolak Tawaran Dua Klub Besar Eropa
Liga Spanyol 24 Januari 2019, 06:57
-
PSG Tikung Chelsea Untuk Perburuan Leandro Paredes?
Liga Inggris 23 Januari 2019, 15:40
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bologna vs Inter 23 Mei 2026
Liga Italia 23 Mei 2026, 07:30
-
Prediksi Final DFB Pokal: Bayern vs Vfb Stuttgart 24 Mei 2026
Bundesliga 23 Mei 2026, 07:19
-
Prediksi Sunderland vs Chelsea 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:15
-
Prediksi Valencia vs Barcelona 24 Mei 2026
Liga Spanyol 23 Mei 2026, 07:15
-
Prediksi Real Madrid vs Athletic Bilbao 24 Mei 2026
Liga Spanyol 23 Mei 2026, 07:00
-
Prediksi Man City vs Aston Villa 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 06:45
-
Prediksi Liverpool vs Brentford 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 06:15
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR